Cerita Pindahan Part 2

Setelah sukses menimbulkan kesalahpahaman antara bapak/ibu kost dengan bibi penjaga kost, gw pun sabtu kemarin telah melunasi uang kosan pertama, mendapatkan kunci kamar dan resmi masuk kostannya Nope. Asoy! Sekarang yang menjadi masalah adalah gimana caranya gw memindahkan barang-barang gw dari kostan lama ke kostan baru. Sebenernya, pas serah terima kunci hari sabtu itu, bonyok gw dateng dan doi menawarkan buat bantuin mindahin kost, mumpung ada mobil, jadi gampang mindahinnya. Secara kostan lama en kostan baru ini jaraknya cukup deket, kurang lebih 5menit jalan kaki, gw pun menolak tawaran bonyok gw dengan gengsi tinggi dan lobang idung yang digede-gedein. Keputusan yang akhirnya gw sesali.

Secara sabtu kemaen masih tanggal 28 Januari, sementara kamar kostan gw yang baru ud kosong en ud bisa dimasukin barang-barang gw, maka gw efektif punya 3 hari untuk pindahan. Gw pun memutuskan untuk pindahan dengan cara dicicil setiap malamnya. Brilian!

Gw pun memulai pindahan di hari sabtu malam dengan memindahkan baju-baju formal gw (kemeja, baaju bekerah, celana panjang, dan celana panjang bahan) ke kostan baru disusul dengan barang-barang ga penting lainnya, seperti raket bulu tangkis, dll. Di luar dugaan, lima menit jalan kaki dengan barang-barang pindahan ternyata cukup melelahkan. Walaupun begitu, itu bukan halangan bagi manusia berbulu ketek fantastis seperti gw. Halangan gw cuman 2: matras udara yang kudu gw pindahin buat jadi kasur di kostan yang baru, plus meja komputer yang telah gw alih ungsikan menjadi meja makanan. Untuk dua barang spesial ini, gw terpaksa memanggil bala bantuan untuk memindahkannya.

Buat mindahin matras udara, gw pun mensummon Eling, wanita jelita yang sebentar lagi mendapatkan penghargaan jomblo perak, untuk membantu gw memindahkan matras udara ini dengan motornya. Alhasil, minggu malam, gw pun menaruh makanan kucing di depan kostan lama gw dan 5 menit kemudian, Eling pun datang dengan motornya.

Setelah bernegosiasi, Eling pun setuju untuk membantu gw dengan bayaran es krim Wall’s Selection. Gw pun mengeluarkan matras udara gw dan dengan fantastis menaiki motor Eling dengan konfigurasi matras udara berdiri tegak lurus ke atas. Kenapa tegak lurus ke atas? Biar ga nyambet orang pas lagi jalan. Alhasil, sepanjang perjalanan, sementara si Eling tinggal mengendarai motornya agar baik jalannya, gw pun harus berusaha keras menahan gaya hambat (Kan ceritanya anak penerbangan) yang besar yang dialami si matras udara. Yang bodohnya, Eling ini tidak mempertimbangkan tinggi matras udara yang menjulang ke atas dalam memilih jalan. Alhasil, perjalanan pun diisi dengan matras udara gw 2x nyangkut ke dahan pohon dan 1x nyangkut di portal. Untunglah proses pemindahan berlangsung di malam hari, jadi ga ada orang yang ngeliat en ngetawain. Asoy!

Buat mindahin meja komputer, gw mensummon Nope. Berbeda dengan Eling, Nope ini ga bisa dipancing dengan makanan kucing atau apapun. Untunglah, gw rajin berdoa akhir-akhir ini. Alhasil, Tuhan pun memutus Nope untuk datang ke kostan gw pas gw maw mindahin meja laknat tersebut.

Secara meja komputer ini gw mungkin buat dibawa pake motor atau sepeda, terpaksa kita kerek dari kostan lama ke kostan baru. Sayangnya, ngerek meja ini ternyata cukup berisik dan juga jalannya ga bisa cepet gara-gara roda mejanya yang ud berantakan. Nope pun geram dan doi langsung ngangkat meja komputer gw bulet-bulet, trus naroh tu meja di atas kepalanya kek ibu-ibu di Bali bawa barang-barangnya di atas kepala, lalu jalan ke kostan. Gw? Gw pun tinggal ngikutin dari belakang dengan tangan kosong dan pikiran kagum atas kekuatan ketek Nope. (Ya, karena untuk membawa barang di atas kepala, diperlukan otot ketek yang kuat). 30 menit berselang, kita pun sampe di kost dan proses pindahan resmi berakhir.

Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s