A JobSeeker Story – Part 2

Setelah sukses mempermalukan diri gw sendiri selama rekrutmen di APRIL (baca postingan gw, A Jobseeker Story – Part 1, untuk mengetahui pengalaman fantastis gw menjalani proses rekrutmen di APRIL), gw pun mencoba peruntungan gw untuk rekrutmen Astra Internasional alias AI lewat postingan gw yang satu ini. Berikut adalah cerita fantastis proses rekrutmen di AI.

Sama kaya proses rekrutmen di APRIL, proses rekrutmen gw di AI dimulai bersama dengan Setyo dengan mendatangi stand AI di ITB job fair hari jumat tanggal 14 Oktober 2011. Stand AI boleh dibilang super bonafid. Kavlingnya luas en mereka ud menyediakan rak khusus buat para pelamar untuk ngedrop CV. SPGnya pun cantik-cantik. Alhasil, tanpa pikir panjang gw bersama Setyo langsung menaroh CV gw di rak tersebut dan segera berpaling ke stand lainnya (Yah, seperti inilah kira2 kelakukan manusia biadab yang sedang desperate nyari kerjaan).

Keesokan harinya, hari sabtu tanggal 15 Oktober 2011, tepatnya ketika gw baru saja selesai menjalani technical test dari APRIL dan sedang depresi karena ga bisa ngerjain technical test tersebut, masuk SMS ke HP gw (Ya iyalah ke HP gw, masa ke HP orang laen). Ternyata SMS dari AI yang mengundang gw untuk hadir psikotes AI hari minggu besoknya. Berkat SMS ini, gw pun mengurungkan niat gw buat depresi dan kembali ceria. Bahkan klo boleh jujur, berkat SMS ini, gw pun jadi ga terlalu concern klopun ternyata aplikasi gw di APRIL ditolak karena gw bukan teknik mesin:D.

Keesokan harinya, minggu, 16 Oktober 2011, gw pun datang ke Aula Barat ITB buat menjalani psikotes. Dijadwalkan untuk mulai tes jam 8 pagi, gw udah stand by di depan Aula Barat ITB sejak jam 7 sembari menikmati tempe goreng dan udara pagi hari di kampus. Jam 8 teng, pintu Aula Barat pun dibuka dan para pencari kerja mulai berbondong-bondong masuk ke dalam Albar. Awalnya, gw bermaksud menunggu sampai rombongan manusia yang berdesak-desakan masuk tersebut sepi dulu. Namun, melihat seorang wanita cantik melewati gw dan masuk ke dalam, gw pun secara reflek mengikuti kakak tersebut masuk ke dalam Aula Barat.:D

Di dalam Aula Barat, kursi2 udah tersusun rapih memenuhi seantero ruangan Aula Barat dan gw pun langsung melaju ke bagian depan dan menduduki kursi nomer 3 dari depan, bukan karena gw pede, tapi karena gw lupa bawa kacamata dan kuatir perlu liat instruksi atau soal dari layar:D. Setelah duduk dengan PW, gwpun menyempatkan diri untuk celingak-celinguk kanan kiri untuk mengamati pesaing2 gw (dan mencari pemandangan indah).

Proses rekrutmen diawali dengan presentasi tentang AI dan anak-anak cucunya. Setelah kurang lebih 1jam presentasi ttg AI, psikotest pun dimulai. Ga ada yang spesial yang terjadi selama psikotes ini. Semuanya normal2 aj, kecuali mata gw yang seliweran ngeliatin cewe2 roknya cukup mini buat menarik mata gw ke arah mereka. Kalaupun ada yang spesial, menurut gw, yang spesial adalah ibu2 HRD yang memimpin jalannya psikotes. Kalau menurut gw, si ibu pemimpin ini punya indra keenam. Gimana enggak, tiap kali gw belum menaruh pensil gw di meja setiap kali satu bagian psikotes kelar, si ibu selalu berteriak ‘tolong letakkan pensilnya yah’. Begitu pula saat gw sedang meggaruk2 dengkul gw, si ibu langsung berteriak ‘tolong  yah jangan garuk2 kepala’.

Seusai psikotes, gw langsung branjak ke ITB jobfair untuk menemui pak Gani buat interview APRIL (baca kembali: A Jobseeker Story – Part 1 untuk detail pembicaraan antara gw en pak Gani:D). Seusai interview, gw pun langsung kembali ke Aula Barat buat ngecek pengumuman AI dan alahmakhamdulilah gw lolos. Alhasil, gw pun diundang buat mengikuti interview keesokan harinya hari senin, tanggal 17 Oktober 2011 jam 11, yang mana berbentrokan dengan undangan presentasi & tes Schlumberger yang dimulai jam 7.

Keesokan harinya, gw pun datang terlebih dahulu jam 7 ke Aula Barat untuk mendengarkan presentasi Schlumberger. Sampai jam 10, presentasinya belum kelar dan akhirnya gw pun memutuskan untuk cabut ke Galeri arsitektur buat interview AI. Sampai di AI, gw menunggu kurang lebih 30menit dan akhirnya gw dipanggil buat masuk dan interview

Di interview AI, juga ga ada sesuatu yang spesial yang terjadi. Gw juga tidak melakukan kebodohan yang cukup signifikan. Pertanyaan yang ditanyakan standar2 aj en jawaban gw standar2 aj. Bahkan isi wawancara lebih banyak tentang curhat gw waktu gw hampir digebukin senior gara2 gw mergokin mereka nyontek en ngeresein mereka. Setelah wawancara sekitar 45menit (yang mana 30menit terpakai buat gw curhat), interview pun kelar dan gw dijanjikan bakal dikabarin  lolos atau enggak dlm waktu 1-2minggu ke depan. Gw pun langsung pergi dan kembali ke Aula Barat buat mengikuti presentasi Schlumberger dan secara resmi, episode dua dari trilogi Stepen mencari kerja pun berakhir:D. Cerita fantastis gw selama rekrutmen di Schlumberger yang gw alami setelah interview AI ini bakal gw ceritain di bagain ketiga dari trilogi Stepen mencari kerja, so ikutin terus stepenautis.wordpress.com yah (Halah, kaya perpisahan acara kuis2 di tipi aj…).. Mohon maaf klo cerita rekrutmen gw di AI ternyata biasa2 saja (Yup, setelah gw post en gw baca sendiri, gw baru sadar klo ga ada yg spesial dari proses rekrutmen gw di AI kecuali para wanita pelamar yang mini2 roknya en ibu HRD yang punya indera keenam)

Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

4 Balasan ke A JobSeeker Story – Part 2

  1. Ping balik: New Life in Japan | stepenautis

  2. Ping balik: A Jobseeker Story – Part 3 | stepenstependotcom

  3. Ping balik: Antara Aku dan Dia (Handphoneku) | stepenstependotcom

  4. Ping balik: New Life in Japan | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s