Cerita Pindahan Part 1

Setelah setahun lebih tinggal di Tirtayasa No 8 (dan berebutan kamar mandi dengan kucing yang empuny kosan), akhirnya gw pun memutuskan untuk pindah kostan ke kostan Nope di Wirangun-Angun. Adapun alasan kenapa gw pindah adalah penghematan. Yup, walaupun harga kostan gw yang lama dengan kostan Nope ini sama, di kostan Nope, tersedia nasi dan aer putih yang kita bisa ambil seenak jidatnya. Jadi, gw akan bisa menghemat dari segi konsumsi. Selain itu, di kostan Nope juga tersedia kompor dengan gas yang juga bisa kita pake seenak jidat sehingga memungkinkan gw untuk berkreasi dan menciptakan masakan jenis baru. Selain itu (lagi), di kostan Nope juga ada TV di ruang tamu yang memungkinkan gw untuk membuang waktu saat ga ada kerjaan. Dan yang paling penting, di kostan ini ada Nope, yang pada umumnya maw gw suruh-suruh tanpa imbalan. Alhasil, gw pun memutuskan untuk pindah.

Prosesi perpindahan kost sebenernya ud dimulai dari tahun lalu. Sekitar akhir November 2011, gw meminta Nope untuk menginfokan ke gw klo ada kamar di lantai atas kostannya yang kosong. Pertengahan Desember, doi pun menginfokan gw bahwa ada penghuni kamar atas bernama Steven yang bakalan cabut. Mendengar berita tersebut, gw pun langsung nafsu menelpon yang empunya kostan untuk booking. Gw berbicara dengan si bapak kost dan menceritakan bahwa gw Stepen ingin mengambil alih kamar Steven. Dengan berbagai kebingungan, akhirnya si bapak mengerti dan membook kamar tersebut untuk gw. Asoy!

Sayangnya semua tak semulus yang gw bayangkan. Di akhir Desember, Nope menginformasikan gw bahwa si Steven mendapat pencerahan dari langit dan memutuskan untuk tidak jadi pindah. Gw pun berdoa agar si Steven dikutuk menjadi keledai dan meratapi nasib gw yang batal pindah kos dengan mengurung diri seharian di kamar kostan gw (yang lama).

Pertengahan Januari kemarin, seorang penghuni kamar bawah kostan Nope angkat kaki. Secara gw kemarin ud nelpon si bapak kost, si bapak kost pun memplot kamar bawah tersebut untuk gw tempati. Namun, si bapak kost lupa memberitahukan ke si bibi penjaga kostnya kalau kamar tersebut adalah hak milik gw. Alhasil, si bibi pun memberikan kamar tersebut ke orang lain yang datang langsung ke kostan Nope kira-kira minggu lalu. (Supaya ga binngung: kostan Nope ini dijaga oleh bibi penjaga kost dengan kepala kucing, badan kedelai, dan buntut tikus, tapi si bapak dan ibu kost-nya tidak tinggal di kostan tsb, melainkan di rumah sendiri. Jadi, yang ada di kost sepanjang hari hanya si bibi penjaga kost).

Di sisi lain, Nope kembali menginformasikan gw perihal kamar kosong tersebut. Nope juga menginfokan tentang ada orang yang ngeliat2 kamar tersebut, tapi kayanya blm ngomong ke bapak/ibu kost, jadi gw harus bertindak cepat. Dengan nafsu, lagi-lagi gw langsung menelepon yang empunya kostannya. Kali ini gw berbicara dengan ibu kost. Entah bagaimana proses kesalahpahaman yang terjadi di antara bapak kost, ibu kost, dan si bibi penjaga kost, lagi-lagi si ibu kost mengiyakan gw dan mengatakan bahwa kamar bawah tersebut adalah hak milik gw. Doi pun menyuruh gw untuk datang menemui doi untuk interview (halah).

Demi memenuhi panggilan interview tersebut, gw pun kemarin pagi mendatangi rumah si ibu kost (bukan kost Nope ya). Setibanya di rumah si ibu kost, gw langsung koprol melewati pagar dan memencet bel. 30 detik berselang, seorang pembantu wanita keluar dan menanyakan keperluan gw. Gw dengan gagah mengatakan: “Maw nyari kosan, mbak!” dan si mbak pun langsung berlari ke dalam rumah untuk mencari si bapak/ibu kost. 30 detik berselang, doi keluar lagi dan mengatakan bahwa kostnya uda penuh. Secara si bapak en ibu kost ini punya 2kostan, gw pun kembali bertanya untuk memastikan bahwa kostan yan dimaksud adalah kostan yang di Wirangun-Angun, alias kost Nope. Doi pun kembali masuk dan keluar lagi 30 detik berselang dengan jawaban: “Iy, ada yang kosong 1 tapi ud dipesen”. Shock mendengar jawaban doi, gw pun langsung pulang dengan wajah madesu.

Sesampainya di kost gw (yang lama), gw pun menjadi labil dan menangis sepanjang hari. Gw pun mengadu kepada Nope tentang kejadian tadi pagi sambil bercucuran aer mata. Mendengar gw yang nangis sampe bengek, kayanya Nope melakukan sesuatu yang gw ga tau apa, tapi intinya sore-sore doi sms gw nyuru gw ketemu bapak/ibu kost en bayar depe buat kamar kostnya. Bingung bukan? Gw juga bingung.

Setelah diselidiki, ternyata ceritanya ternyata kaya gini: Karena gw ud nelpon ke si bapak kost pas Desember tahun lalu, doi ud ngereserve satu kamar buat gw, yakni kamar Steven. Karena Steven bakal pindah, status gw pun berubah dijadikan waitinglist oleh si bapak. Cilakanya, si bapak kost ga bilang ke bibi penjaga klo ud ada waiting list, alhasil, ketika kamar bawah ada yang kosong, si bibi pun menerima orang yang waktu itu datang untuk nyari kost. Untungnya, orang tersebut belum mengkontak bapak/ibu kost. Alhasil, bibi pun terpaksa membatalkan pemberian kost ke orang tersebut:D (Ya iylah, mana berani doi ngelawan majikan). Well, itulah kira2 miskom antara bapak/ibu kost dengan si bibi penjaga kost. Yang lebih kocaknya lagi, waktu gw pagi-pagi dateng buat interview, si bapak kost mengira gw adalah orang lain yang ingin mencari kost, bukan Stepen si ganteng yang ud mesen kost. Oleh karena itu, gw ditolak. Yah, salah gw juga sih, pas dateng, gw ga bilang klo ud pesen kamar.

Eniwei, singkat cerita, gw pun berhasil mendapatkan kamar kostan di lantai bawah di Kost Nope. Rencananya, gw akan pindahan sabtu-minggu besok. Bagi yang merasa dirinya tangguh dan kuat, gw persilahkan untuk membuktikan kejantanannya dengan membantu gw pindahan.

Stepen – hampir batal pindah kost

Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Pindahan Part 1

  1. Bayu mantan penghuni kosan berkata:

    Hahahahahahaha
    Karma pen karma. Balik ke kosan laknat bersama bibi2 fantastis idaman lo
    Haha. Ati2 ada yg freak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s