PIV 104 – Expect the Unexpected

Kehidupan bereksperimen tidaklah mudah. Seringkali, semuanya terjadi di luar yang kita harapkan, walaupun semuanya sudah dipersiapkan sebaik-baiknya. Selalu saja ada masalah yang tak terduga yang muncul setiap kali eksperimen hendak dilakukan. Alhasil, gw dan teman2 eksperimentalis selab gw pun menjadi terbiasa dalam menghadapi sesuatu di luar dugaan, mulai dari alat yang tiba-tiba rusak, listrik yang tiba-tiba mati, dan tubuh yang tiba-tiba ngantuk dan males.

Kemarin, gw dan teman-teman selab kembali menghadapi sesuatu yang tak terduga, namun kali ini ketertidakdugaan yang kami alami betul-betul luar biasa. Apa yang terjadi? Kami kedatangan seorang wanita, cantik dan rupawan, namun tidak berbusana. Ya, betul, tanpa busana, SEDIKIT pun. Gw, Setyo, dan Nope sedang sibuk2nya dengan laptop kami masing-masing, dan tiba2 wanita ini masuk. Namanya Cabelita. Ga percaya? Saksikan sendiri Cabelita yang tanpa busana di lab kami lewat foto-foto berikut:

Dari kiri ke kanan: Cabelita, Saya (Stepen), dan Starly Nope

Saya (Stepen) dan Cabelita

Melihat Cabelita yang masuk ke lab tanpa busana, Setyo pun langsung lari terbirit-birit karena belum pernah melihat wanita telanjang. Doi langsung ke kamar mandi untuk menenangkan diri. Gw dan Starly Nope pun langsung panik, namun kami tetap tenang, karena kami sudah terbiasa untuk menghadapi sesuatu yang di luar dugaan keika bereksperimen. Karena takut digerebek K3L, gw dan Starly Nope pun langsung mencari cara untuk mengusir Cabelita, namun sebelum itu, kami sempat mengabadikan kunjungan Cabelita dengan menggunakan ebcam laptop saya. Asoy!

Untuk mengusir Cabelita, gwdan Nope mencoba terlebih dulu cara halus, yaitu dengan mengajak Cabelita berbicara dan menyuruh dia untuk pergi baik-baik. Namun sayangnya Cabelita enggan untuk berbicara dan hanya berkata ‘Ak, ak, uk, uk, ak ak, uk, uk’ saja. Alhasil, cara halus pun gagal, dan kami terpaksa menggunakan cara agak kasar. yakni mengancam Cabelita dengan mengunakan penggaris dan Baygon. Cabelita pun langsung menjadi sedikit agresif. Dia menunjukkan gigi-giginya yang tajam, dan seketika gw dan Nope kencing di celana. Takut digigit tertular rabies, AIDS, dan Ebola, kami pun mundur 100meter. Untunglah, tak lama berselang, datanglah Ageng, sang penakluk hati wanita berbulu.

Ageng adalah mahasiswa junior kami. Ageng terkenal dengan kemampuannya untuk menaklukan wanita, siapapun dia, dan apapun spesiesnya. Ternyata doi sudah mengikuti Cabelita dari sejak di kebun binatang dan akhirnya tiba di lab kami. Melihat cinta Ageng yang begitu besar terhadap Cabelita, kamipun memutuskan untuk memberikan mereka waktu berdua di lab. Berikut adalah foto dan video aksi Ageng dalam merayu Cabelita.

Ageng dan Cabelita

Di luar dugaan, Ageng gagal menaklukan Cabelita. Parahnya lagi, keberadaan Cabelita di lab gw telah diketahui massa dan mereka berduyun2 datang ke lab untuk melihat Cabelita. Alhasil, penguiran Cabelita pun menjadi lbih sulit dilakukan. Walaupun begitu, kami tetap berusaha.

Tak mau menggunakan kekerasan, gw dan HAlim, salah satu junior yang berbakat dengan gitarnya, memutuskan untuk menyayikan lagu untuk Cabelita agar dia mau pergi dari lab. Dengan suara fantastis kami berdua, Cabelita pun terenyuh hatinya (dan pecah gendang telinganya) dan akhirnya pergi meninggalkan lab dengan damai.

Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata Cabelita datang ke lab gw karena ingin bergabung dengan labgw, yani lab LRZ. Doi sangat antusias untuk belajar mengenai sistem PIV dan fenomena sayap kepak serangga. Sayangnya, kami (lab LRZ) tidak menerima anita di lab kami. Walaupun begitu, kami sangat menghargai keinginan doi untuk belajar. Kebanyakan mahasiswa takut untuk mengambil TA dengan pak Lavi karena sulitnya topik yang diberikan dan lamanya waktu pengerjaan, namun Cabelita tidak gentar. Jadi kawan-kawan juniorku, janganlah takut untuk ber-TA dengan pak Lavi. Cabelita aj pengen dan ga takut, masa kalian takut?

PS: Menurut pengamatan Ageng setelah ditolak Cabelita, Cabelita bukanlah manusia biasa ataupun monyet biasa, tetapi monyet punk jejadian. Hal ini terlihat dari rambut Cabelita yang dicat kuning dan dipotong mohawk. Beberapa saksi mata juga mengatakan bahwa mereka melihat seeoker wanita masuk ke bilik WC wanita, namun kemudian yang keluar adalah wanita cantik dengan fisik mirip Cabelita. Dari informasi ini, gw pun berkonklusi bahwa Cabelita adalah monyet ngepet, yang diberi tugas oleh universitas2 di luar negeri untuk memata-matai riset di lab LRZ.

Pos ini dipublikasikan di Curhat dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke PIV 104 – Expect the Unexpected

  1. inezrabz berkata:

    geblek loe pen.. =.=

  2. Hicha Aquino berkata:

    oh, ternyata ini toh penghuni baru lab..😮

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s