A JobSeeker Story – Part 1

5 Oktober 2011 yang lalu, gw resmi lulus dari Teknik Penerbangan ITB dan juga secara resmi menjadi pengangguran:D. Alhasil, gw pun menghabiskan kurang lebih seminggu terakhir ini mencari pekerjaan yang layak. Proses mencari kerja ini gw mulai sejak jumat minggu lalu, tanggal 14 Oktober 2011, dengan menghadiri Job Fair ITB (yang dulunya gratis namun sekarang bayar). Dari job fair ini, gw memasukkan CV gw ke beberapa tempat, yang bahkan gw sendiri lupa kemana aja (Maklumlah, ud mulai desperate:D). Dari beberapa tempat tersebut, alhamdulilah, gw dipanggil langsung (ga langsung2 juga sih, tapi pokoke cepetlah dipanggilnya) oleh tiga perusahaan, yakni APRIL, Astra International, dan Schlumberger dan gw pun menghabiskan seminggu terakhir ini dengan melakukan psikotest dan interview untuk ketiga perusahaan tersebut. Asoy!

Selama gw menjalani proses rekrutmen di ketiga perusahaan tersebut, gw mendapati banyak sekali pengalaman berharga (dan melakukan lebih banyak lagi kebodohan-kebodohan yang tak perlu). Oleh karena itu, walaupun gw belum tahu apakah gw akan diterima di salah satu perusahaan tersebut, gw ingin berbagi cerita gw ketika menjalani proses rekrutmen tersebut. Karena ceritanya cukup panjang, cerita ini bakal gw buat jadi trilogi, cem Lord of The Rings. Di bagian yang pertama ini, gw akan menceritakan proses rekrutmen gw di APRIL.

Proses rekrutmen gw di APRIL dimulai dengan kebodohan gw dan partner lab gw, Setyo, ketika kita mengunjungi stand APRIL hari jumat minggu lalu. Ketika itu, suasana mirip dengan suasana di posko sembako gratis. Semua orang berebut ingin mendrop CV dan menuliskan namanya di daftar absensi. Setelah ngantri, gw en Setyo pun akhirnya berhadapan dengan ibu HRD dari APRIL. Belum sempet ngomong apa2, si ibu langsung menanyakan jurusan gw dan Setyo. Setyo pun dengan spontan dan penuh rasa percaya diri menjawab ‘Teknik mesin, bu!’, sementara gw yang kaget dengan jawaban Setyo secara refleks langsung berkata, ‘Saya juga sama sama dia, Bu, jurusannya.” Lalu gw pun men-drop CV dan menuliskan nama gw di daftar absensi.

Ternyata, APRIL sedang mencari lulusan teknik mesin, teknik kimia, dan teknik elektro untuk dijadikan graduate trainee. Alhasil, semua anak2 dari jurusan di atas langsung diundang saat itu juga untuk test keesokan harinya. Terima kasih kepada kebodohan Setyo, gw pun diundang untuk test pada hari sabtu minggu lalu, tepatnya tanggal 15 Oktober 2011, sementara Setyo sendiri justru tidak jadi menuliskan namanya di daftar absensi dan tidak hadir di test tersebut karena harus pulang ke Jakarta. Betul-betul seorang penghianat sejati doi:D…

Awalnya, ada perasaan bersalah dalam diri gw karena telah berbohong. Namun, karena memang pada dasarnya gw ud desperate buat dapetin kerjaan, gw pun memutuskan untuk dateng ke test tersebut. Waktu itu gw berpikir bahwa, toh ga akan ada yang tahu kalo gw bukan teknik mesin dan lagipula di psikotest ga akan ada soal2 tentang teknik mesin. Gw pun menyusun strategi fantastis untuk menyembunyikan identitas gw. Adapun ide fantastis gw adalah sebagai berikut:

Ketika ada seseorang yang bertanya tentang jurusan gw, gw akan langsung menanyakan terlebih dahulu jurusan doi dan asal universitas doi. Klo doi bukan anak ITB, maka gw akan jawab kalo gw adalah anak teknik mesin ITB. Tapi, klo doi adalah anak mesin ITB, maka gw akan jawab kalo gw adalah anak mesin ITS/UGM/universitas manapunlah asal bukan ITB. Fantastis bukan?

Dengan strategi bombastis gw, semuanya berjalan lancar. Identitas gw tetap aman dan gw pun masih tetap mengikuti psikotest dengan lancar. Sampai pada akhirnya sang ibu HRD APRIL mengumumkan bahwa selanjutnya adalah technical test, yang mana soalnya adalah soal spesifik; soal mesin untuk teknik mesin, soal kimia untuk teknik kimia, dan soal elektro untuk teknik elektro. Awalnya, gw masih pede karena menurut perkiraan gw, palingan soalnya cuman tentang statika dan roda2an yang dihubungin sama tali. Gw pun dengan pede tetap tinggal di ruangan, walaupun ketika itu sebenarnya ada kesempatan untuk kabur karena anak2 dari jurusan IPS kaya akutansi dll diminta untuk meninggalkan ruangan.

Gw pun duduk dengan manis dan meminta soal teknik mesin ke kakak HRD APRIL yang mendatangi gw. Gw pun menerima soal tersebut dan langsung membacanya ketika pistol tanda start ditembakkan. Gw pun membaca soal tersebut satu per satu. Soal pertama, pass. Soal kedua, pass. Soal ketiga, pass. Dan begitu seterusnya sampe ke soal terakhir, yaitu soal ke 14. Seketika rasa pede gw pun runtuh dan gw menjadi panik. Oh, damn…

Alhasil, gw pun melewati setengah jam pertama dengan bengong dan shock. Kertas jawaban gw pun masih kosong, sementara beberapa orang bahkan ud ngumpulin kertas jawabannya ke depan. Akhirnya, gw pun memutuskan untuk menjawab pertanyaan2 tersebut dengan hanya mengandalkan logika tahu tempe gw yang fantastis. Berikut adalah beberapa dari pertanyaan test tersebut yang gw jawab dengan mengandalkan logika tahu tempe fantastis gw:

Q: Apakah fungsi boiler?

A: Untuk mendidihkan air atau cairan lainnya.

Q: Apakah fungsi heater?

A: Untuk memanaskan sesuatu.

Q: Menurut cara memindahkan fluida, sebutkan 2 jenis pompa!

A: Pompa penyedot dan pompa pendorong (hahaha)

Q: Apa fungsi gas turbin?

A: Mengubah energi entalpi dari pembakaran menjadi energi kinetik dalam bentuk rotasi (jawaban yang ini agak sedikit intelek walo rada ngasal)

Kira-kira demikianlah pertanyaan2 yang gw jawab, sementara pertanyaan lainnya gw kosongkan atau gw isi dengan jawaban sampah (Cih, kayak yang di atas bukan sampah aj jawaban gw:D). Dengan hasil techical test ini, gw pun 100% pede bahwa gw bakalan didepak jauh2 oleh HRD APRIL. Alhasil, gw pun pasrah dan memutuskan secara sepihak bahwa gw tidak akan dipanggil interview yang diadakan sorenya. Gw pun memutuskan untuk pulang walaupun pengumuman lolos atau tidaknya interview akan ditempel 30menit. Gw pun pulang ke kosan dan meratapi kebodohan gw sambil mengutuk Setyo dalam hati supaya doi berubah jadi kedelai berkaki tiga.

Sesampainya di kos, gw pun menangis sekencang-kencangnya seperti layaknya seorang waria ketika ngamen di jalan. Gw menjedot-jedotkan pala gw ke tembok dan memotong kuku tangan gw agar terlihat rapih. Di saat gw hampir memotong urat nadi kaki gw, HP pun berbunyi. Ternyata sang ibu HRD APRIL yang menelepon gw. Doi mengundang gw untuk wawancara dengan pak Gani hari minggu besoknya, tanggal 16 Oktober 2011, di stand APRIL di job fair. Asoy! Gw pun seketika mendapat feeling bahwa gw sangat jenius. Bagaimana enggak, dengan modal logika tahu dan tempe aj gw bisa lolos technical test buat anak mesin, apalagi klo gw anak mesin beneran, bisa2 gw menang nobel kali (ngarep).

Minggu sorenya, setelah serangkaian psikotest di Astra Internasional (cerita kebodohan gw ketika rekrutmen di Astra akan gw paparkan di bagian kedua dari trilogi apik Stepen mencari pekerjaan), gw pun beranjak ke job fair untuk wawancara dengan pak Gani di stand APRIL. Di stand APRIL, gw mendapati pak Gani sudah menunggu gw. Dia mempersilahkan gw duduk dan wawancara pun langsung dimulai. Asoy!

Gw pun membuka interview gw dengan pengakuan dosa bahwa gw sebenarnya adalah manusia hina yang mengambil jurusan teknik penerbangan, tapi ngaku2 teknik mesin karena ketidakstabilan mental gw. Pak Gani ternyata sudah mengetahui hal itu dari CV gw dan ternyata beliau memanggil gw bukan karena logika tahu tempe gw yang bombastis, melainkan karena melihat gw adalah anak penerbangan. Wow, unbelievable bukan? Ternyata APRIL memiliki airstripe (semacam airport mini) di lahan mereka di Pangkalan Kerinci dan mereka membutuhkan seseorang dengan sertifikasi AVISS untuk ditempatkan di control tower mereka. Intinya, itulah yang mereka harapkan dari gw. Sayangnya, gw hanya anak ayam yang ga ngerti apa2 soal kebandaraudaraan dan doi pun cukup kecewa dengan gw. Walaupun begitu, doi tetap melakukan wawancara sesuai prosedur sampai selesai.

Selesai wawancara, doi berjanji akan mengabari gw lagi, namun masih belum jelas apakah gw akan ditempatkan di graduate trainee atau ditaro di control tower dengan catatan gw akan disekolahin buat sertifikasi AVISS dulu ama mereka. Gw pun pulang ke kos dengan perasaan campur aduk antara suka, duka, dan autis. Sebelum pulang, gw sempat mampir ke stand Schlumberger dan medaftarkan nama gw ke komputer (mumpung lagi sepi) untuk test (Cerita kebodohan gw yang fantastis waktu rekrutmen di Schlumberger ini bakal gw ceritain di bagian ketiga dari trilogi apik Stepen mencari pekerjaan). Namun intinya, dengan pulangnya gw dari jobfair, proses rekrutmen gw dengan APRIL untuk minggu lalu selesai dan postingan ini pun gw tutup dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME (karena sedang masa2 mencari pekerjaan, gw pun berubah menjadi manusia yang agak religius:D).

Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

8 Balasan ke A JobSeeker Story – Part 1

  1. mar_alus berkata:

    Cerita lo sedikit banyak sama ama gw pen, pas nyoba ngepply sbg anak mesin. Pas test, si penguji bilang,”Soal terakhir itu udah kayak bonus aja, keterlaluan kalo ngga bisa”. Gw langsung lompat ke soal itu dong, soalnya yang lain beneran ngga tau. Eh, pertanyaan bonusnya ternyata,”Sebutkan 3 nama alat berat yang dapat ditemui di lokasi penambangan”. #NgekNgok

  2. yanuar berkata:

    klo jujur anak penerbangan jg sebenernya jg gpp kok,pen..
    klo pompa itu fungsinga sama aja macem kompressor,, cm fluida kerjanya aja yang berbeda,
    pompa fluida yang mengalir nya liquid, dan compressor kan gas.

    yang laiinnya jg kita pelajarin kan,,di thermo,..

    jadi, kita juga “ideal” nya juga bisa jawab,tanpa harus ngaku teknik mesin🙂

  3. Ping balik: New Life in Japan | stepenautis

  4. Ping balik: A JobSeeker Story – Part 2 | stepenstependotcom

  5. Ping balik: A Jobseeker Story – Part 3 | stepenstependotcom

  6. Ping balik: Antara Aku dan Dia (Handphoneku) | stepenstependotcom

  7. Ping balik: New Life in Japan | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s