Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Tentang Makanan

Pepatah mengatakan, “Lain padang, lain rumput, lain ilalang, lain belalang…” Gw sendiri ga tau persis apa arti dari pepatah tersebut, tapi yang pasti, kalau kita liburan ke suatu tempat, ada baiknya kita mencoba makanan tradisional atau khas daerah tersebut. Secara gw kemarin baru saja berlibur ke Vietnam (baca: Catatan Liburan Vietnam – Intro), gw pun merasa bahwa gw wajib untuk menceritakan (baca: memamerkan) pengalaman gw makan makanan khas Vietnam. Asoy!

Secara general, makanan khas Vietnam adalah pho alias mie-mie-an berkuah. Kira-kira mirip ramen, tapi mienya agak kecil dan kuahnya cukup bening. Namun sayangnya, karena pho ini dihidangkan dengan sayuran dan toge dalam jumlah yang ekstrim, gw pun memutuskan untuk tidak menyantap makanan ini. Karena gw tidak menyantap makanan ini, tentu saja, gw tidak berhak untuk melakukan review untuk makanan ini. Untungnya, gw sempat menyantap makakan lain yang juga adalah makanan khas Vietnam, yaitu trứng vịt lộn. Jadi dalam postingan kali ini, gw akan coba ceritakan apa itu trứng vịt lộn dan seperti apa rasanya. (Perhatian, makanan ini sebenarnya agak sedikit menjijikkan bagi beberapa orang, jadi bagi anda yang mudah merasa jijik, sebaiknya anda sediakan setidaknya satu kantong muntah sebelum membaca tulisan selanjutnya dan melihat foto saya.)

Trứng vịt lộn sebenarnya adalah telur bebek rebus biasa. Yang membuat telur ini menjadi tidak biasa adalah karena telur ini tidak lagi berisi putih telor dan kuning telor, melainkan kuning telor dan bayi bebek. Yup, telur-telur yang digunakan untuk trứng vịt lộn adalah telur bebek yang telah dierami selama beberapa saat oleh si ibu bebek sehingga di dalam telur tersebut, si putih telur sudah tumbuh dan berkembang menjadi bayi bebek. Setelah dierami beberapa saat, telur-telur tersebut diambil dan direbus untuk dijadikan trứng vịt lộn. Coba bayangkan bagaimana perasaan si ibu bebek, ud cape-cape dieramin telornya, eh, malah diambil buat dimakan. Klo gw jadi ibu bebek, pasti gw ud bunuh diri.

Trứng vịt lộn ini sebenarnya adalah makanan yang lazim dimakan di Vietnam, Filipina, Laos, Kamboja, dan Malaysia. Di Vietnam, trứng vịt lộn dimakan dengan menggunakan semacam bumbu merica yang dibasahi dengan perasan jeruk nipis. Jadi, pertama-tama, bagian atas dari kulit telur dibolongi sebesar sendok kecil, lalu bumbu jeruk nipis ini dimasukkan ke dalam lubang tersebut, dan trứng vịt lộn dimakan dengan menyendok isi dari telur tersebut. Berikut adalah foto trứng vịt lộn dengan bumbu yang gw maksud. Adapun tangan dalam foto tersebut adalah tangan gw (ga penting:D).

Setelah dibumbui, trứng vịt lộn pun siap dimakan. Awalnya, yang terlihat di dalam telur tersebut adalah kuning telurnya sehingga gw yang adalah pecinta telur dengan cepat langsung menyendok kuning telur tersebut dan memakannya. Namun, setelah selesai menelan kuning telur tersebut, gw pun mengintip ke dalam telur dan mendapati ada bayi bebek beneran di dalamnya. Awalnya gw merasa agak sedikit jijik, tapi karena ada Ha di samping gw (Ha ini adalah cewe Vietnam yang kuliah di ITB, doi ikut pergi bareng gw buat presentasiin paper juga di RCMEAE), rasa gengsi pun mengalahkan rasa jijik gw. Alhasil, dengan menutup mata dan memendam ar mata, gw pun melahap bayi bebek tersebut. Beriut adalah foto-foto bayi bebek yang gw maksud (Warning! Disturbing Content, terutama foto keempat).

Dari segi rasa, trứng vịt lộn ini hampir tidak memiliki rasa, yah kira-kira miriplah sama telor bebek biasa. Oleh karena itu, trứng vịt lộn kudu dimakan dengan bumbu jeruk nipis supaya ada rasa asem2nya dan menghilangkan bau amisnya. Secara tekstur, kuning telur dari trứng vịt lộn sama dengan kuning telur bebek biasa, sementara si bayi bebek teksturnya agak-agak eksotik, mirip-mirip daging tapi agak kenyal dengan bagian tulang dan paruh terasa kaya tulang mudanya ayam. Secara keseluruhan, emang ga ada yang spesial dari rasanya trứng vịt lộn, kecuali rasa jijik saat memakannya. Walaupun begitu, trứng vịt lộn dipercaya mengandung gizi yang tinggi dan juga menambah kejantanan pria, terutama pria seperti gw yang kejantanannya kurang.

Secara gw cukup rewel dengan makanan, trứng vịt lộn pun akhirnya menjadi satu-satunya makanan khas Vietnam yang gw cicipi. Sebenarnya masih ada makanan lain khas Vietnam yang gw makan (seperti nasi Vietnam, ayam Vietnam, udang Vietnam, kepiting Vietnam, dan roti Vietnam), tapi karena ga terlalu beda dengan makanan di Indonesia, gw pun memutuskan untuk tidak menceritakan tentang makanan tersebut. Untungnya, selain makanan, gw juga mencoba berbagai softdrink yang gw temui di Vietnam, namun ga pernah gw liat di Indonesia. Adapun softdrink tersebut adalah: Fanta XaXi, Sting, dan Tribeco’s Sarsi. Berikut adalah ulasan singkat mengenai ketiga softdrink tersebut (singkat soalnya mama ud nyuruh mandi:D).

Fanta XaXi ini adalah Fanta dengan rasa sarsaparila. Minuman ini gw pesan di tenda makanan tempat gw makan trứng vịt lộn. Kurang lebih rasanya mirip dengan Rootbeer, namun dengan rasa soda yang lebih dominan. Penilaian gw untuk minuman ini adalah 8 dari 10, karena gw suka Sarsi. Walaupun demikian, softdrink ini masih kalah dari Badak, softdrink ciamik yang telah gw ulas beberapa waktu yang lalu di blog ini.

Sting ini adalah bukan softdrink sebenernya, tapi minuman energi. Minuman ini gw pesan di cafe yang lantai atasnya adalah diskotek yang klo ga salah nama tempanya: ‘Go eat, Go drink, Go to bed’. Entah apa maksudnya. Eniwei, Sting ini rasanya kurang lebih mirip RedBull, walaupun gw sendiri sebenernya ud rada-rada lupa RedBull tu rasanya kaya apa. Overall penilaian gw terhadap softdrink ini adalah 6 dari 10.

Tribeco’s Sarsi ini adalah softdrink terunik yang gw temui di Vietnam. Seperti namanya, minuman ini adalah softdrink rasa sarsaparila, namun menurut lidah gw yang mengecap, minuman ini sepertinya ada campuran bir dan alkoholnya juga. Ketika awal diseruput, rasanya seperti softdrink Sarsaparila, namun setelah diteguk, ada rasa-rasa dan sensasi pahit seperti minum bir. Gw juga merasa bahwa badan gw agak anget setelah minum minuman ini. In the end, penilaian gw terhadap softdrink ini adalah 6 dari 8, karena gw ga terlalu suka bir.

Well, sekian kira-kira postingan gw kali ini tentang trứng vịt lộn dan softdrink-softdrink di Vietnam. Sekarang saatnya mandi sebelum mama mengeluarkan tanduknya.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya, Info Menarik dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Tentang Makanan

  1. Heru berkata:

    serem bener cerita lo bro … gw tadinya mau ke hanoi tempat teman gw , tapi gw bingung ntar makan di sono makan apaan ya ,, y sekali2 g apalah makan makanan khas,tpi kalo tiap hari gw juga bingung bisa bertahan apa g ?

  2. nunung..... berkata:

    NASI DI VIETNAM JUGA BANYAK YG JUAL, AKU DI VUNG TAU. JANGAN LUPA BELI AYUNAN BUAT NYANTE DI KEBUN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s