Catatan Liburan Vietnam – Belanja di Pasar

Setelah selesai mengikuti konferensi RCMEAE di Hotel Oscar Saigon, gw dan rombongan mahasiswa malang dari ITB pun akhirnya berkesempatan untuk jalan-jalan dan membeli suvenir. Adapun berdasarkan rekomendasi teman Vietnam gw, tempat yang ciamik buat belanja dan membeli suvenir adalan Ben Thanh market, karena lokasinya yang dekat dengan hotel tempat kami tinggal. Alhasil, pergilah kita ke pasar tersebut sore-sore menjelang malam.

Ben Thanh market ini terletak di dekat hotel tempat gw tinggal. Di sini dijual berbagai macam pernak-pernik, dari mulai gantungan kunci, kaos, pajangan, sampai ke makanan. Yang namanya pasar, tentu saja harga dari barang-barang tersebut bisa ditawar, sehingga mahal-atau-tidaknya belanja di pasar ini sangat ditentukan oleh keahlian kita dalam hal tawar-menawar dan jilat menjilat. Nah, di sinilah proses tawar-menawar menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi kami para pria. Mengapa? Karena kebanyakan penjual di pasar ini adalah perempuan muda yang parasnya cantik-cantik. Belum lagi, V-neck mereka yang rendah dan begitu mengundang. Dengan posisi penjual yang sedang duduk atau jongkok sementara kita sebagai pembeli yang sedang berdiri, tentu saja cukup banyak pabrik susu yang bisa kita lihat. Alhasil, proses tawar menawar pun menjadi sulit.

Albert Meigo, rekan gw yang merupakan kandidat PHd ITB, harus menjadi korban pertama dari libidonya sendiri. Doi mencoba menawar satu set gantungan isi 10 kepada seorang wanita penjual yang cukup muda, mungkin kira-kira SMA. Proses tawar-menawar dibuka dengan 150ribu Dong. Albert pun mencoba untk menawar namun harus takluk di harga 100ribu Dong. Harga ini termasuk mahal, mengingat salah satu teman gw berhasil menawar 100ribu Dong untuk 3 set gantungan kunci. Gw pribadi ga terlalu tahu kenapa Albert bisa takluk di harga 100ribu Dong, tapi gw rasa memang sulit untuk berbuat kejam pada wanita cantik yang memberikan kita pemandangan pabrik susu yang indah. Yang lebih menyedihkannya lagi, setelah membeli 1set gantungan kunci (yang mahal) tersebut, Albert mencoba untuk mengganti kerugian yang dialaminya dalam hal tawar menawar dengan mengajak doi berfoto bersama dia. Sayangnya, doi menolak mentah-mentah dengan alasan sakit gigi. Apa hubungannya coba? Emang klo lagi sakit gigi ga boleh foto? Eniwei, Albert pun kecewa dan langsung lari ke hotel mengurung diri di kamar dan mencoba untuk bunuh diri dan seluruh rombongan bersorak sorai.

Untunglah, rombongan kami punya Vani. Vani ini adalah rekan gw, dan doi adalah laki-laki tulen, walaupun namanya agak menyesatkan. Vani ini boleh dibilang penawar berdarah dingin. Doi punya seribu satu cara untuk menawar dengan kejam tanpa teralihkan oleh paras cantik sang penjual ataupun pabrik susunya. Gw curiga, doi ini gay (piss Van:D). Eniwei, selama di Ben Thanh market, Vani mengaplikasikan beberapa trik tersebut dan sepenglihatan gw, trik-trik tersebut cukup efektif. Berikut adalah beberapa trik Vani dalam tawar-menawar:

1. Jika anda berada dalam rombongan, coba lakukan pendataan barang-barang yang ingin dibeli masing-masing individu. Jika ada yang menginginkan barang yang sama, belilah bersamaan, jangan satu-satu dan terpisah. Dengan demikian, anda punya bargaining power yang lebih yaitu: “membeli dalam jumlah banyak” yang bisa menurunkan harga barang tersebut secara signifikan.

2. Buatlah paket penawaran yang membingungkan penjual. Misalkan ada barang A seharga 100rebu, barang B seharga 50rebu, dan barang C seharga 25rebu, cobalah membuat penawaran yang membingungkan seperti 200rebu untuk 3 barang dan 1 barang B dan 4 barang C. Hati-hati jangan sampai anda kebingungan sendiri.

3. Jika penjual menolak tawaran anda, pergilah dengan cool, seolah-olah anda tidak memperhatikan pabrik susu sang penjual. PErcaya atau tidak, jika anda pergi dengan cool, ada kemungkinan 50% sang penjual akan memanggil anda, menyerah kalah dan menerima tawaran anda. Jika anda tidak dipanggil, pergilah ke tempat lain, tunggu beberapa saat (15-30menit), lalu pergilah kembali ke tempat tadi, namun jangan melirik, cukup pura2 lewat, percaya atau tidak, ada kemungkinan 50% sang penjual akan memanggil anda, menyerah kalah dan menerima tawaran anda.

Berkat Vani, gw pun sukses belanja beberapa kaos dengan harga yang murah namun tetap menikmati pabrik-pabrik susu Vietnam.

Stepen – Pengamat Profesional Pabrik Susu

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya, Wejangan dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Catatan Liburan Vietnam – Belanja di Pasar

  1. Heru berkata:

    serius banyak cewek cakep bro

  2. filan berkata:

    pabrik susunya itu lho…..aahahahahahhaaaaa
    mantaaaaffffff!!!!

  3. Ali berkata:

    Haha…kocak banget ceritanya. Sip dah infonya, mudah2an an kapan2 bs menyambangi pabrik susu vietnam juga deh.

  4. Ping balik: Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Intro | stepenstependotcom

  5. Ping balik: Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Jalan-Jalan di Cuci Tunnel | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s