Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Tentang Kriminalitas

Di Vietnam, gw dan rombongan gw sempat menemui 2 aksi yang, well, sebenernya terlalu berlebihan untuk disebut aksi kriminalitas, namun tetap saja cukup tidak menyenangkan untuk dialami turis seperti gw. Untuk itu, melalui postingan kali ini, gw akan coba menceritakan kejadian aneh yang gw alami sebagai informasi bagi teman2 yang mungkin ingin berangkat ke Vietnam untuk berlibur. Oke, ini ceritanya:

Kejadian aneh yang pertama gw alami di hari ketiga gw di Vietnam (tanggal 11 Januari). Ceritanya, hari tersebut adalah har kedua dari konferensi RCMEAE. Karena gw sudah mempresentasikan paper gw di hari pertama RCMEAE, gw sebenarnya sudah tidak perlu datang ke RCMEAE hari kedua. Namun, atas dasar etika, gw pun mmutuskan untuk tetap datang, tapi agak lebih siang supaya bisa tidur lebih lama. Alhasil, gw pun terpaksa harus jalan sendiri dari hotel gw menuju ke hotel tempat konferensi (Di hari pertama konferensi, gw jalan rame2 sama rombongan ke hotel tersebut).

Mumpung gw berjalan sendiri, gw pun memutuskan buat muter-muter dulu. DAri hasil muter-muter ini, gw pun nyampe di gedung opera di Ho Ci Minh City dan memutuskan buat foto-foto dulu. Melihat gw yang lg sendirian dan foto-foto, seorang pria menghampiri gw dan mengajak gw ngobrol. Doi memulai pembicaraan dengan menanyakan negara asal gw, lalu doi nyerocos dengan bahasa Inggris yang pelo-pelo tentang dirinya yang punya temen orang Indo. Gw sih basiccally cuman ngangguk-ngangguk aj kaya orang bego, sape doi akhirnya menanyakan tujuan gw maw kemana. Jeng-jeng-jeng-jeng…

Dengan berat hati, gw pun menyebut Hotel Oscar Saigon, tempat konferensi gw, ke doi. Doi pun menawarkan untuk mengantarkan gw pake motornya, tapi gw tolak. Lantas doi menunjukkan gw arah menuju hotel tersebut padahal gw ga memintanya. Secara gw sendiri ga terlalu apal jalannya, gw rada-rada lupa jalan ke hotel Oscar Saigon dari tempat tersebut, tapi sepertinya arah yang ditunjukkin doi salah. Ga mau berdebat, gw pun ngeiyain aj dan berjalan ke arah yang ditunjuk doi. Pikir gw, setelah ud jalan agak jauh, tinggal puter balik trus jalan ke jalan yang menurut gw bener.

Eh, baru jalan 5 menit, tiba-tiba doi nyamperin gw lagi dengan motornya. Doi bilang klo gw salah jalan dan lagi-lagi insist maw nganterin gw pake motornya. Gw pun insist menolak. Doi nawarin, gw tolak, doi maksa, gw paksa nolak, begitu terus sampe akhirnya doi emosi dan berteriak, “Why you tried to push me away?” Tadinya gw pengen jawab, “Because you are not a pretty girl!” tapi ga jadi karena takut ditusuk. Alhasil, gw coba menenangkan doi sambil ketakutan. Gw coba jelaskan baik-baik klo gw lagi pengan JJA (jalan-jalan autis) sendirian. Doi pun tenang dan tiba-tiba meminta duid ke gw. Alasannya, karena doi ud nunjukkin jalan ke Hotel Oscar Saigon. Yaelah, bapak-bapak, ternyata duid juga tujuannya.

Untungnya, gara-gara liburan ini dibayarin fakultas, duid perjalanan dipegang oleh manusia yang bertanggung jawab, yaitu bukan gw. Alhasil, gw pun ga megang duid sama sekali. ompet gw isinya cuman rupiah, dan itu pun receh semua. Gw pun dengan bangga menunjukkan duid kosong gw (yang juga menggambarkan keadaan finansial gw:D) dan berkata klo gw ga punya duid. Terima kasih kepada dompet kosong gw, gw pun dengan selamat lolos dari palakan si bapak dan langsung ngibrit ke Hotel Oscar Saigon.

Kejadian aneh yang kedua terjadi waktu gw ersama rombongan sedang jalan pulang dari Hotel Oscar Saigon menuju hotel tempat kita nginep, masih di hari yang sama. Di tengah jalan, seorang pria gagah dengan jenggot yang aduhai dan wajah kearab-araban menghampiri rombongan. Doi ngaku klo doi adalah turis dari Dubai dan doi juga memperkenalkan anak dan istrinya yang berdiri di belakangnya. Sama seperti di kejadian yang pertama, si bapak menanyakan asal kita. Begitu mendengan jawaban Indonesia, doi langsung mengaku bahwa doi akan pergi ke Indonesia untuk apalah gitu dan doi pengen liat kaya apa sih bentuknya mata uang Indonesia buat nanti nuker duid. Doi juga menunjukkan bahwa doi punya duid dollar amrik yang banyak di dompetnya. Entah apa maksudnya.

Secara kita ini adalah rombongan manusia polos, seorang teman gw dengan lugunya memperlihatkan duid 50rebuan. Doi pun menanyakan apakah ada nominal yang lebih besar dan teman gw yang lainnya menunjukkan duid 100rebuan. Yang menarik adalah, setelah teman gw memberikan duidnya ke doi, doi langsung mencium duid tersebut (Yup, nyium pake bibir), menempelkannya ke jidat, lalu mengembalikannya ke teman gw. Awalnya, gw berpikir si bapak belon pernah liat duid Indo dan sangat bersyukur bisa ngeliat ketemu orang Indo dan duid Indo di Vietnam. Doi pun berterimakasih dan pergi sementara rombongan tanpa curiga langsung balik ke hotel.

Malam harinya, pas rombongan lagi jalan-jalan, lagi-lagi kita menghadapi kejadian yang sama. Kali ini, di depan hotel Oscar Saigon, seorang turis ngakunya dari Turki nyamperin kita. Doi nanya negara asal kita dan setelah kita jawab Indonesia, doi ngaku klo doi maw honeymoon ke Indonesia dan lagi-lagi pengen liat duid Indo. Temen gw yang sama dengan yang tadi, langsung menunjukkan duid seratusrebuannya dan si bapak-bapak dari Turki ini langsung mencium duid tersebut dan menempelkannya di jidat, sama persis dengan si bapak dari Dubai, dan lalu pamit. Melihat kejadian ini terulang dan mengingat bahwa salah satu dosen gw cerita bahwa doi juga mengalami kejadian yang sama, gw pun mencoba menanyakan ke teman-teman Vietnam gw apa sih ini semua maksudnya.

Menurut salah satu teman Vietnam gw, hal ini adalah semacam perampokan berbau magis (magis ya, bukan manggis). Katanya, ritual cium-duid-dan-tempel-di-jidat tersebut dilakukan untuk memberikan mantera kepada duid tersebut. Konon katanya (lagi), jika duid tersebut dimasukkan ke dalam suatu dompet, si bapak yang tadi nyium duid bisa ngambil isi dompet tersebut. Sementara menurut teman Vietnam gw yang lainnya, ritual cium-duid-dan-tempel-di-jidat tersebut hanyalah pengalih perhatian. Saat kita memandangi ritual cium jidat tersebut, nanti akan ada partner dari si bapak yang menyambet dompet kita.

Gw sendiri ga tau penjelasan mana yang benar atas ritual cium-duid-dan-tempel-di-jidat ini. Sampe kita berpisah di bandara udara Soekarno Hatta, ga ada duid yang ilang. Pas di tkp juga ga ada orang yang nyebet dompet kita. Namun, ada baiknya klo teman-teman yang akan ke Vietnam tau informasi ini. Gw sendiri menganjurkan beberapa saran untuk mengantisipasi hal ini. Berikut adalah saran dari gw untuk meng-counter ritual tersebut: 

1. Simpanlah uang anda di dalam cangcut anda. Saat anda akan memberikan uang tersebut, pastikan juga si pelaku ritual melihat bahwa anda mengeluarkan uang anda dari dalam cangcut. Dengan demikian, ada kemungkinan si pelaku berubah pikiran, terutama kalau anda bilang anda belum ganti cangcut selama seminggu.

2. Sebelum anda memberikan uang anda ke pelaku ritual, lakukanlah ritual itu terlebih dahulu. Dengan demikian, mungkin saja di pelaku merasa tersindir dan mengurungkan niatnya.

3. Rendamlah atau lapisi seluruh uang anda dengan semacam obat bius atau bebauan tak sedap. Dengan demikian, si pelaku akan merasakan sendiri akibatnya bila oi tetap nekad mencium uang anda.

Well, sekian informasi dari gw terkait masalah krirminalitas (?) di Vietnam. Intinya, be prepared aj karena kejahatan ada dimana-mana (Asoy, keren kali kata penutup postingan kali ini:D).

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya, Info Menarik, Wejangan dan tag , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Tentang Kriminalitas

  1. link11 berkata:

    onyot, kata lu kerja,, ini judulnya aja udah liburan! Oleh2 >,<

  2. Epoy berkata:

    Thanks..ok banget infonya….crita lagi donk…ttg Vtnm…(Bandara, Transportasinya, Hotel, Rest Halal, Travel/city tournya, etc)

  3. Heru berkata:

    wkwkwk yang ini ceritanya seru nieh

  4. larry berkata:

    wahahahahha gileee lucu abisss bro…..kocak abis ….kapan kapan saya mau liburan aja ke sana

  5. irma marthalinda berkata:

    Ampun gw dan tegang baca dari awal secara next week gw ke vietnam berdua doank ma temen ce, gak taunya akhirnya anti klimaks! Sumpah gw ngakak broooo🙂

  6. iwan denzel berkata:

    keeren abis bro….eh kira ” biaya pergi ke vietnam berapa ya bro,,,,??soalnya gw rencananya mw pergi ke sana..

  7. Ping balik: Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s