Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur

Kemaren, 27 Januari 2011, seperti biasa, gw ngampus. Gw dateng sekitar jam 10an ke lab, joget-joget selama 3 jam, lalu akhirnya gw kelaperan dan memutuskan buat cari makan. Karena ud jam 1, gw yakin menu ayam timbel plus fanta minus sayur-sayur lalap di kantin GKU ITB ud abis. Akhirnya, gw memutuskan untuk makan popmi aj di Kokesma ITB, secara timbel dan popmi rasa dan bentuk mirip2:D.

Gw pun berangkat dari lab dengan menggunakan belalang tempur limited edition gw. Seperti biasa, gw lewat jalan samping. Namun, hari itu, nasib naas menghampiri gw.

*Jalan samping adalah jalan yang ada di samping. Jalan ini letaknya ada di samping. Oleh karena itu, jalan ini disebut jalan samping. Jalan samping ini diberi nama jalan samping karena ga ada di tengah. Jalan samping ini adalah jalan yang menghubungkan lab gw dengan Kokesma ITB.*

Karena jalan yang gw lewati ini adalah jalan samping, jalan ini hanyalah sampingan, jadi kurang terawat dan banyak geronjalannya (baca: banyak lubang-lubangnya). Ketika gw melewati daerah lubang-lubang ini, tentu saja suspensi belalang tempur gw bergerak naik turun. Hal ini adalah wajar. Yang tidak wajar adalah tiba-tiba garpu pemegang ban depan belalang tempur gw berjalan lebih cepat dan meninggalkan gw, bodi belalang tempur gw, dan ban belakang belalang tempur gw. Sayangnya, belalang tempur gw tidak dilengkapi kursi lontar. Alhasil, gw pun terjatuh dari belalang tempur gw.

Untunglah gw dulu pernah les balet dan maen barbie, jadi ketika gw akan terjatuh dan membentur jalan, gw berhasil melakukan posisi lilin sebelum akhirnya menghantam tanah. Singkatnya, gw berhasil menahan momentum gw dengan menggunakan tangan kiri gw dan mencegah impact antara kepala gw dan jalan secara langsung. Namun karena gw saat itu tengah melaju dengan kecepatan mendekati kecepatan suara, gw tidak dapat menahan secara sempurna jatuhnya gw. Gw pun terguling sejauh 100 meter dan memecahkan rekor MURI ‘Guling-guling terjauh’.

Setelah berhenti terguling, gw terkapar sejenak. Gw melihat langit biru yang begitu indah, burung-burung bergoyang, pohon-pohon berterbangan. Gw melihat cahaya putih, mobil merah, dan motor hitam. Pikiranku ringan, angan-angan melayang, tiba-tiba seluruh memori gw terflashback ke dalam pikiran gw. Bagaimana gw dulu selalu bertepuk sebelah tangan, bagaimana gw dulu selalu ngompol di celana adek gw, dan bagaimana gw dulu selalu pake celana dalem di luar celana luar.

Intinya gw terkapar. Lalu pandangan gw tertuju pada pos satpan di deket situ. Gw melihat seorang satpam tiba-tiba keluar dari posnya karena mendengar sonic boom belalang tempur gw, tapi mendapati seekor anak monyet terkapar lemah begitu dia keluar dari posnya. Dia pun langsung panik dan berlari ke arah gw. Gw pun bangun dan berpindah ke posisi duduk untuk mengurangi rasa malu juga.

Ternyata, selain satpam, ada 2 anak mesin dan satu bapak penjaga lab yang mendengar sonic boom belalang tempur gw dan menghampiri gw yang terkapar. Dengan tenang gw menganalisis cedera yang gw dapat dari kecelakaan ini: bibir kiri sobek sedikit, bahu kiri memar sedikit, pergelangan tangan kiri keseleo dikit, dan pikiran mesum sedikit. Aniwei, intinya, gw gapapa. Jadi, kalian para fans gw tak perlu bersedih lagi. Bahkan saat ini, gw menulis postingan ini sambil naek belalang tempur.

Eniwei, lanjut ke ceritanya, gw pun dihampiri para penolong gw (satpan + bapak penjaga lab surya + 2 anak mesin). Mereka menanyakan keadaan gw dan menawarkan untuk mengantarkan gw ke Klinik Bumi Ganesha. Gw dengan suara gantengpun menjawab, “Gw gapapa, cuman ngompol aj di celana sedikit. Klo ada yang bawa celana dan cangcut lebih, g pinjem yah!’.

Gw pun berdiri dan anak mesin itu menawarkan gw untuk membersihkan luka-luka gw dan bekas ompolan gw. Gw pun jalan bareng mereka ke lab surya mesin dengan 2 anak mesin membawa belalang tempur gw yang ud terbelah dua. Sesampainya di lab surya, gw mendapati banyak anak-anak mesin lagi ngumpul. Kayaknya mereka anggota tim Shell Eco-Marathon (SEM) ITB. Gw pun langsung lari ke toilet lab surya.

Di toilet lab surya, gw menghabiskan waktu 5 menit membersihkan luka-luka gw dan 2 jam memikirkan apa yang ahrus gw lakukan dan katakan ke anak2 mesin itu supaya gw tetap terlihat keren walaupun abis jatoh dari sepeda. Saking lamanya, sampe ada anak mesin yang datengin gw di toilet, mungkin takut gw koit di toilet atau bunuh diri karena malu (Well, ini sempat gw pikirkan:D).

Alhasil, gw keluar dari toilet dan menghampiri anak2 mesin tersebut. Gw terkejut begitu melihat mereka telah memperbaiki belalang tempur gw. Damn! Gimana kalau ada teknologi rahasia di belalang tempur yang mereka curi, lalu mereka terapkan di mobil mereka untuk SEM? Mereka bisa menang mutlak karena belalang tempur menyimpan rahasia untuk efisiensi konsumsi bahan bakar. Well, ya sudahlah, anggap aj itu hadiah terima kasih gw.

Gw pun mengucapkan terima kasih dan sungkeman ke semua anak mesin yang ada di sana karena telah menolong primata langka dan memperbaiki belalang tempur gw. Lalu gw kabur karena malu. Gw mendoakan agar semua anak mesin itu cepat lulus dengan predikat cum laude agar ga ketemu gw lagi di kampus. Gw membayangkan jika mereka lama di kampus dan tiba-tiba berpapasan ama gw di jalan, mereka menyapa gw kaya gini: “Eh, lo yang waktu itu jatoh guling-guling dari sepeda trus maw bunuh diri di toilet kan?”.

Well, eniwei, gw selamat dan baik-baik saja walaupun gagal beli popmi. Belalang tempur gw pun kini dilengkapi dengan sistem kursi lontar untuk membunuh pengendaranya ketika jatuh dari belalang tempur agar tidak malu. So, thank banget buat orang-orang yang udah menolong gw. Semoga kalian cepat lulus dengan predikat cum laude agar ga ketemu gw di kampus:D. Gw berjanji tidak akan mengendarai belalang tempur dengan kecepatan suara lagi dan tidak akan ngompol di celana lagi.

Pos ini dipublikasikan di Curhat dan tag . Tandai permalink.

9 Balasan ke Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur

  1. linkse berkata:

    Aghhhhh nyesel gw nyesel!! Nyesel gw kemaren ga ke kampus menyaksikan ketotolan lu yang kesekian kalinya!!
    Sekali ini gw mohon sama lu buat ngebikin reka ulang nya pen!!
    Plisss… kembalikan kebahagian gw pen!! Hahahahaha…. *ngakak guling-guling*

  2. Echie berkata:

    Great story!😀
    Sambil baca, dengan otomatis gw menyaring sendiri mana yang nyata mana yang bumbu :p

  3. bayu adi dharma berkata:

    jaman pelek gw pecah kaga ampe guling2 juga pen

  4. Meda berkata:

    ROFL!!! ipeeennnn! aduh gw ngakak sampe nangis.. terhibur sekalian sedih buat lo!
    btw belalang tempur lo itu sepeda apa sepeda mototr nih?!
    anywaaayy.. laen kali coba cri timbelnya dulu dong! jangan medit lo!!
    hahaha..
    Bakat banget sih lo buat nulis ginian.. keep the good work buddy!

  5. tania berkata:

    hahahhaa.. g menelan ego g buat komentar di note lo yg ini pen.
    lo lg butuh manager ga? sini g orbitkan lo jadi pasangannya agmon di film dia terbaru ‘Cinta, Monyet!’. kriteria lo udah pas bgt. bisa pipis sambil balet, bisa belah sepeda jadi 2, bisa masuk MURI dalam daftar manusia cum laude tapi cacat otak.
    O.K B.G.T deh lo! :p

  6. Ping balik: Belalang Tempur yang Terlupakan | stepenstependotcom

  7. Ping balik: Lagi-Lagi, Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur | stepenstependotcom

  8. Ping balik: Belajar Vespa? – Part 2 – Ngegenjot | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s