Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 1

Setelah menempuh penerbangan selama beberapa jam, yang mana gw tempuh dengan mata tertutup dan air mengucur dari bibir gw (baca: ngiler), gw pun tiba di Narita Airport bersama dengan 11 kompatriot gw yang juga akan  mengikuti proses interview. Setibanya di Airport, gw dkk (dan kompatriot-kompatriot) langsung mengurus imigrasi dan tetek bengek lainnya dan tibalah kita di terminal sekitar jam 7kurang. Setelah menunggu setengah jam, Nishimoto-san, sang penjemput kita yang juga merupakan pewawancara gw ketika gw interview di Indonesia, datang dan bawa kita ke bus. Setelah menunggu 3 kompatriot dari Indo yang dateng pake JAL beserta dengan pesaing-pesaing dari Vietnam dan negara lainnya, gw dkk pun cabut ke Training Center di Yokohama dengan bus.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, yang juga gw tempuh dengan mata tertutup dan ngiler, akhirnya gw tiba di training center di Yokohama. Di sini, kita dikenalkan dengan Harada-san dan Muranaka-san. Mereka bersama dengan Nishimoto-san adalah bagian HRD dari perusahaan yang gw lamar dan mereka yang bertugas menjaga dan membimbing kita selama interview. Setibanya di training center, kita langsung orientasi. Di orientasi ini, jadwal kegiatan kita selama di Jepang dijelaskan dan allowance kita (baca: duid yang harusnya dipakai untuk akomodasi dan makan tapi nantinya malah gw sia-siakan buat beli gundam). Sekitar jam 1an, orientasi pun beres. Kita pun diberi makan siang berupa nasi kare dan dipersilahkan berleha-leha di kamar guesthouse yang telah disediakan buat kita karena jadwal hari ini cuman orientasi aj. Sisanya, jam jalan-jalan. Asoy!

Sebenernya, dari waktu sebelum berangkat, para kompatriot senior (baca: orang2 Indo yang ud bekerja di perusahaan yang gw lamar sejak tahun lalu) ud merencanakan buat nraktir kita makan-makan waktu kita di Jepang. Mereka bakal ngejemput kita dari guesthouse jam4 sore. Alhasil, gw punya waktu tiga jam buat leha-lehe di guesthouse.

Secara menurut informasi kompatriot senior, internet di guesthouse super ngebut, gw pun langsung mengeluarkan laptop buat donlod-donlod. Sayangnya, rencana gw ga semulus yang gw bayangkan. Waktu gw menyalakan laptop gw, terdengar suara anjing menggonggong dan laptop gw pun gagal booting. Segala cara gw tempuh, mulai dari boot via safe mode sampai pergi ke gereja untuk mohon ampun, namun laptop gw tak kunjung bisa booting juga. Akhirnya, gw pun pasrah dan mau ga mau tidur (lagi) di guesthouse sampe jam 4.

Akibat insiden laptop ini, terus terang, gw pun menjadi bad mood dan uring-uringan di hari pertama, secara gw ud menghabiskan waktu 4tahun bersama laptop gw yang satu ini. Klo laptop bisa dikawinin, gw mungkin ud mempertimbangkan buat mengawini laptop gw. Gw pun mulai berpikir yang aneh-aneh, mulai dari pikiran bahwa ini adalah pertanda klo gw bakal gagal interview di sini sampai ke pikiran apa yang terjadi klo gw minum coca cola trus makan mentos. Gw cuma berharap laptop gw ga maw nyala karena listrik Jepang yang 110V dan laptop gw akan sembuh begitu dibawa pulang ke Indo dan gw pun memutuskan untuk tidur buat menghilangkan pikiran-pikiran seronok gw.

Jam 4 teng, gw pun bangun (baca: terbangun gara-gara ada yg nelpon ke kamar gw) dan langsung bersiap-siap untuk ditraktir. Gw pun turun ke bawah dan mendapati kompatriot senoir gw, Mahesa Akbar alias Emon, telah siap membawa kita ke tempat makan-makan dengan dandanan ala Hyde yang abis kecebur di got. Setelah semua siap, kita pun digiring ke Sakuragi-cho dengan kereta. Setelah 15menit jalan kaki, kita pun nyampe di tempat makan-makan tersebut dan profesi makan-makan pun dimulai.

Acara makan-makan ini diisi dengan tentu saja makan-makan dan perkenalan. Kita, para kandidat pekerja, memperkenalkan diri satu-satu dan disusul dengan kompatriot senior memperkenalkan diri mereka. Setelah selesai, para senior pun satu-satu memberikan wejangan-wejangan. Sebagian berguna, sebagian standar dan ud gw ketahui (nyolot). Sekitar jam 7an, acara berakhir dan kita kembali ke guesthouse, tentu saja dengan digiring oleh para senior.

Sesampainya di guesthouse, gw pun kembali mencoba menyalakan laptop gw, berharap terjadi keajaiban dan laptop gw bisa nyala. Sayangnya kagak. Gw pun berpikir untuk mencari danau terdekat dari guesthouse gw lalu membuang laptop gw ke dalamnya. Sapa tau nantinya akan muncul peri danau yang akan memberikan gw laptop baru dari emas dan perak kek di dongeng-dongeng. Lalu gw berpikir, dapet laptop baru dari emas dan perak pun percuma, karena ud basah dan ga mungkin nyala lagi.

Secara TV yang disiarkan di kamar gw semuanya lokal, gw pun ga ngerti apa yang diomongin. Alhasil, laptop rusak + TV yang bahasanya gw ga ngerti = terpaksa tidur cepet. Dan ya, pukul 9 malam, gw pun tidur dan hari pertama gw di Jepang pun berakhir.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 1

  1. Ping balik: Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s