Belalang Tempur yang Terlupakan

Setelah januari kemarin gw menceritakan aksi kepahlawanan gw bersama dengan belalang tempur, kali ini, gw akan menceritakan pengalaman lain gw menumpas kejahatan bersama belalang tempur yang baru terjadi kemaren. Berikut ceritanya:

Kemaren, 11 Maret 2011, seperti biasa, gw pergi ngampus dengan belalang tempur limited edition gw. Pergi dari kos pukul 13.00 dan sampai di kampus pukul 13.03. Ya, hanya 3 menit dari kosan gw (Tirtayasa) untuk sampai ke Bandung. All thanks to engine Pratt&Whitney JT8D with afterburner yang terpasang di belalang tempur gw.

Sesampainya di kampus, gw pun memarkirkan belalang tempur gw di tempat VIP (baca: space kosong di pojokan lab gw) dan gw pun beraktivitas seperti biasa di kampus. Gw makan, minum, ngemil, dan ngerjain thesis sedikit. Pokoknya, singkat cerita, jam pun menunjukkan pukul 16.20. Karena insiden bakar-bakaran di WC beberapa minggu yg lalu, sekarang dibuat peraturan baru dimana jam 16.30, lab ud harus kosong. Ini berarti, gw harus pulang dalam waktu 10menit ke depan atau K3L akan dateng ke lab gw dan ngegerebek gw layaknya seorang banci taman lawang yang ga mau pulang ke rumah padahal ud jam 12 siang.

Secara gw sangat takut untuk berurusan dengan K3L (karena gw denger2 semua yang berurusan dengan mereka biasanya berakhir di liang kubur beberapa puluh tahun yang akan datang), gw pun bersiap2 untuk pulang. Gw mengemas laptop gw (emangnya snak, dikemas. Kok snack dikemas? Itu mah suaminya bu Mega. Tidak, gw mulai geje) dan berjalan keluar. Karena masih jam 16.25, gw pun memutuskan buat mangkal sebentar di perpus PN buat ngamen sama jualan rokok.

Di perpus, gw mendapati teman gw, Mahesa Akbar Tralala (Ya, nama lengkapnya Mahesa Akbar Tralala. Ini adalah bahasa sansekerta untuk lembu besar yang bisa bernyanyi). Mahesa, atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Emon, sedang mempersiapkan dirinya menghadapi tes buta warna. Ya, doi sedang menghapal dan menyusun strategi agar ga ketauan buta warna. Gw pun dengan antusias membantu doi membuat ‘contekan’-nya. Tak terasa, 4 jam pun berlalu.

Gw pun bersama teman-teman yang laen dari perpus pulang. Gw pun dengan santainya meninggalkan gedung PN, sampai akhirnya gw ingat bahwa belalang tempur gw masih ada di tempat parkir VIP. Gw pun bergegas balik ke lab, hanya untuk mendapati bahwa gerbang utama lab telah dikunci dan gw ga bisa masuk.

Secara gw dan belalang tempur adalah kawan sehidup semati, gw ga bisa meninggalkan belalang tempur gw sendirian apalagi hari ini hari jumat. Klo gw meninggalkan belalang tempur gw, maka malem minggu besok gw bakalan sendirian. Gw pun mencari seribu satu akal untuk menyelamatkan belalang tempur gw. Secara gw ini manusia fantastis, gw pun menemukan ide jitu untuk menyelamatkan belalang tempur gw: Berdoa.

Ya, gw pun berdoa. Berharap mas Adi yang megang kunci gerbang utama lab ketinggalan HP atau dompetnya di lab sehingga harus balik lagi ke lab dan ngebuka kuncinya. Gw pun berdoa, dan terus berdoa, dan terus berdoa. Akhirnya gw sadar, bahwa doa tanpa usaha tidak akan membantu.

Akhirnya, gw pun memutuskan buat meninggalkan belalang tempur gw sambil berharap dia ga dimakan rayap. Samar-samar, gw mendengar tangisan belalang tempur karena dia tau gw bakal meninggalkan dia hai ini. Walau hati ini terasa pedih, tapi apa boleh buat, gw pun tetap meninggalkan belalang tempur gw.

“Sampai jumpa, partner!” Kita akan bertemu lagi senin depan.  Semoga senin depan pas kita ketemu, rem kamu ud ga blong sebelah, gigi kamu ud ga suka lepas-lepas, dan jok kamu ud ga suka geser sendiri lagi!”

Gw pun berlari meninggalkan lab sambil berlinang air mata yang ternyata adalah belek gw yang blm gw bersihin dari tadi pagi.

Pos ini dipublikasikan di Curhat dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s