Buku Harian Belalang Tempur 15 April 2011

Hari ini, gw bersama bos melakukan roadtrip untuk membasmi kejahatan dan untuk membeli beberapa item langka. Akhirnya, sesuatu yang menantang. Selama ini, bos hanya menggunakan saya untuk pergi-pulang ke kampus dan di kampus. Trayek harian saya adalah Kos-Lab-Kokesma-Lab-Kokesma-Kos. Ini sunggu membosankan dan merupakan pembodohan bagi saya. Kalau mau meminjam kata-kata bos ke bosnya dulu: “Masa saya Aerospace Engineer disuruh bikin surat?”, maka saya pun punya kata-kata sendiri: “Masa Belalang tempur cuman buat transport ke kampus?” Untunglah, hari ini bos menggunakan saya untuk roadtrip. Kalau tidak, saya pasti akan mengkudeta si bos, lalu akan saya jadikan dia tukang poles velg saya.

Perjalanan hari ini dimulai sekitar pukul 9.30 pagi. Bos keluar dari kamarnya dengan pakaian lusuh seperti biasanya dan wajah kusut seperti biasanya. Bos langsung mandi, ganti baju, lalu segera menaiki saa dan kami pun melesat keluar dari kos. Lima menit kemudian, barulah si bos ingat bahwa dia belum memakai celana dalam dan kami pun kembali ke kosan. Saya pun heran. Untuk apa  sih bos harus memakai celana dalam sementara saya dibiarkan telanjang?

Setelah memakai celana dalam, kami berangkat. Tujuan pertama: Superindo Dago. Bos bilang ada isu bahwa ada penjahat yang akan datang ke Superindo Dago. Kami pun ke Superindo Dago untuk menangkap penjahat tersebut. Namun, ternyata, bos hanya pengen sarapan. Setelah 5mnt masuk Superindo, bos langsung keluar lagi dengan roti ambon di tangan, yang ternyata ga enak dan rasanya kaya mayones. Rasain! Kualat sih ngeboonging Motor Super Canggih.

Dari Superindo, kami ngebut ke Jalan Suniaraja buat mencari akrilik. Sepertinya sih ini ga ada hubungannya dengan membasmi kejahatan, tapi berhubung thesis bos ga kelar2, yawdalah saya anterin. Kasian. Sesampainya di Jl Suniaraja, si bos pun lupa nomer tokonya dan parahnya lagi, ternyata di database sistem BLOGS (BLalang-tempur Operating Guidance System) terdapat 2 jalan Suniaraja: Jalan Suniaraja saja dan Jalan Gang Suniaraja. Kami pun bingun dan terpaksa mencari nama tokonya. Setelah 1/2 jam muter2, tokonya ga ketemu dan ternyata si bos juga lupa nama tokonya. Ampun deh.Saya rasa kalau kaki bos bisa dipasang lepas kaya saya, dia pasti lupa naroh tangannya dimana. Alhasil, bos menyerah dan kita pun berangkat ke tujuan berikutnya: HP Service Center. Quest pertama: gagal total.

Setelah 15menit jalan dari Jln Suniaraja, kami pun sampai di HP Service Center Karapitan. Tujuan bos ke sini adalah buat mesen batere laptopnya. Bos pun merantai saya di tiang terdekat agar saya tidak diambil orang lain dan masuk ke HP Service Center. 10menit berselang, bos keluar sambil ngedumel harga baterenya yang berubah2. Di jakarta, Service centernya bilang 700-900rebu, di sini bilangnya 1.7juta. Makanya, jangan beli laptop, mendingan saya, tanpa batere, tanpa colokan listrik, tetap bisa jalan. Quest kedua: gagal total lagi.

Dari Karapitan, kami menuju Jaya Plaza. Tujuan bos ke sini: membeli Relay untuk thesisnya. Well, yawdalah, demi kesuksesan bos, saya anterin aj. Karena bos belum pernah ke sini dan saya yakin bos lupa juga Jaya Plaza itu di Jl Ahmad Yani nomer berapa, saya secara autonomus mengirimkan transmisi ke teman bos untuk menanyakan posisi Jaya Plaza dan toko yang dituju. Berkat transmisi dari teman bos, kamipun sampai di Jaya Plaza dengan selamat.

Di Jaya Plaza, toko yang dituju bos adalah toko I-Want. Bos pun segera merantai saya di tiang terdekat dan memasuki Jaya Plaza. Yang saya bingung adalah: kenapa bos masuk Jaya Plaza? Padahal jelas2 tertulis di transmisi teman bos dan juga terlihat jelas dengan mata infra merah saya bahwa toko I-Want berada di luar Jaya Plaza, di sebelah kiri pintu masuk. Bos justru masuk Jaya Plazanya dan baru keluar setelah 1jam. Entah apa yang dia lakukan di dalam. Untunglah, ketika keluar dari Jaya Plaza, bos melihat lokasi toko  I-Want dan langsung membeli Relay. Quest ketiga: Hampir gagal total.

Dari Jaya Plaza, kami beranjak ke IBCC, masih di jalan Ahmad Yani. Tujuan bos ke sini: maw beli RC Heli yang outdoor. Sesampainya di IBCC, sayapun dirantai lagi di tiang terdekat dan bos langsung menghilang masuk ke IBCC. Di sini, bos cukup lama meninggalkan saya. Saya tidak tahu apakah karena urusan beli RC Heli itu begitu ribet dan makan waktu atau karena bos tidak menemukan tokonya. Tapi saya tidak peduli. Yang penting saya senang bisa jalan-jalan di luar trayek yang biasanya. Setelah 1 jam berselang, bos keluar dengan wajah cukup berseri-seri, namun tanpa RC Helikopter. Oleh karena itu, maka saya simpulkan bahwa Quest keempat: gagal tapi ga total.

Dari sini, kita beranjak pulang lewat Jl Riau. Setibanya di kos, bos langsung memarkir saa dan beralih ke WC. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi dari suara erangan dan edenan bos, saya rasa bos sedang adu pancho di WC. Setelah keluar dari WC, bosun memerintahkan saya untuk memasuki standby mode dan ini adalah akhir dan buku harian saya untuk hari ini.

Pos ini dipublikasikan di Curhat dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Buku Harian Belalang Tempur 15 April 2011

  1. Hicha Aquino berkata:

    lah? terus yang geek2 tadi apaan lang?

  2. linkse berkata:

    Beltem *sok akrab* ganti bos aja dah, stress bos lu! Gw bersedia memberi tumpangan kalo lu ga tau mau lari kemana!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s