Lagi-Lagi, Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur

Hari ini, gw mengalami kecelakaan naas (lebay!) dengan belalang tempur gw. Kejadian ini baru saja terjadi 2 jam yang lalu dan saat ini gw mengetik postingan blog ini dengan tangan berlumuran darah (lebay). Namun, secara postingan yang paling rame dibaca di blog ini adalah postingan yang menceritakan kenaasan gw (Percaya atau ga, Cerita Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur yang pertama dibaca ampe 100 orang, sementara postingan yang laennya cuman dibaca 5-10x), gw pun lebih memilih nulis blog dibanding mengobati luka gw. So, inilah dia, kronologi kejadiannya.

Kejadian ini bermula pukul 6 sore tadi. Gw baru saja pulang dari maen futsal di Sabuga bersama om Maris (ditraktir karena doi ultah, met ultah ya om, semoga enteng jodoh dan tambah putih:D). Tubuh gw lemas dan mental gw labil karena tadi gw dicupu-cupuin bocah2 Vietnam yang ikutan maen. Pas gw maw naek belaalng tempur gw buat pulang, adapun si Nope mengesms gw. Doi mengabarkan bahwa Eling, wanita langka temen gw yang berwajah mirip badut, maw traktir Pizza Hut. Ceritanya Eling baru pindah kost, jadi traktiran ini cem selamatan kostan baru. Gw, sebagai anak kost yang kere dan susah buang air besar, tentu saja langsung nafsu membara begitu mendengar kata traktir. Alhasil, gw pun langsung memacu sepeda dan berangkat ke kostan baru Elnig di daerah Plesiran.

Tadinya, gw maw ke Plesiran lewat gang yang di seberangnya Jalan Badak Singa. Namun, karena napsu en kalap, gw pun lupa klo harus belok. Alhasil, gw kebablasan dan kudu ke Plesiran lewat Baltos (Balubur Town Suare). Nah, setelah melewati Baltos ini, ada turunan yang kemiringannya kurang lebih sekitar 45 derajat. Secara gw ini jiwanya adalah jiwa pembalap, gw pun langsung berpose bak pembalap sedang ngebut dan melewati turunan maut ini dengan kecepatan tinggi.

Sebenernya, gw ud biasa melewati turunan ini dengan kecepatan tinggi, sambil ngupil malah. Cuman, yang kali ini, gw lupa klo tepat setelah turunan ada polisi tidur. Kenapa gw lupa? Mungkin karena ud kalap dan buru2 pengen nyampe soalnya takut ga kebagian Pizza. Alhasil, gw pun ga ngerem dan melewati polisi tidur dengan kecepatan 1.2Mach (lebay!). Lalu entah gimana ceritanya, tangan gw terlepas dari pegangan dan gw pun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sebelah kanan. Karena kecepatan gw cukup fantastis saat jatuh, gw pun terseret sejauh 2meteran sebelum akhirnya gw berhenti tepat di samping seorang pejalan kaki yang sedang kaget melihat atraksi bunuh diri gw.

Sebenernya gw cukup beruntung dalam insiden kali ini. Karena tas gw ada di sebelah kanan dan tas tersebut menggembung karena diisi jaket yang diuntel-untel, gw terjatuh berbantalkan tas gw. Sehingga jatuhnya gw cukup empuk bak melompat ke ranjang springbed. Ga ada cedera yang parah selain lecet-lecet dan cangcut gw yang sobek sedikit (gw juga ga ngerti kenapa bisa sobek, mungkin juga emang ud sobek sebelon jatuh). Namun, yang parah adalah kemaluan*nya. Yup, gw terjatuh dan berhenti tepat di sambil seorang pria muda yang sedang jalan kaki santai. Doi cukup shock melihat gw yang tiba-tiba muncul dari samping sambil menyeret aspal. Hal ini terlihat dari luas bukaan mulutnya ketika melihat gw. Karena kemaluan tersebut, gw pun langsung bangun dengan salto dan berkata: “Ga perlu panik, saya tidak apa2..” sambil menahan rasa sakit dan kemaluan* gw. Doi kemudian membantu gw memberdirikan belaalng tempur gw dan pergi setelah sekalilagi bertanya apakah gw kenapa2. Damn, kenapa musti ada saksi mata tiap kali gw jatuh.

Seusai jatuh, gw langsung melanjutkan perjalanan ke kost Eling buat makan Pizza. Namun, sialnya lagi, Pizzanya ud keburu abis dan mereka cuman menyisakan dua slice (ud bagus disisain). Itu pun gw rasa toppingnya ud dicomot2in dikit-dikit. Gw pun langsung terkulai lemas. Gw rasa klo gw cerita pengalaman ini mau dijadiin peribahasa, bunyinya kaya begini: “Sudah jatuh dari sepeda, tak dapat Pizza pula…”

Well, long story short, gw gappaap. Gw juga pengen kasih nasihat ke semua temen2 gw daan pembaca. Intinya: “Hati-hatilah saat Eling maw mentraktir anda karena kejadian buruk bisa menimpa anda..”

Stepen – Pujangga Peribahasa

*Kata kemaluan yang ada di dalam postingan ini bukanlah kemaluan biasa, melainkan sesuatu yang selalu disembunyikan dan tidak pernah diperlihatkan ke orang lain. Semoga postingan ini ga melanggar UU Pornografi dan UUD 45.

Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

2 Balasan ke Lagi-Lagi, Kecelakaan Naas dengan Belalang Tempur

  1. Ping balik: Belajar Vespa? – Part 2 – Ngegenjot | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s