Catatan Liburan Bali Januari 2011 – Prologue

Setelah sekian lama ga pernah liburan bersama, akhirnya di bulan Januari yang indah ini, gw sekeluarga (gw + bonyok + adek gw) akhirnya liburan lagi, tepatnya ke Bali.

Wacana liburan ini sebenernya uda ada dari Desember 2010 yang lalu. Waktu itu, gw merengek2 ke bokap (sambil jedotin pala ke tembok en lompat-lompat di atas meja makan) buat liburan ke luar Jawa. Waktu itu, venue yang gw inginkan adalah NTT, NTB, Timor, dan daerah sekitarnya. Melihat anak sulungnya yang mulai berubah wajahnya (dari tampan menjadi sedikit kurang tampan), bokap gw mengabulkan permintaan gw dan mengambil cuti seminggu menjelang taon baru. Sayangnya, liburan batal karena adek gw masih dikejar2 laporan KP. Akhirnya bokap mengabiskan hari-hari cutinya di rumah, bermalas-malasan:D…

Untungnya, nasib berkata lain. Kira-kira 2minggu sebelum kuliah dimulai, gw memenangkan paket liburan ke Bali karena gw juara L-Man Contest tahun 2010 kategori best six pack (suer, gw ga boong). Alhasil, kita pun liburan ke Bali. Bokap berangkat duluan tanggal 13 Januari pagi sementara gw sama nyokap en adek gw menyusul malemnya, jam 20.40.

Karena gw sekeluarga menganut prinsip anti deadliner (kecuali kalo ud terpaksa), berangkatlah gw ke airport jam 17.00, sampe di airport jam 18.00, terus ngurus tetek bengek, en akhirnya ud standby di ruang tunggu jam 19.00. Karena masih lama, bokap menyarankan nunggu di bisnis lounge daripada belengang-belengong di ruang tunggu. Akhirnya, pergilah gw sekeluarga ke bisnis lounge.

Bisnis lounge ternyata adalah ruang tunggu untuk para penumpang juga, cuman bedanya, di lounge, disediakan berbagai macam fasilitas-fasilitas seperti makanan, minuman, snack, internet, dan bahkan jasa pijat. Sayangnya adalah, kita harus bayar buat masuk ke bisnis lounge, klo ga salah 50rebu seorang. Klo gw bepergian sendiri, ga akan mungkin gw masuk ke bisnis lounge. Gw lebih milih belatungan di ruang tunggu daripada harus keluar duid. Tapi karena ada nyokap dan karena paksaan, apa oleh buat, gw pun memasuki bisnis lounge untuk pertama kalinya.

Gw memasuki bisnis lounge dengan langkah tegap dan badan bidang layaknya seorang eksekutif muda yang tampan dan sukses. Sayangnya, sifat gembel gw langsung keluar begitu gw melihat hamparan makanan prasmanan yang tersedia. Mata gw langsung tertuju ke vending machine nescafe dengan pilihan milo. Dengan cepat gw mengambil gelas kosong dan mengambil segelas milo panas dari vending machine itu. Asoy…

Selayaknya seorang eksekutif muda, gw pun duduk di kursi, mengeluarkan laptop, dan menyelesaikan bisnis plan gw (baca: maen emulator PlayStation) sambil menikmati segelas milo hangat. Ketika gw meneguk milo hangat itu, barulah gw menyadari sesuatu yang aneh. Milonya ga berasa kayak milo, tapi kayak kopi. Apa jangan2 tempelan milo di vending machine itu palsu?

Untuk memastikan hipotesa fantastis gw, gw minta tolong adek gw buat ngetes milonya. Doi sependapat dengan gw, dan merasa bahwa itu bukan milo, tapi kopi. Layaknya seorang meneliti, gw juga meminta nyokap ngetes milonya untuk memperkuat analisis gw. Menurut nyokap, itu adalah benar milo. Nyokap erargumen bahwa gw salah merasa karena milonya terlalu panas. Gw coba cicip milonya sekali lagi, tapi menurut gw memang rasanya kopi.

Gw dan nyokap berdebat kurang lebih selama 15menit sampai akhirnya adek gw mencicipi milo itu kembali. Kali ini doi menyatakan bahwa itu beneran milo. Katanya, tadi dia salah merasa gara2 panas. Mendengar pernyataan dari adek gw yang polos, akhirnya gw percaya bahwa itu adalah milo dan menghabiskannya sedikit demi sedikit sambil menyusun bisnis plan lagi.

Sayangnya, gw lupa bahwa nyokap gw adalah mantan agen KGB yang biasa berkomunikasi lewat kode-kode agar ga ketauan musuh. Ketika adek gw mencicipi milo untuk yang kedua kalinya, ternyata nyokap (yang saat itu masih berdebat sambil maen silat sama gw) diam-diam mengirimkan kode ke adek gw. Isi kodenya kira-kira kaya gini: “Bilang kalo itu beneran milo atau kamera SLR kamu mama sita!”. Karena kamera SLRnya disandera, adek gw pun membantu nyokap mengelabui gw dan membuat gw meneguk habis kopi rasa milo itu. Akibatnya, gw pun tetap terjaga selama 18 jam ke depan. Hingga berita ini diturunkan, nyokap pun masih insist bahwa itu bukan kopi, tapi itu adalah ovaltine, makanya rasanya agak beda. Namun, tak ada seorangpun yang tahu kejadian yang sesungguhnya.

Setelah mendekati jam terbang pesawat, gw sekeluargapun meninggalkan bisnis lounge, naek pesawat,terbang selama 1,5 jam, dan akhirnya mendarat di Bali. Sesampainya di Bali, bokap ngejemput kita, lalu kita jalan-jalan sebentar di Kuta en liat2 HardRock, sebelum akhirnya ke hotel dan tidur. Untuk hari pertama ini, gw sekeluarga nginep di hotel, tapi berikutnya, kita bakal nginep di rumah temen bokap.

Bersambung…

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Catatan Liburan Bali Januari 2011 – Prologue

  1. linkse berkata:

    temukan beberapa kebohongan dalam tulisan ini..

  2. hicha berkata:

    Contest L-Man (kalo ga salah tulisannya L-Men)😛

    cerita bersambung lu nambah terus pen.

  3. chella kerennian berkata:

    OMG…kebohongan apa lg yg bakal lo tulis cuy…???

  4. Ping balik: Catatan Liburan Bali Januari 2011 – Day 1 – Part 1 | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s