PIV 102 – Efek Densitas Partikel

Dalam melakukan PIV, lab gw menggunakan aer di akuarium buat fluidanya. Kenapa ga pake udara? Karena laser yang kami punya adalah laser murahan yang powernya lemah. Eniwei, aer ini nantinya ditaburin partikel-partikel khusus yang bakal bersinar klo ditembakin laser. Nah,  jadi dari gambar partikel2 yang bersinar inilah, image processing dilakukan untuk pengukuran kecepatan aliran udara, eh, aliran air. Adapun jenis partikel yang digunakan di lab gw adalah Hollow Glass Sphere (HGB) alias butir-butiran beling kecil yang bolong di tengahnya.

Banyaknya partikel yang ditaburkan ke dalam aer  (ato bahasa kerennya adalah densitas partikel) tentu saja mempengaruhi kualitas pengukuran yang akan dihasilkan PIV. Kalo partikelnya ga ada yang ditaburin, gambar yang didapet cuman gambar item doank (seperti gambar 1) dan tentu saja pengukuran kecepatan ga bisa dilakukan kecuali dengan menggunakan dukun atau pengukuran mistis laennya. Klo partikel yang ditaburin terlalu sedikit, gambar partikel bisa didapat (seperti gambar 2) dan pengukuran kecepatan bisa dilakukan, tapi hasilnya jelek en ga akurat. Klo partikel yang ditaburin terlalu banyak, yang ada gambarnya malah kaco balo (seperti gambar 4) (banyak putih-putihnya, tapi amburadul) en hasil pengukuran pun ga akurat.

Gambar PIV tanpa Partikel

Gambar PIV yang Kekurangan Partikel

Gambar PIV yang Pas di Hati

Gambar PIV yang Kebanyakan Partikel

Nah, dari hasil observasi gw kemarin tentang menguras air, gw ingin men-share suatu temuan unik yang gw dapatkan, masih seputar efek densitas partikel. Klo kalian ingat dari cerita gw sebelumnya, gw, Setyo, en Nope sama-sama menyedot aer yang telah ditaburi partikel beling (HGB) dan  tentu saja secara tidak sengaja meminum aer berpartikel ini. Namun, densitas partikel dari aer yang kami minum berbeda-beda dan ternyata menimbulkan efek  yang berbeda-beda kepada kami bertiga. Gw yang menyedot aer berpartikel paling sedikit sehat-sehat saja keesokan harinya, Setyo yang menyedot aer berpartikel cukup banyak sakit perut dan berak darah keesokan harinya, sementara Nope yang menyedot aer berpartikel paling banyak (mungkin karena dia doyan) langsung demam tinggi dan kejang-kejang. Adapun Nope baru sembuh hari ini dari kejang-kejangnya karena gw ajakin maen timecrisis.

Eniwei, dari observasi ini, gw pun berkesimpulan bahwa aer berpartikel beling ini bisa dijadikan ukuran kesehatan seseorang. Bagaimana caranya? Berikut caranya:

  1. Siapkan beberapa gelas aer berpartikel massing masing dengan densitas partikel yang berbeda yaitu: dari 10 hingga 100%.
  2. Minumlah gelas dengan densitas partikel paling rendah. Jika keesokan haarinya anda tidak sakit perut, minumlah gelas berikutnya dengan densitas partikel yang lebih tinggi. Ulangi langkah ini sampai anda menemukan densitas partikel yang membuat anda sakit perut.
  3. Cocokkan densitas partikel yang membuat anda sakit perut dengan tabel di bawah ini.

0-20% -> Anda adalah manusia yang sangat lemah. Anda terlalu sering minum aer putih dan anda pasti tidak pernah membantu Stepen dkk di lab PIV untuk menguras aer. Perbanyaklah minum aer berwarna seperti SodaFreeze atau Thirstbuster dan perbanyaklah amal dengan membantu Stepen dkk di lab PIV.

20%-40% -> Anda adalah manusia lemah, namun anda masih punya harapan untuk menjadi sehat. Bantulah Stepen dkk di lab PIV untuk meningkatkan amal sekaligus kesehatan anda. Mulailah dari hal yang kecil seperti membersihkan lab PIV.

40%-60% -> Anda adalah manusia normal yang biasa-biasa saja. Anda cukup sehat, namun itu bukan alasan anda untuk tidak membantu Stepen dkk. Melihat anda cukup sehat, bantulah Stepen dkk dengan menyumbang sejumlah uang ke rekening Stepen, minimal 1 juta, klo lebih juga tidak apa-apa.

60%-80% -> Anda adalah manusia fantastis. Anda sehat dan suka membantu Stepen dkk di lab PIV. Bagus, teruskan!

>80% -> Anda adalah kuda lumping. Jangankan aer berpartikel beling, bahkan beling itu sendiri dapat anda telan bulat-bulat sebagai makan siang anda. Jika anda sedang pengangguran, saya yakin anda pasti sering mondar-mandir ITB sambil mnarik delman dengan pak kusir.

Artikel ini memang kelihatannya hanya seperti lelucon belaka, namun pada kenyataannya bukan. Jika anda tidak percaya, anda bisa mencobanya sendiri dengan mendatangi lab PIV dan meminta aer berpartikel beling. Artikel ini juga saat ini sudah gw submit ke Journal of Experiment in Fluid dan saat ini sedang dalam proses final review.

Demikian kira-kira pelajaran kedua tentang eksperimen PIV. Nantikan postingan berikutnya di jam dan waktu yang sama.

Pos ini dipublikasikan di Curhat dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke PIV 102 – Efek Densitas Partikel

  1. lenny berkata:

    wakakakakak…..cool analysis…!!!!! Like This…

  2. Anugrah Andisetiawan berkata:

    Lo pake aer diisi beling tapi nyedot pake mulut?? fantastis sekali.. hahhaha… beli pompa sonoh! cuman 200 rebuan palin mahal.. (like i said di postingan sebelomnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s