Catatan Liburan Bali Januari 2011 – Day 1 – Part 1

Setelah kemaren dengan sukses ditipu nyokap dan adek gw, gw pun melewati malam pertama gw di Bali dengan ga bisa tidur (Mau tau kenapa? Silahkan baca catatan liburan Bali Januari 2011 yang pertama). Gw sekeluarga untuk malam pertama ini nginep di hotel Dynasti di Kuta, satu kamar untuk berempat, namun untuk hari-hari berikutnya, kita bakal nginep di rumah kosong temen bokap di  daerah Uluwatu. Jadi, pagi-pagi jam 10, gw sekeluarga berangkat ke rumah temen bokap buat naro tas, ngeset basecamp dll.

Kira-kira setengah jam perjalanan, gw nyampe di rumah yang dimaksud. Ternyata kompleks perumahannya ada di deket GWK (Garuda Wisnu Kencana), dan bahkan sesampainya di depan kompleks perumahannya, ada patung GWK versi mininya yang ud utuh tapi cuman 2 meteran. Kompleks perumahannya asik, sepi dan hijau. Saking hijaunya, beberapa taman ditandai dengan tulisan ‘Bird Sanctuary’ karena banyak burung-burung yang suka hinggap di sana.

Rata-rata rumah di sana cuman satu kamar, pkknya kecil. Untungnya, rumah temen bokap ini ud direnov jadi 2 kamar, kita ga perlu tidur desek2an berempat kaya di hotel kemaren. Namun yang menarik dan yang akan menjadi topik utama bahasan postingan ini bukanlah rumah tersebut, tapi danau di depan rumah tersebut.

<Perhatian! Tulisan di bawah ini mengandung unsur mistis dan sedikit horror. Bagi mereka yang takut, saya sarankan untuk membaca tulisan ini dengan satu mata tertutup. Karena jika anda membacanya dengan dua mata tertutup, semuanya akan menjadi gelap>

<Perhatian! Agar suasananya lebih mendukung,penulis akan mengubah gaya menulisnya. Mohon siapkan kantung muntah sebelum anda membaca tulisan di bawah ini>

Di depan rumah itu, terdapat taman kecil dengan pohon-pohon besar dan sebuah danau kecil di tengahnya. Tepat di pinggir danau tersebut, 4 buah patung bidadari berdiri menghiasi danau tersebut, seolah mereka sedang menjaga danau tersebut. Sebuah pura kecil dan cukup tua pun terlihat di dekat danau itu. Danau 4 bidadari, begitulah penduduk sekitar menyebut danau itu.

Berbagai cerita penduduk sekitar telah kudengar tentang danau itu dan papan bertuliskan ‘Dilarang Memancing!’ di tepi danau itu seolah membenarkan semuanya. Namun satu cerita tentang danau itu yang telah kulihat dengan mata kepalaku sendiri adalah bagaimana tidak ada satupun daun-daun gugur yang jatuh di danau itu sementara tanah di sekitar daun itu dipenuhi daun-daun yang berguguran.

Aku memberanikan diriku memasuki taman itu, mengambil beberapa foto sampai akhirnya ayahanda memanggilku. Kami memasuki mobil dan berangkat ke Nusa Dua. Di tengah perjalanan, sebuah cerita lain tentang danau itu pun mengalir keluar dari mulut ayah.

Beberapa tahun silam, seorang pria hidup sendiri di salah satu rumah yang berseberangan dengan danau itu. Di suatu pagi, seorang teman mendatanginya dan mengajaknya memancing di danau itu. Suatu sensasi yang dingin pun mereka rasakan saat memancing, namun hembusan udara pagilah yang menurut mereka mereka rasakan saat itu. Pagi berganti siang dan siang berganti sore, tak satupun ikan mereka dapatkan. Hanya rasa dingin yang tidak mengenakan hati. Menjelang gelap, akhirnya mereka berhasil memancing beberapa ikan. Sayang mereka tidak tahu sesuatu yang lain yang mereka pancing juga bersama ikan-ikan itu. Sang pria memutuskan untuk memelihara ikan tersebut di kolam koinya, bersama koi-koi lain.

Setelah hari itu, semuanya berubah. Sang pria selalu merasakan sensasi dingin setiap kali ia berjalan di dekat danau itu dan seekor burung bangau mendatangi kolam koinya dan melukai koi-koinya setiap kali sang pria melepaskan matanya dari kolam tersebut. Sampai akhirnya seorang teman memberitahukan sang pria tentang kesalahannya. Ia pun segera mengembalikan ikan yang ia tangkap ke danau itu dan memasuki pura di belakang danau itu untuk meminta maaf. Semuanya pun kembali seperti semula, hanya saja kini papan bertulisan ‘Dilarang Memancing!’ tertancap di dekat danau tersebut.

Bersambung…

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan Liburan Bali Januari 2011 – Day 1 – Part 1

  1. Ping balik: Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s