Sanca – The Deadly Flakes

Jika kalian telah membaca  postingan  yang sebelumnya tentang Badak, minuman fantastis yang langka, pastinya kalian ud tahu bahwa di postingan kali ini, gw tidak akan membahas mengenai Sanca, ular yang besar tak berbisa, melainkan tentang Sanca, sejenis makanan ataupun minuman ciamik. Ya, tebakan kalian benar. Sanca yang gw maksud di judul postingan kali ini bukanlah Sanca si ular, melainkan Sanca si manisan. Sanca si manisan? Apaan nih? Berikut ulasannya (asoy).

Sanca adalah sejenis manisan yang agak asem yang berasal dari China (atau setidaknya ada tulisan China di kemasannya). Sejujurnya, nama asli sanca adalah Haw Flakes (atau setidaknya ini yang tertulis di kemasannya), namun sejak kecil, manisan yang agak asem ini diperkenalkan ke gw sebagai ‘Sanca’. Alhasil, hingga saat ini, masih terdoktrin di pikiran gw bahwa nama manisan yang agak asem ini adalah Sanca.

Gw berkenalan dengan Sanca ketika gw masih kecil. Kalo ga salah, waktu itu gw masih berumur 4 tahun dan sedang berlibur ke rumah Pho-pho gw (Pho-Pho = oma dari nyokap) di Pogot, Surabaya (atau setidaknya ini yang gw inget). Pho-pho gw membuka toko serba ada yang menjual berbagai macam barang, mulai dari Jamu, obat tradisional China, snack2, sampai lampu bohlam. Suatu ketika, di siang hari yang indah, gw masuk ke toko ini dan ‘mencuri’ permen-permen yang dijual oleh Pho-pho gw. Nah, ketika mencuri permen inilah, gw menemukan satu toples yang begitu bersinar dari toples2 yang lainnya (bayangin kayak Indiana Jones yang melihat harta karun setelah menghadapi banyak rintangan (baca: mak gw) buat masuk ke ruang harta karun). Gw pun langsung membuang semua permen, memeriksa isi toples itu, dan ternyata toples itu berisi Sanca. Gw pun mencicipi Sanca itu dan menyukai rasa manis-manis asem dari Sanca. Alhasil, semenjak kejadian ini, toko Pho-pho gw selalu merugi karena Sanca-nya selalu gw colong.

Well, cukup tentang masa lalu gw, Mari kita lanjutkan membahas tentang Sanca.

Sanca ini memiliki rasa manis-manis-asem-nikmat dan berbentuk seperti kepingan logam, namun berwarna merah-merah kecoklatan dan tidak sekeras uang logam. Jika anda beruntung, anda bisa menggunakan sanca untuk menelepon di telepon umum atau untuk bermain di TimeZone. Selama 24 tahun gw hidup, Sanca selalu dikemas dalam tabung kertas dengan packaging seperti yang ada di gambar nomer 3. Gw ga tau apakah karena cuman ada 1 perusahaan yang memproduksi Sanca di Indonesia atau memang ada peraturan yang mengharuskan bahwa Sanca harus dikemas dengan kemasan yang ada di gambar nomer 3. Intinya, cuma kemasan Sanca ini yang gw temukan di Indonesia (Diluar negeri, ada Sanca yang berbentuk kotak dengan kemasan yang berbeda, tapi jenis Sanca ini ga pernah gw temukan selama perantauan gw di Indo). Biasanya tabung kertas ini dijual langsung atau dikemas lagi dengan 7 tabung lainnya dan dijual sebagai paket 8 tabung. Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan penampakan Sanca. Mungkin saja kalian kenal.

Yang menarik dari Sanca adalah: walaaupun kemasannya sama dimanapun anda menemukannya, logo dalam lingkarang orens yang ada di atap dan alas tabung kertas Sanca selalu berbeda-beda. Ada yang bergambar jempol, ada yang bergambar monyet, dan lain-lain. Dan dari pengalaman gw memakan Sanca selama 24 tahun, rasa Sanca berbeda-beda tergantung dari logonya. Mungkin bagi mereka yang tidak mempunyai kepekaan indera perasa seperti gw, tidak akan merasakan perbedaannya, namun gw merasakannya. Menurut gw pribadi, Sanca yang paling enak adalah yang berlogo bunga matahari. Sayangnya, semenjak gw dewasa, gw ud ga pernah lagi nemuin Sanca dengan logo bunga matahari. Namun secara gw ud terlanjur doyan sama Sanca, apapun logonya, tetep gw makan.

Sama seperti Badak, Sanca ini juga cukup langka dan sulit dicari. (entah kenapa dengan makanan dan minuman yang gw suka, selalu semuanya langka). Bagi yang berdomisili di Bandung, Sanca ini bisa dibeli di warung cepot yang ada di jalan Pasteur, sampingnya Gepuk Nyonya Ong (Gw juga baru tau hari ini pas tadi makan bareng bonyok di warung cepot). Bagi yang berdomisili di Surabaya, dulu Sanca ini bisa dibeli di toko Pho-pho gw, namun sayangnya sekarang Pho-pho ud tinggal bersama gw di Serpong en tokonya ud tutup. Jadi, mohon maaf. Jadi, dimanapun anda, jika anda tertarik untuk mencoba, selamat berburu Sanca:D…

Stepen – Pencinta Sanca

PS: Gw sampai saat ini masih mendamba Sana dengan logo bunga matahari. Kalau di antara kalian ada yang nemu, mohon informasinya yah:D…

Pos ini dipublikasikan di Info Menarik dan tag , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Sanca – The Deadly Flakes

  1. Hicha berkata:

    gw tau iniii..
    makanan waktu gw kecil..
    aaa, natsukashiii xD xD xD

  2. inezrabz berkata:

    astaga.. gw suka sanca sih tapi ga sampe segitunya ampe merhatiin logonya pen. hahaha.. rasanya emang beda2 sih tiap kali beli, tapi gw ga merhatiin.😛 kalo ga salah sanca ada juga deh di sagoo.

  3. amii berkata:

    itu kalo di jakarta ada dimana yaahh,,? di supermarket kayak alfamart, indomaret, dll ada ga,,? tp sy udah cari di hypermart segede Giant aja ga ada lhoo,, sedih

  4. regina berkata:

    aku jual sis.. aku di jakarta. mw? sms aja ya ke 021-90339914, ada anak mas, mi lidi, dan makaroni juga🙂

  5. Niniek berkata:

    makanan gw kecil, juga buah kana. Tp ga prnh perhatiin logo. Td br beli d PGC, toko manisan samping Papabunz. Di Ps.Jatinegara jg ada, toko yg jual manisan & kue-kue (msk dr arah Hlt Bsway.

  6. Sera berkata:

    ada yang tau permen coklat (jaman 90an kalo gak salah) yang bentuknya kayaak kerikil kecil2 gak? aduh ngiler banget sama tuh permen…

  7. Luna berkata:

    kalau main ke bandung bisa beli di toko/minimarket Tiara, jalan astana anyar deket cibadak (sejajaran sama pasar basalamah, toko roti sinar sari/djie seng) hehehe :3 di Tiara ini banyak banget makanan/minuman china, jepang, korea, termasuk sanca ini >w< ~

  8. BadBoy5 berkata:

    untuk yang berdomisili di surabaya, bisa didapatkan di toko ote-ote porong yang asli, di jalan besar makam peneleh (peneleh 1 no 33) surabaya, sekalian beli ote-otenya.

  9. Resky berkata:

    Ahai~ aku baca artikel ini sembari makan Haw Flakes *_*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s