Catatan Pindahan Part 3

Waktu di kostan pertama gw, gw sering banget masak sama anak-anak kost yang isinya anak Sanur plus anak CC. Memasuki tingkat akhir, gw jadi jarang masak karena sibuk kuliah (Halah) dan tetek bengek lainnya. Pas di kostan kedua gw, ga ada dapur dan gw pun otomatis ga bisa masak. Gw pun menjadi rindu akan memasak. Gw membayangkan canda dan tawa anak2 MY4 (kostan pertama gw) pas lagi masak en barter bahan makanan. Dulu gw begitu kreatif dengan masakan-masakan gw.

Gw masih inget, salah satu masakan fantastis ciptaan gw adalah katsu dua dunia. Katsu ini sebenernya mirip dengan katsu (daging ayam tanpa tulang) biasa, tapi gw memasak katsu tersebut dengan metode fantastis gw yang ga bisa dijelaskan di sini karena belon dipatenkan. Alhasil, katsu gw jadi memiliki cita rasa unik tersendiri: gosong di bagian luarnya, namun beku/dingin di bagian dalamnya. Asoy! Salah satu ciptaan unik gw adalah telur rebus laba-laba. Telor ayam direbus lalu ditinggal mandi, nonton film, baca komik, dan maen bulu tangkis di halaman sampe aer di panci abis, dan telor tersebut meledak dan menciptakan semacam jaring laba-laba di bagian dalam panci. Fantastis!

Sekarang, di kostan ketiga gw, tersedia dapur dan kompor untuk memasak (Ya iylah, masa kompor buat ngerokok). Gw pun memutuskan untuk kembali aktif di dunia masak-memasak. Sayangnya, selama dua bulan gw hidup di kost baru ini, hasrat gw agak sedikit terhambat karena suatu kendala di kostan baru gw: Bibi kostnya males… Yup, super males. Lantas apa hubungannya bibi kost yang males sama gw ga bisa masak? Mari gw jelaskan.

Sama seperti di kost berdapur pada umumnya, adapun salah satu jobdesk bibi kost seperti yang diatur undang2 adalah mencuci perkakas dapur (selain juga mencuci cangcut2 gw). Nah, setiap pagi, bibi kost gw ini rajin mencuci perkakas dapur yang kemarin malem ud kita kotor2in buat masak, which is gidd. Cuman, masalahnya adalah, si bibi ini takut klo baru dicuci, perkakasnya langsung dipake lagi sehingga kotor dan perlu dicuci lagi. Alhasil, doi pun jadi seneng ngumpetin perkakas dapur di kamarnya. Menurut narasumber gw, Starly Nope Pantat Besar, kejadian ini sudah berlangsung sejak doi ngekost di sini. Alhasil, lama kelamaan, semakin banyak perkakas yang diumpetin. Awalnya panci ama wajan, sekarang gelas, garpu dan sendok pun diumpetin. Geblek!

Karena kurangnya perkakas masak ini (dan kalau pun lagi ga diumpetin, pasti perkakasnya kotor dan gw terlalu males buat nyuci sendiri), gw pun terpaksa mengurungkan passion gw untuk memasak dan membuat makanan kreatif (yang mana bakal gw sumbang ke Nope klo makanan eksperimental gw tersebut ga enak, secara doi pemakan segala:D). Gw sih ga masalah secara juga masakan gw lebih banyak yang gagal daripada yang sukses. Namun, yang bikin serem adalah, karena kebiasaan bibi kost ngumpetin perkakas, parpa penghuni kost sebelum gw ini pun bermutasi dengan keanehannya masing-masing. Berikut adalah daftar-daftar mutasi dari anak2 kost gw yang sempat gw lihat:

1. Suka ngumpetin perkakas juga. Yup, ternyata kebiasaan ini menular. Karena takut ga ada sendok atau garpu di dapur pas maw makan, beberapa anak kost mengambil sendok dan dapur di kamarnya masing2. Alhasil, garpu dan sendok pun menjadi barang yang sangat langka. Selama 1 bulan terakhir ini, belum pernah sekalipun gw ngeliat ada garpu atau sendok di dapur.

2. Suka makan nyeker. Yup, karena langkanya sendok dan garpu, otomatis nyeker alias makan dengan tangan kosong menjadi opsi utama. Adapun bagi gw, dampaknya adalah gw jadi cuman maw masak makanan yang bisa dimakan nyeker kaya nasi ayam goreng biasa. Namun, beberapa anak yang beraliran ekstrimis masih tetap memaksakan untuk makan nyeker makanan yang seharusnya tidak diceker kaya sup, mie kuah, mie goreng, dll. Setiap kali gw melihat ada anak kost yang makan sup nyeker, gw suka iba sendiri rasanya.

3. Minum dari mangkok atau piring. Ya, karena mangkok dan piring jauh lebih sering tersedia daripada gelas, banyak anak2 kost yang meminum aer dari dispenser (yang disediain kost) dengan mengggunakan mangkok atau piring. Gw pun jadi berasa berada di dinasti Ming atau semacamnya, yang mana aer atau arak diminum pake cangkir kecil yang mirip mangkok.

4. Tidak pernah mematikan TV di ruang tamu atas (apa hubungannya coba?).

Walaupun demikian, gw bersyukur karena at least di kost baru ini, semuanya bersih dan sehat. Ibarat tak ada gading yang tak retak, tak ada kost yang sempurna. Walaupun demikian, gw akan tetap menceritakan semua keanehan2 di kost baru gw ini lewat seri Catatan Pindahan. Mari kita berharap semoga bibi kost dan anak2 kost gw ga ada yang baca postingan ini. Hehehehe…

Ditulis pada Curhat | 3 Komentar

Catatan Liburan (?) Jepang – Februari 2012 – Bonus – Tentang SoftDrink di Jepang

Selama di Jepang (baca: Catatan Liburan (?) Jepang – Februari 2012), gw, sebagai ahli minum softdrink, tentu saja sempat membeli dan mencicipi beberapa softdrink yang ada di Jepang, namun ga ada di Indonesia. Nah, melalui postingan kali ini, gw akan men-share penilaian gw terhadap 3 buah softdrink yang sempat gw cicipi. Berikut adalah softdrink2 yang gw minum di sana:

1. Pepsi Nex Zero

Pepsi Nex Zero ini adalah softdrink yag gw beli di Lawson di hari ketiga gw di Jepang (klo ga salah). Adapun alasan gw membeli softdrink ini adalah karena di Indo, gw paling sering beli Pepsi, baik yang biasa, twis, ataupun blue, karena harganya jauh lebih murah dari coca cola dan temennya di Indonesia. Alhasil, ketika di Jepang pun, gw menjadi penasaran untuk mencoba Pepsi yang unik ini. Jadilah gw membeli Pepsi Nex Zero ini dengan harga kurang lebih 100yen.

Awalnya, karena ada embel2 zeronya, gwkira konsep Pepsi Nex Zero ini adalah mirip dengan Coca Cola Zero di Indonesia. Tanpa gula, namun tetap yahud. Sayangnya, tidak begitu di Pepzi Nex Zero ini. Pepsi ini rasanya mirip pepsi biasa, namun dengan rasa manis yang menrut gw agak aneh. Gw ga ngerti apakah lidah gw yg lagi error saat mencoba softdrink ini, tapi yang pasti rasanya aneh. Singkatnya, gw ga doyan. Jadi saran gw, jangan pernah mencoba Pepsi ini. Rating gw untuk Pepsi ini: 4 dari 10.

2. Fanta Grape

Pertama2, gw ingin meminta maaf karena foto Fanta Grape yang gw tampilkan di sini berisi aer putih. Gw terlalu afsu buat ngabisin Fanta ini, alhasil, gw terpaksa harus memfoto softdrink ini ketika semua isinya ud ludes.

Eniwei, seperti yang kalian tau, Fanta Grape alias Fanta Anggur ini pernah ada di Indonesia sekitar 3 sampai 5 tahun yang lalu. Namun, entah kenapa softdrink ini menghilang dari Indonesia, padahal gw doyan banget softdrink ini. Menurut gw, rasanya eksotis. NAh, untuk mengobati kerinduan gw akan Fanta Anggur ini, gw pun membeli Fanta Anggurjuga di Jepang di salah satu convinience store yang gw lupa namanya dengan harga juga sekitar 100 yen. Asoy.

gw pun dengan nafsu langsung mencoba Fanta Grpe ini begitu keluar dari convinience store dan mendapati rasa Fanta Anggur di Indonesia yang telah lama gw rindukan. Rasanya mirip Fanta Anggur INdonesia, cuman, Fanta GRape ini lebih asem da terasa anggurnya. Jadi klo menurut gw, perbandingan rasa angur dan sodanya lebih pas di Fanta Grape. Alhasil, gw pun langsung balik lagi ke convinience store itu buat beli 3 botol lagi. Sayangnya semuanya keburu ludes sebelum gw nyampe guesthouse dan inilah yang menyebabkan foto Fanta Grape di atas berisi air putih. INtinya, gw sangat merekomen softdrink ini. Bisa dibilang, softdrink ini adalah satu2nya softdrink yang lebih enak dari Badak (Apaan tuh Badak? baca: Badak the Endangered Softdrink). Penilaian gw untuk softdrink ini adalah 11 dari 10 (lebay!).

3. Fanta Funmix

Fanta Funmix ini adalah softdrink yang gw beli di hari terakhir gw di Jepang. Adapun softdrink ini gw beli buat ngabisin recehan gw karena recehan tersebut ga bisa diduitin in Indonesia. Alhasil, belilah gw Fanta Funmix di department store deket stasiun Shin-Yokohama.

Secara fisik, Fanta Funmix ini berwarna hitam, sama keke cocacola ataupun Pepsi. Namun, secara di labelnya ditulis Cola + Orange, gw pun berharap rasanya mirip2 orange squash. Sayangnya, gw ditipu. Rasanya Fanta Funmix ini mirip banget sama Coca Cola. Cuman ada aroma2 jeruk dikit aj, tapi ga berasa di rasanya. Alhasil, Fanta Funmix ini pun lebih mirip Coca cola berbau jeruk. Well, secara overall, ga ada yang salah dengan rasanya karena rasanya coca cola emang ga ada masalah. Tapi, gw merasa ditipu karena jeruknya cuman aroma2an doank. Eniwei, penilaian gw untuk softdrink ini adalah 7 dari 10 alias not bad. Tapi perlu gw ingatkan sekali lagi, softdrink ini ga ada rasa jeruk2nya sama sekali, cuman aromanya doank. MEnding minum coca cola biasa sambil ngendus jeruk dah klo gw mah:D.

Bonus: Double Chicken Burger

Sebagai bonus di postingan ini, gw juga ingin cerita tentang Double Chicken Burger, burger ciamik yang gw beli di KFC Jepang. Yang menarik dari burger ini, adalah burger ini tidak menggunakan roti di untuk menutup alias mengapit isi burgernya, melainkan menggunakan fillet ayam original recipe. Ya, seperti yang dilihat di atas. Jadi bayangkan, fillet ayam original recipe, ditumpuk dengan dagin ham, ditumpuk dengan telur, ditumpuk dengan keju, dan therakhir ditumpuk dengan fillet ayam original recipe lagi. Begitu ngeliat iklannya di papan KFC, gw pun langsung nafsu buat beli dan nyoba makan. Alhasil, pergilah gw buat ngebeli burger ini di hari terakhir gw di Jepang.

To tell you the truth, cuman ada dua kata yang bisa menggambarkan rasa burger ini: Asoy banget. Bayangkan, fillet original recipe ditambah telor en keju en daging ham, siapa yang ga doyan. Cuman emang burger ini dimakannya agak susah karena isinya keluar2 pas digigit. sElain itu juga, menurut beberapa temen gw yang juga beli, burgur ini enak namun bikin enek gara2 ising daging semua. Singkatny, burger ini yahud dan sangat gw rekomendasikan, terutama bagi mereka maniak original recipenya KFC seperti gw.

Well, kira2 demikian postingan gw tentang softdrink plus bonus double chicken burger di KFC Jepang. Semoga informasi ini bisa menggugah selera kalian semua sebelum berbuka puasa (Emang sekarang lagi jamannya puasa?).

Stepen – Pengamat Softdrink Ternama

Ditulis pada Uncategorized | 1 Komentar

Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 5 – Judgement Day

Hari kelima adalah hari terakhir gw di Jepang dan juga merupakan Judgment Day. Kenapa? Karena di hari inilah akan langsung diberitakan apakah gw dkk lolos atau ga. Klo lolos, tentu saja esok hari akan diisi dengan kebahagiaan. Klo ga, tentu saja esok hari akan diisi dengan galau dan hasrat ingin bunuh diri. Adapun acara hari ini seharian dilakukan di training center alias guesthouse. Menurut jadwal, acaranya diisi dengan interview HRD, tapi klo menurut analisa fantastis gw, itu cuman kedok. Sebenernya dari interview yg kmrn2 pihak HRD ud punya keputusan dan interview hari ini ga ada efek apa2 kecuali memberitahukan hasilnya.

So, seperti biasanya, jam 5 pagi, gw pun dibangunkan weker guesthouse (sumpe, sekarang gw malah kangen ama weker itu, karena terbukti sama efektifnya dengan mak gw dalam hal ngebangunin gw). Setelah mandi en sarapan en tetek bengek laennya, gw langsung ngumpul di salah satu ruangan di training center beserta kandidat2 laennya, termasuk dari negara laen.

Di sini, Muranaka-san menjelaskan tentang gaji, tunjangan, hak, dan kewajiban klo kita keterima. Dari aura2nya, seolah2 semuanya bakal diterima. Setelah penjelasan yang super panjang (bahkan sampe pensiun dsb dibahas coba, gile), kita pun disuru nunggu di ruangan tersebut untuk dipanggil satu-satu untuk interview HRD. Sementara menunggu, kami pun disungguhi sharing session oleh salah seorang pegawai yang berasal dari Singapur. Lorna namanya. Lorna sharing selama sekitar 45menit tentang bagaimaan doi sebagai orang asing beradaptasi untuk bekerja di Jepang. Doi berhasil dan ini ud tahun keempat doi (klo ga salah denger). Setelah Lorna selesai sharing, kami pun terlantar ga jelas di ruangan ini, ngobrol2 sana-sini sambil menunggu jadwal interview. Setelah 3orang, akhirnya tibalah giliran gw.

Gw pun dipandu oleh Harada-san menuju ruangan interview di lantai 5 (ruangan tempat kita nungggu ada di lantai 2). Di sana, ud ada Nishimoto-san (orang HRD yang nginterview gw pas di Indonesia en juga memandu kita selama proses rekrutmen ini) dengan Seichiro-san, sang ketua proses prekrutan. Dengan bekal percaya diri yang supertinggi gara2 hasil ramalan di kuil Tokyo kemaren, gw pun memasuki ruangan kaki kiri terlebih dahulu dan interview pun dimulai.

Sesuai dugaan gw, proses interview ini cuman kedok doank. Di sini, mostly gw ditanya tentang gimana Jepang, betah ga, bisa adaptasi ga? Pokoknya semua pertanyaan terkait apakah gw kira2 bisa sruvive ga klo lama di Jepang. Entah kenapa, setelah gw cerita tentang pengalaman gw ud jalan2 pake dua kaki keliling Akihabara en Shibuya (plus beli gundam), mereka langsung puas. Akhirnya, merekapun memberitahukan klo gw lolos proses seleksi dan seketika lobang idung gw pun mengembang mengempis dengan kecepatan tinggi. Mereka pun menyodorkan surat penawaran kontrak ke gw untuk gw renungkan dan tandatangani klo gw setuju sementara gw merusaha untuk menahan kegirangan gw. Setelah mengambil surat tersebut, gw pun permisi keluar ruangan, mencari tempat yang sepi, lalu squat jump 100x sebagai bentuk kegembiraan gw. Lalu gw pun kembali ke ruang tunggu dan disambut hangat oleh para kompatriot2 dari Indonesia, seolah gw ini prajurit yang baru pulang dari perang dengan membawa pulang kemenangan. Asoy!

Sayangnya, tidak semua kompatriot gw mendapat kabar baik. Beberapa kompatriot gw dari Indonesia terpaksa harus menunggu kabar selanjutnya selama 2 minggu untuk tahu apakah mereka lolos atau enggak. Walaupun begitu, apapun yang terjadi, yang penting mereka ud pernah ke Jepang, gratis pula.

Eniwei, kembali ke cerita awal. Setelah disorak2in karena lolos, gw pun permisi pergi ke kamar gw untuk merenungkan surat penawaran kontrak tersebut dan menandatanganinya. Adapun maksud gw langsung menandatangani surat ini adalah supaya bisa langsung dibalikin ke Nishimoto-san. Sebenernya, doi memperbolehkan kami buat membawa surat tersebut pulang ke rumah buat direnungin, lalu dikirim lagi ke Jepang suratnya setelah ditandatangan. Namun, gw males melakukan keribetan tersebut. Alhasil gw pun langsung tandatangan surat tersebut dan mengembalikannya ke Nishimoto-san.

Setelah mengembalikan surat penawaran kontrak tersebut, gw pun memutuskan buat nongkrong di ruang tunggu yang tadi sama anak2 yang laen. Di luar dugaan, ternyata ruang tunggu ini ud jadi arena perjudian. Anthony, bocah mesin ITB 2007 yang seangkatan ama adek gw en cicinya seangkatan ama gw, membawa kartu remi merek ANA (All Nippon Airways) en ngajak anak2 maen Cap Sha. Adapun peserta Cap Sha ini adalah anak2 Indonesia dan satu orang Filipina, Luis apalah gitu namanya. Pas gw dateng, kebetulan ada satu peserta yang udahan. Alhasil, tanpa pikir panjang, gw pun langsung mengisi kursi kosong tersebut sambil berpikir dalam hati: “Bener2 dah ni anak2 Indo, bawa pengaruh buruk aj ke Jepang:D”.

Setelah kurang lebih 30menit maen, gw pun udahan karena kudu pipis. Selesai pipis, kursi gw (buat maen Cap Sha) pun ud diisi orang laen. Alhasil, gw pun nonton anak2 maen Cap Sha sambil berharap ada yang maw pipis, biar gw bisa take-over kursinya. Di luar dugaan, tiba2 Nishomoto-san masuk ke dalam ruangan tunggu ini. Gw ga tau persis apa tujuannya, tapi seketika, anak2 yang lagi maen Cap Sha langsung panik dan beberes kartunya. Gw pun bersyukur doi masuk ga aps gw lagi maen. Klo iy, bisa ditarik lagi surat penawaran gw:D.

Setelah menunggu semua anak2 Indo kelar interview alias dikasih hasil lolos atau kagak, kami seluruh anak Indo memutuskan untuk jalan2 bareng di t4 yang deket2 aj, di sekitar ShinYokohama karena jam ud menunjukkan pukul 5sore. Alhasil, pergilah kita ke pusat perbelanjaan di sekitar stasiun ShinYokohama. Di sini, kita sempet masuk ke sebuah toko buku yang agak gede. Di dalem toko buku ini, ada semacam ruangan rahasia yang ditaro di belakang sendiri dan punya kasir sendiri. Adapun ruangan rahasia ini menjual buku-buku  dan pelem-pelem dewasa, mulai dari yang kartun ampe yang orang beneran. Saking banyaknya koleksi pelem dan buku di ruangan ini, gw pun sampe ga bisa berhenti ngiler. Sebelum gw dehidrasi gara2 kehabisan iler, gw pun memutuskan untuk keluar. Ternyata, gw baru kemudian hari tahu bahwa rata-rata semua toko buku di Jepang mempunyai ruangan rahasia tersebut. Asoy banget dah… Kini, gw pun tahu harus kemana di saat gw sedang kesepian di Jepang.

Dari toko buku ini, kita makan di Yoshinoya, yang mana ini adalah makanan termurah di Jepang, lalu muter2 sebentar dan akhirnya pulang lagi ke guesthouse untuk packing dan istirahat karena besok jam 5 kita ud kudu jalan dari guesthouse ke Bandara buat pulang ke Jepang. Secara visa gw di Jepang buat 2 minggu, terus terang gw berharap ada masalah ketika kita jalan dari guesthouse ke bandara sehingga kita ketinggalan pesawat dan kudu extend di Jepang. Sayangnya hal ini ga terjadi.

Eniwei, sesampainya di guesthouse, gw pun langsung puas2in berendem (maklum, di rumah ga ada bath tub) sampe kulit gw keriput en pala gw melayang. Setelah cukup puyeng, gw pun langsung bilas2, terus packing, terus tidur. Dengan tidurnya gw, hari kelima alias hari terakhir gw di Jepang pun berakhir dan liburan (?) gw di Jepang pun berakhir. Sebenernya masih ada besok sih, namun secara besok cuman jalan ke bandara trus pulang doank en ga ada kejadian yang seru selama besok, alhasil, liburan gw di Jepang pun gw nyatakan berakhir di sini (diiringi musik mellow kek di ending2 pelem).

Stepen – uda pernah ke Jepang

Ditulis pada Cerita Petualangan Liar Saya | Tinggalkan Komentar

Mimpi Buruk…

Gw adalah manusia yang jarang bermimpi (baik, buruk, ataupun basah). Adapun ini terjadi karena gw selalu tidur dala mkeadaan ud cape banget. Klo ga cape, ya ga tidur, itu prinsip fantastis gw. Alhasil, gw pun selalu tidur nyenyak dan sangat sulit buat dibangunkan, kecuali oleh mak gw dan weker maksiat Jepang (baca: Catatan Liburan (?) Jepang – Februari 2012). Namun, di luar dugaan, kemarin gw bermimpi dan mimpi gw bisa dikategorikan sangat buruk. Saking buruknya, begitu bangun, gw sampe kudu masak indomi karena laper.

Adapun mimpi buruk ini terkait dengan keadaan adek gw yang tentatif maw nginep di kost gw. Doi sekarang di Jakarta en keknya ada kerjaan foto-foto di Bandung en doi maw nebeng di kost gw. Gw sih selaku kakak yang baik, memperbolehkan dengan catatan doi bersih2 kamar gw dan menyediakan makanan selama doi nebeng. Entah kenapa mimpi gw semalam terkait dengan hal ini.

Gw bermimpi klo adek gw beneran jadi nebeng nginep di kost gw. Karena kepercayaan yang kuat klo doi maw bersih2 kamar gw, gw pun pergi dan membiarkan adek gw sendirian di kamar gw dengan harta-harta kekayaan gw. Nah, setelah gw pergi, tentu saja gw pulang. Horornya adalah: ketika gw pulang, gw mendapati adek gw ud merakit satu dari tiga gundam gw yang saat ini gw terlantarkan gara2 sibuk maen Skyrim dan doi sedang merakit satu lagi. Yang lebih horornya lagi, adapun hasil rakitan adek gw begitu menyedihkan. Gundam yang doi rakit terlihat memble dan lemah, ga seperti gundam rakitan gw yang terlihat GG (gaul dan garang).

Melihat hancurnya gundam yang gw sayangi lebih dari pacar gw, gw pun langsung shock dan seketika bangun. Gw pun langsung buru2 menyalakan lampu dan mengecek ketiga Gundam gw. Alhamdulilah, semuanya masih belum dirakit dan masih di dalem plastik. Seketika rasa haru memenuhi diri gw. Gw rasa, mungkin mimpi tersebut adalah pesan dari Tuhan bahwa gw ud menelantarkan Gundam gw. Alhasil, gw pun memutuskan untuk berhenti berak di celana dan akan mulai merakit Gundam gw hari ini. Maafkan aku, Gundamku…

Stepen  - baru pertama kali mimpi buruk

Ditulis pada Curhat | 1 Komentar

Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 4

Berbeda dengan hari ketiga (yang mana gw ga sempet jalan2 gara baru kelar interview sore2), hari keempat adalah hari yang cukup seru karena jadwal hari ini hanya sampe siang aj. Sama seperti kemarin, hari ini, kami bakal dijemput Matsumoto-san di stasiun Shin-Yokohama jam 9 buat di bawa ke markas pusat di Hamamatsu-cho (deket Tokyo). Yang berangkat dalam rombongan ini sama dengan kemaren, kecuali Setyo dan Agung. Wawancara mereka di markas pusat dibatalin tanpa tau alasannya. Alhasil, gara2 pembatalan ini, Setyo pun menjadi galau-galau ga jelas seharian dan sempat berpikir untuk bunuh diri dengan menenggelamkan diri di bak mandi.

Brangkat jam 9 dari stasiun, kami pun sampai di markas pusat atau bahasa jepang gaulnya: Ha-Ki (HQ alias Headquarters) sekitar jam 10an. Kami pun dibriefing sebentar dan langsung duduk manis di satu ruangan buat antri interview. Setelah menunggu sekitar sejaman (sejaman loh, ingat, sejaman tidak sama dengan satu jaman), akhirnya tiba giliran gw. Entah kenapa, karena gw ud pesimis akibat wawancara kemaren di pabrik, gw malah jadi lebih lepas melakukan waawncara di sini. Yang menarik juga, si bapak bos besar divisi gw sangat antusias melihat kontur vortex yang warna-warni pada presentasi gw. Wawancara pun jadi asik en sama seperti kemaren, wawancara ini juga ditutup dengan gw curhat tentang kecintaan gw pada gundam. Alhasil, entah kenapa selesai wawancara, gw jadi optimis, padahal kemaren gw saking pesimisnya ampe pengen bunuh diri pake oven.

Sekitar jam 1-an, setelah makan siang dan interview kelar, yang tersisa tinggal gw, Alvi, dan Dong Wensi. Anak-anak Vietnamnya ud pulang duluan. Alhasil, secara masih jam 1, kami pun memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Secara (lagi), sekarang posisi kami di deket Tokyo, adapun tujuan jalan-jalan kali ini adalah Tokyo Tower. Dengan berbekal melihat puncak Tokyo Tower dan sotoy, kami pun asal jalan menuju Tokyo Tower. Ketika puncak Tokyo Tower tidak terlihat, saat itulah Dong Wensi diberdayakan buat nanya jalan (doi orang Singapur tapi bisa bahasa Jepang dikit2).

Alhasil, setelah beberapa lama jalan-jalan, kita pun nyampe di kuil deket Tokyo Tower. Kami pun masuk ke kuil ini dan foto-foto. Di kuil ini berasa banget Jepangnya. Kami pun menghabiskan waktu cukup lama di sini. Di bagian paling dalem dari komplek kuil ini, ada satu kuil yang isinya tempat jualan suvenir. Di sini, gw beliin jimat kesehatan buat mak ama babe gw buat oleh2. Tadinya gw maw beliin jimat juga buat adek gw, sayangnya di sini ga jual jimat supaya suka ngasi duid ke kakak. Alhasil, gw pun memutuskan untuk ngasi oleh2 yang laen buat adek gw: KFC Jepang, haha.

Di depan kuil suvenir ini, ada juga kotak ramalan. Jadi kotak ramalan ini bentuknya kotak (ya iy lah) yang berisi banyak untelan kertas di dalamnya serta lobang duid di sampingnya. Masukin duid 200yen ke lubang, dan ambil satu untelan ramalan buat ngecek peruntungan anda, lalu gantung kertas ramalannya di tempat yang disediakan, begitulah kira-kira adatnya. Gw pun memberanikan diri membuang 200 Yen (alias 20rebu) dan mengambil satu ramalan. Asoy!

Gw pun membuka kertas ramalan dan di luar dugaan, hasilnya excellent. Gw lupa kata-kata detilnya, yang pasti, peruntungan gw lagi yahud. Yang paling gw inget adalah waktu bicara tentang pekerjaan, kata-kata di kertas ramalannya adalah: “No one can stop you!”. Alhasil, gw pun langsung menjadi superoptimis dan fantastis. Padahal klo dipikir2 lagi, kata-kata “No one can stop you” itu artinya bisa aj buruk. Contohnya: “No one can stop you from failing this job”. Eniwei, untunglah gw ga kepikiran hal-hal bodoh macem ini saat itu dan setelah membaca ramalan ini, gw pun jadi hepi dan melayang-layang.

Nah, ternyata, Tokyo tower tu terletak di belakang kuil tersebut. Jalan 5 menit dari kuil dan kita pun sampe di Tokyo Tower. Asoy! Niatnya sih tadinya maw naek ke atas Tokyo Tower en foto-foto. Sayangnya, liftnya lagi direnovasi dan harga naeknya pun cukup mahal, 2000Yen, jadi klo pun liftnya lagi ga direnov pun, gw belum tentu jadi naek. Alhasil, kami pun cuman foto-foto di bawahnya Tokyo Tower (Sedih pisan ngedengernya) dan liat-liat ke dalemnya sebentar. Gw pun baru tau klo Tokoy Tower tu bawahnya kek mal biasa, cuman di atasnya aj ada semacem observatori. Hahaha, noraknya gw:D.

Setelah puas muter2 bawahnya Tokyo Tower, gw, Alvi dan Dong Wensi pun memutuskan untuk dislokasi (dislokasi = berpindah lokasi). Kami pun berjalan kembali ke stasiun Hamamatsu-cho dengan berbekal ingatan dan papan petunjuk jalan. Sesampainya di stasiun, Dong Wensi memutuskan untuk balik ke guesthouse sementara Alvi, entah gimana caranya, berhasil memanipulasi gw buat pergi ke Sankeien Garden di Yokohama. Alhasil pergilah kita naek kereta dan disusul dengan naek bus ke Sankeien Garden.

Kita sampe di Sankeien Garden pukul 4.30. Cilakanya Sankeien Garden ini tutup jam 5. Alhasil, gw dan Alvi pun bimbang. Harga tiketnya lumayan sih, 500Yen, tapi cuman bisa setengah jam di sini, tapi juga ud jauh2 jalan ke sini masa batal. Akhirnya, dengan berat hati, gw dan Alvi pun membayar tiket masuk dan masuk ke Sankeien Garden.

Sankeien Garden adalah taman yang klo menurut gw cocok banget buat pacaran. Di sini ada banyak sakura (yang sayangnya lagi ga mekar) dan phohn2 laennya dengan danau yang yahud plus bebek-bebek dan burung-burungnya. Di sini juga ada bangunan tradisional Jepang en pagoda plus taman-taman kecil yang keren2. Pokoke, suansa di sini cocok banget buat orang yang lagi pacaran. Beberapa pasangan juga terlihat sedang mesra2an di bangku sambil menikmati keindahan taman. Satu yang disesalkan, gw ke sini bareng Alvi.

Gw en alvi di sini cukup lama karena luasnya Sankeien Garden. Bahkan ampe jam 5, kami belom kelar menjelajahi semuanya, tapi tetep cuek dan terus muter2 en foto2. Karena ud lewat jam 5, pengunjung laen pun ud pada pulang dan kami bebas moto seenak jidatnya dengan pose selangka mungkin:D. Setelah kurang lebih jam 5.45, barulah kami pulang, haha.

Dari Sankeien Garden, kami pun langsung naek bus ke stasiun dan pulang ke guesthouse naek kereta. Walaupun sempet hampir salah pilih bus karena ga bisa baca jurusannya, kami pun berhasil pulang dengan selamat berkat bantuan seorang ibu2 di halte. Makasih ibu, upahmu besar di surga:D. Dari stasiun Yokohama, lagi-lagi Alvi maw memisahkan diri. Doi maw muter2 lagi buat nyari cocobi (gw rasa cocobi ini ada ganjanya kali ya) dan akhirnya kita pun berpisah di stasiun Yokohama. Gw pun langsung pulang ke guesthouse buat mengistirahatkan kaki gw yang ud kriet-kriet gara2 kebanyakan jalan. Sesampainya di kost, gw pun langsung berendam, mandi, dan tidur dan hari keempat gw di Jepang pun berakhir.

Ditulis pada Cerita Petualangan Liar Saya | Tinggalkan Komentar

Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 3

Sama seperti di hari kedua, berkat weker maksiat di guesthouse, gw pun ud bangun jam 5 pagi. Adapun jadwal gw hari ini adalah bertemu dengan Matsumoto-san di stasiun Shin-Yokohama jam 8 untuk pergi ke pabrik di Keihin untuk tour pabrik plus wawancara dengan bos pabrik. Ga pake lama, gw pun langsung mandi, pake baju, dan cabut dari guesthouse jam 7. Adapun hal ini gw lakukan karena gw pengen fotocopi presentasi gw (buat wawancara entar) dulu sebelum ke stasiun karena takut kurang.

Gw memutuskan untuk fotokopi di semacam convinience store yang bernama Lawson. Di sini, mesin fotokopinya otomatis alias self-service. Secara gw agak punya pengalaman buruk dengan mesin2 yang berbau otomaits (contohnya: pengalaman dengan mesin setor tunai BCA), gw memutuskan untuk tidak sotoy dan langsung meminta bantuan penjaga toko untuk mengoperasikan mesin fotokopi otomatis ini. Yang gebleknya, sang penjaga toko ga bisa bahasa Inggris. Yang lebih gebleknya lagi, pas gw bilang ke doi: “Nihongo ga wakarimasen” alias ” Saya ga ngerti bahasa Jepang”, doi kontan merespons: “Hountou?” alias “Serius loh?” alias “Sumpe loh?”. Alhasil, terpaksa bahasa tarzan digunakan.

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 15mnt u-u-a-a sama mbak penjaga tok Lawson, gw pun sukses memfotokopi presentasi gw (dengan tarif extreme, 100yen alias 10rebu ruppiah per lembar, damn). Jam 8 teng kurang dikit, gw pun tiba di stasiun Shin-Yokohama. Sembari menunggu Matsumoto-san, gw pun merapikan fotokopian gw dan tiba-tiba para peserta interview ud pada ngumpul semua dan rame. Adapun yang akan ikut ke Keihin hari ini adalah: gw, Setyo, Alvi, Agung (anak UGM temennya Alvi), 3 orang Vietnam yang gw lupa namanya (hahaha), 1 orang Singapura bernama Ding Wensi (klo ga salah), dan satu orang Taiwan ahli material yang keknya temennya si Dong Wensi. Adapun Agung udah pergi ke Keihin hari senen kemaren tapi hari ini pergi lagi buat interview dengan divisi yang berbeda.

Setelah komplit, kamipun digiring ke Keihin naek kereta. Untuk ke Keihin, kami kudu 3x ganti kereta (klo ga salah itung) sambil berdesak-desakan. Ternyata di luar dugaan, Keihin ini adalah kota di pinggir pantai dengan dermaga. Stasiun di Keihin juga cuman stasiun kecil dan merupakan stasiun yang paling ujung. Dari stasiun Keihin, tinggal nyebrang jalan dan, sim salabim, kami pun nyampe di pabrik. Gw pun curiga, jangan-jangan stasiun ini dibuat khusus buat orang2 yang kerja di pabrik.

Eniwei, sesampainya di pabrik, kami dibriefing sebentar di office mengenai jadwal hari ini, lalu kami pun langsung diarak keliling pabrik oleh 2 orang bos pabrik (yang lagi-lagi gw lupa namanya) untuk perkenalan pabrik sembari cerita-cerita jobdesk yang ada di pabrik ini. Untungnya, ga ada kebodohan ataupun kekonyolan yang gw lakukan selama tur pabrik kecuali kentut diam-diam pas gw agak jauh dari rombongan. Jadi, singkat cerita, tur pun kelar dan kami kembali ke office untuk antri interview.

Setelah menunggu sejaman (sejaman yah, bukan satu jaman), akhirnya tibalah waktunya gw untuk diinterview. Dengan detak jantung 10x lebih cepat dari biasanya, gw pun memasuki ruangan interview untuk diinterview oleh 2 orang bos pabrik yang tadi ngasi tur pabrik. Saking gugupnya, saat gw ngetik bagian inipun, detak jantung gw kembali berdegup kencang (lebay!). Untunglah, dengan bekal latian presentasi yang gw lakukan sambil mengukur diameter gelembung kentut gw pas gw berendem di guesthouse slama 2 hari kemaren, gw pun sukses mempresentasikan diri gw dan tugas akhir gw. Asoy!

Selanjutnya, mereka bertanya-tanya sedikit tentang gw dan tugas akhir gw dan sisanya interview ini diisi dengan mereka menceritakan jobdesk di pabrik dan gw menceritakan kecintaan gw pada Gundam. Namun, satu hal yang bikin gw jadi galau adalah, di saat-saat terakhir, doi menanyakan bedanya turbin en generator dan gw dengan spontan menjawab: “turbin adalah bagian dari generator pak” dengan nada gagah dan ludah muncrat. Entah kenapa gw merasa shallow dengan jawaban gw ini dan gw pun menjadi pesimis bakal lolos.

Eniwei, entah gimana ceritanya, interview pun berakhir dan kami semua pulang ke guesthouse. Sebenernya, gw masih pengen jalan-jalan, cuman karena kita pulangnya ud sore, gw pun memutuskan untuk balik aj ke guesthouse. Adapun Alvi, si bocah gendeng maniak cocobi memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan untuk melanjutkan petualangannya mencari cocobi di Yokohama dan usaha doi pun membuahkan hasil. Selamat Alvi, jangan lupa disisain satu buat gw ya cocobinya.

Sesampainya di kost, gw pun langsung galau karena turbin, generator, dan laptop gw (yang rusak). Untuk memperbaiki mood gw, gw pun membayangkan besok gw bakal ketemu Sora Aoi di tengah jalan dan akhirnya gw pun tertidur dengan lelap sambil memikirkan Sora Aoi. Dengan bermimpinya gw tentang Sora Aoi, kisah petualangan gw di Jepang pun resmi berakhir.

Ditulis pada Cerita Petualangan Liar Saya | Tinggalkan Komentar

Lagi-Lagi, Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur

Hari ini, gw mengalami kecelakaan naas (lebay!) dengan belalang tempur gw. Kejadian ini baru saja terjadi 2 jam yang lalu dan saat ini gw mengetik postingan blog ini dengan tangan berlumuran darah (lebay). Namun, secara postingan yang paling rame dibaca di blog ini adalah postingan yang menceritakan kenaasan gw (Percaya atau ga, Cerita Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur yang pertama dibaca ampe 100 orang, sementara postingan yang laennya cuman dibaca 5-10x), gw pun lebih memilih nulis blog dibanding mengobati luka gw. So, inilah dia, kronologi kejadiannya.

Kejadian ini bermula pukul 6 sore tadi. Gw baru saja pulang dari maen futsal di Sabuga bersama om Maris (ditraktir karena doi ultah, met ultah ya om, semoga enteng jodoh dan tambah putih:D). Tubuh gw lemas dan mental gw labil karena tadi gw dicupu-cupuin bocah2 Vietnam yang ikutan maen. Pas gw maw naek belaalng tempur gw buat pulang, adapun si Nope mengesms gw. Doi mengabarkan bahwa Eling, wanita langka temen gw yang berwajah mirip badut, maw traktir Pizza Hut. Ceritanya Eling baru pindah kost, jadi traktiran ini cem selamatan kostan baru. Gw, sebagai anak kost yang kere dan susah buang air besar, tentu saja langsung nafsu membara begitu mendengar kata traktir. Alhasil, gw pun langsung memacu sepeda dan berangkat ke kostan baru Elnig di daerah Plesiran.

Tadinya, gw maw ke Plesiran lewat gang yang di seberangnya Jalan Badak Singa. Namun, karena napsu en kalap, gw pun lupa klo harus belok. Alhasil, gw kebablasan dan kudu ke Plesiran lewat Baltos (Balubur Town Suare). Nah, setelah melewati Baltos ini, ada turunan yang kemiringannya kurang lebih sekitar 45 derajat. Secara gw ini jiwanya adalah jiwa pembalap, gw pun langsung berpose bak pembalap sedang ngebut dan melewati turunan maut ini dengan kecepatan tinggi.

Sebenernya, gw ud biasa melewati turunan ini dengan kecepatan tinggi, sambil ngupil malah. Cuman, yang kali ini, gw lupa klo tepat setelah turunan ada polisi tidur. Kenapa gw lupa? Mungkin karena ud kalap dan buru2 pengen nyampe soalnya takut ga kebagian Pizza. Alhasil, gw pun ga ngerem dan melewati polisi tidur dengan kecepatan 1.2Mach (lebay!). Lalu entah gimana ceritanya, tangan gw terlepas dari pegangan dan gw pun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sebelah kanan. Karena kecepatan gw cukup fantastis saat jatuh, gw pun terseret sejauh 2meteran sebelum akhirnya gw berhenti tepat di samping seorang pejalan kaki yang sedang kaget melihat atraksi bunuh diri gw.

Sebenernya gw cukup beruntung dalam insiden kali ini. Karena tas gw ada di sebelah kanan dan tas tersebut menggembung karena diisi jaket yang diuntel-untel, gw terjatuh berbantalkan tas gw. Sehingga jatuhnya gw cukup empuk bak melompat ke ranjang springbed. Ga ada cedera yang parah selain lecet-lecet dan cangcut gw yang sobek sedikit (gw juga ga ngerti kenapa bisa sobek, mungkin juga emang ud sobek sebelon jatuh). Namun, yang parah adalah kemaluan*nya. Yup, gw terjatuh dan berhenti tepat di sambil seorang pria muda yang sedang jalan kaki santai. Doi cukup shock melihat gw yang tiba-tiba muncul dari samping sambil menyeret aspal. Hal ini terlihat dari luas bukaan mulutnya ketika melihat gw. Karena kemaluan tersebut, gw pun langsung bangun dengan salto dan berkata: “Ga perlu panik, saya tidak apa2..” sambil menahan rasa sakit dan kemaluan* gw. Doi kemudian membantu gw memberdirikan belaalng tempur gw dan pergi setelah sekalilagi bertanya apakah gw kenapa2. Damn, kenapa musti ada saksi mata tiap kali gw jatuh.

Seusai jatuh, gw langsung melanjutkan perjalanan ke kost Eling buat makan Pizza. Namun, sialnya lagi, Pizzanya ud keburu abis dan mereka cuman menyisakan dua slice (ud bagus disisain). Itu pun gw rasa toppingnya ud dicomot2in dikit-dikit. Gw pun langsung terkulai lemas. Gw rasa klo gw cerita pengalaman ini mau dijadiin peribahasa, bunyinya kaya begini: “Sudah jatuh dari sepeda, tak dapat Pizza pula…”

Well, long story short, gw gappaap. Gw juga pengen kasih nasihat ke semua temen2 gw daan pembaca. Intinya: “Hati-hatilah saat Eling maw mentraktir anda karena kejadian buruk bisa menimpa anda..”

Stepen – Pujangga Peribahasa

*Kata kemaluan yang ada di dalam postingan ini bukanlah kemaluan biasa, melainkan sesuatu yang selalu disembunyikan dan tidak pernah diperlihatkan ke orang lain. Semoga postingan ini ga melanggar UU Pornografi dan UUD 45.

Ditulis pada Curhat | 1 Komentar