Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Jalan-Jalan di Cuci Tunnel

Tanggal 12 Januari adalah hari dimana gw harus pergi meninggalkan Vietnam untuk pulang ke Indonesia (hiks). Untungnya, ibu Ria, tata usaha FTMD, dengan baik hati memesankan pesawat malam hari untuk kepulangan kami ke Indonesia. Alhasil, kami pun punya waktu kurang lebih 15jam untuk menjadi turis beneran di Vietnam. bukan turis-turisan. Peluk dan cium untuk bu Ria.

Awalnya, kita bingung maw ngapain di hari yang kosong ini, secara kota Ho Chi Minh ud kita jelajahi dari ujung ke ujung di malam-malam sebelumnya. BAhkan semua pabrik susu yang ada di kota ini ud kita liat:D. Muncul beberapa ide fantastis seperti maen kartu seharian di kamar hotel ataupun ngemis di kota Ho Chi Minh city (Secara di kota ini ga ada keliatan sama sekali pengemisnya, klo ada satu aj pengemis, pasti doi tajir banget karena semua orang ngasi duid ke dy). Namun, atas ide pak Rianto, akhirnya kami memutuskan buat ngekor beliau dan 3 dosen lainnya buat ikut travel tour jalan-jalan ke Cuci Tunnel.

Cuci Tunnel ini dulunya adalah pertempuran antara tentara Vietnam dengan tentara Amrik. Di daerah ini (Cuci), banyak dibangun terowongan-terowongan bawah tanah yang gaul buat gerilya ngelawan tentara Amrik (Anjis, ud lama banget gw ga baca kata gerilya, terakhir kali baca dulu pas SD pas pelajaran tentang pahlawan). Di daerah ini juga banyak ditaro ranjau-ranjau atau jebakan-jebakan yang gaul buat membunuh tentara Amrik. Setelah damai, tempat ini dijadikan objek wisata. Menurut dosen gw, enderal-jenderal Vietnam dulu memang sudah merencanakan hal ini: Membuat terowongan-terowongan bawah tanah dan berbagai ranjau untuk melawan Amerika dan menjadikannya obejk wisata setelah damai. Sungguh jendral yang berpikiran ke depan, ga heran Amrik kalah.

Sesampainya di Cuci tunnel, kita langsung digiring ke camp buat nonton pelem tentang perang Vietnam yang menurut gw sangat ga jelas. Gimana enggak? Ud gambarnya item putih, pecah, suaranya asal teriak, TVnya kecil pula. Alhasil, gw pun melewati kegiatan ini dengan maen snake di HP gw. Dari ini, kita ditunjukkin pintu-pintu masuk ke terowongan bawah tanah yang mana pintu masuknya sangat kecil en bener2 ga keliatan klo ada pintu masuk di situ. Beberapa bule yang berbadan besar bahkan ada yang kesulitan untuk masuk dan nyangkut. Gw rasa ini juga tujuannya kenapa pintu masuknya dibikin kecil, biar tentara Amrik ga bisa ngebuntutin. Eniwei, berikut adalah foto gaul gw sedang memasuki pintu masuk terowongan.

 

Dari pintu masuk terowongan ini, kita beranjak ke beberapa spot kaya dsiplay Tank yang ud ancur, tempat tentara Vietnam ngebuat peluru dan perengkapan perang lainnya, display senjata-senjata, dan display ranjau-ranjau yang dipakai tentara Vietnam. Terus berjalan, akhirnya kita pun sampai di ujung Cuci tunnel. Ujung Cuci tunnel ini isinya adalah tempat jualan suvenir sekaligus tempat penembakan. Tempat penembakan? Yoi, di sini, kita bisa beli peluru lalu nyoba nembak beneran pake AK-47. Awalnya gw sangat excited dan kepingin beli peluru itu buat nembak Albert Meigo (Siapa Albert Meigo? Silahkan baca: Kisah gw belanja di Ben Thanh market). Sayangnya, karena kita kudu beli minimum 10 peluru en harganya lumayan mahal, 10x35rebu Dong alias 350rebu Dong (17rebu Rupiah), gw pun mengurungkan niat gw dan mengalokasikan duid gw buat beli suvenir: Rompi tentara Vietnam yang mirip rompi jonin di Naruto. Gaul, pikir gw, tapi setelah gw coba, gw malah terlihat mirip gembel daripada tentara. Alhasil, gw pun tetep beli rompinya (karena penjualnya cantik). Sialnya, sesampainya di rumah, adek gw yang adalah fotografer karbitan mengklaim hak milik atas rompi ini karena cocok untuk membawa banyak lensa. Damn… Gw pun segera mengklaim hak milik atas komputer desktop doi namun tidak lolos petisi.

Dari sini, kita selanjutnya jalan balik lagi ke depan. Yang menariknya, selama perjalanan balik ke pintu masuk, kita mendapat kesempatan untuk menelusuri terowongan bawah tanah dengan catatan tidak ada yang boleh kentut selama di terowongan. Alhasil, gw dan rombongan pun mencoba menelusuri terowongan ini. Beberapa orang, seperti Albert Meigo yang berjalan di belakang gw, mengalami claustrophobia selama di terowongan. Doi tiba-tiba berteriak-berteriak dan mengerang-mengerang. Setelah difoto dengan blitz, doi pun tenang kembali.

Setelah mulai bungkuk dan keringetan, akhirnya terowongan berakhir dan kita semua pun keluar dengan selamat. Kita pun kembali ke bus dan langsung kembali ke hotel untuk siap-siap pulsn ke Jakarta. Dengan ini, cerita liburan gw ke Vietnam denan resmi berakhir. Mohon doanya agar gw bisa ikutan RCMEAE 2013 yang akan di selenggarakan di Bangkok, jadi gw bisa jalan-jalan gratis lagi dengan duid fakultas (lagi-lagi peluk dan cium untuk bu Ria).

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Jalan-Jalan di Cuci Tunnel

  1. Yorgi berkata:

    wkwkwkwkwkwkw, dipeluk terus sama dicium terus ibu Ria nya, dia ga butuh peluk dan cium, dia butuh oleh2 hahahahahahha, gmana sih bang hahahahhaa

  2. Epoy berkata:

    coba lengkap ma waktu yg dibutuhkan brp lama n pakai travel city tour apa kesananya (cuchi tunel), dan abis berapa duit….thanks utk semua ceritanya.

  3. Albert Meigo berkata:

    hoi… kenapa nama saya dibawa2?

  4. blog yg luar biasa…

    salam kenal..🙂

  5. Ping balik: Catatan Liburan Vietnam – Januari 2012 – Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s