Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 4

Berbeda dengan hari ketiga (yang mana gw ga sempet jalan2 gara baru kelar interview sore2), hari keempat adalah hari yang cukup seru karena jadwal hari ini hanya sampe siang aj. Sama seperti kemarin, hari ini, kami bakal dijemput Matsumoto-san di stasiun Shin-Yokohama jam 9 buat di bawa ke markas pusat di Hamamatsu-cho (deket Tokyo). Yang berangkat dalam rombongan ini sama dengan kemaren, kecuali Setyo dan Agung. Wawancara mereka di markas pusat dibatalin tanpa tau alasannya. Alhasil, gara2 pembatalan ini, Setyo pun menjadi galau-galau ga jelas seharian dan sempat berpikir untuk bunuh diri dengan menenggelamkan diri di bak mandi.

Brangkat jam 9 dari stasiun, kami pun sampai di markas pusat atau bahasa jepang gaulnya: Ha-Ki (HQ alias Headquarters) sekitar jam 10an. Kami pun dibriefing sebentar dan langsung duduk manis di satu ruangan buat antri interview. Setelah menunggu sekitar sejaman (sejaman loh, ingat, sejaman tidak sama dengan satu jaman), akhirnya tiba giliran gw. Entah kenapa, karena gw ud pesimis akibat wawancara kemaren di pabrik, gw malah jadi lebih lepas melakukan waawncara di sini. Yang menarik juga, si bapak bos besar divisi gw sangat antusias melihat kontur vortex yang warna-warni pada presentasi gw. Wawancara pun jadi asik en sama seperti kemaren, wawancara ini juga ditutup dengan gw curhat tentang kecintaan gw pada gundam. Alhasil, entah kenapa selesai wawancara, gw jadi optimis, padahal kemaren gw saking pesimisnya ampe pengen bunuh diri pake oven.

Sekitar jam 1-an, setelah makan siang dan interview kelar, yang tersisa tinggal gw, Alvi, dan Dong Wensi. Anak-anak Vietnamnya ud pulang duluan. Alhasil, secara masih jam 1, kami pun memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Secara (lagi), sekarang posisi kami di deket Tokyo, adapun tujuan jalan-jalan kali ini adalah Tokyo Tower. Dengan berbekal melihat puncak Tokyo Tower dan sotoy, kami pun asal jalan menuju Tokyo Tower. Ketika puncak Tokyo Tower tidak terlihat, saat itulah Dong Wensi diberdayakan buat nanya jalan (doi orang Singapur tapi bisa bahasa Jepang dikit2).

Alhasil, setelah beberapa lama jalan-jalan, kita pun nyampe di kuil deket Tokyo Tower. Kami pun masuk ke kuil ini dan foto-foto. Di kuil ini berasa banget Jepangnya. Kami pun menghabiskan waktu cukup lama di sini. Di bagian paling dalem dari komplek kuil ini, ada satu kuil yang isinya tempat jualan suvenir. Di sini, gw beliin jimat kesehatan buat mak ama babe gw buat oleh2. Tadinya gw maw beliin jimat juga buat adek gw, sayangnya di sini ga jual jimat supaya suka ngasi duid ke kakak. Alhasil, gw pun memutuskan untuk ngasi oleh2 yang laen buat adek gw: KFC Jepang, haha.

Di depan kuil suvenir ini, ada juga kotak ramalan. Jadi kotak ramalan ini bentuknya kotak (ya iy lah) yang berisi banyak untelan kertas di dalamnya serta lobang duid di sampingnya. Masukin duid 200yen ke lubang, dan ambil satu untelan ramalan buat ngecek peruntungan anda, lalu gantung kertas ramalannya di tempat yang disediakan, begitulah kira-kira adatnya. Gw pun memberanikan diri membuang 200 Yen (alias 20rebu) dan mengambil satu ramalan. Asoy!

Gw pun membuka kertas ramalan dan di luar dugaan, hasilnya excellent. Gw lupa kata-kata detilnya, yang pasti, peruntungan gw lagi yahud. Yang paling gw inget adalah waktu bicara tentang pekerjaan, kata-kata di kertas ramalannya adalah: “No one can stop you!”. Alhasil, gw pun langsung menjadi superoptimis dan fantastis. Padahal klo dipikir2 lagi, kata-kata “No one can stop you” itu artinya bisa aj buruk. Contohnya: “No one can stop you from failing this job”. Eniwei, untunglah gw ga kepikiran hal-hal bodoh macem ini saat itu dan setelah membaca ramalan ini, gw pun jadi hepi dan melayang-layang.

Nah, ternyata, Tokyo tower tu terletak di belakang kuil tersebut. Jalan 5 menit dari kuil dan kita pun sampe di Tokyo Tower. Asoy! Niatnya sih tadinya maw naek ke atas Tokyo Tower en foto-foto. Sayangnya, liftnya lagi direnovasi dan harga naeknya pun cukup mahal, 2000Yen, jadi klo pun liftnya lagi ga direnov pun, gw belum tentu jadi naek. Alhasil, kami pun cuman foto-foto di bawahnya Tokyo Tower (Sedih pisan ngedengernya) dan liat-liat ke dalemnya sebentar. Gw pun baru tau klo Tokoy Tower tu bawahnya kek mal biasa, cuman di atasnya aj ada semacem observatori. Hahaha, noraknya gw:D.

Setelah puas muter2 bawahnya Tokyo Tower, gw, Alvi dan Dong Wensi pun memutuskan untuk dislokasi (dislokasi = berpindah lokasi). Kami pun berjalan kembali ke stasiun Hamamatsu-cho dengan berbekal ingatan dan papan petunjuk jalan. Sesampainya di stasiun, Dong Wensi memutuskan untuk balik ke guesthouse sementara Alvi, entah gimana caranya, berhasil memanipulasi gw buat pergi ke Sankeien Garden di Yokohama. Alhasil pergilah kita naek kereta dan disusul dengan naek bus ke Sankeien Garden.

Kita sampe di Sankeien Garden pukul 4.30. Cilakanya Sankeien Garden ini tutup jam 5. Alhasil, gw dan Alvi pun bimbang. Harga tiketnya lumayan sih, 500Yen, tapi cuman bisa setengah jam di sini, tapi juga ud jauh2 jalan ke sini masa batal. Akhirnya, dengan berat hati, gw dan Alvi pun membayar tiket masuk dan masuk ke Sankeien Garden.

Sankeien Garden adalah taman yang klo menurut gw cocok banget buat pacaran. Di sini ada banyak sakura (yang sayangnya lagi ga mekar) dan phohn2 laennya dengan danau yang yahud plus bebek-bebek dan burung-burungnya. Di sini juga ada bangunan tradisional Jepang en pagoda plus taman-taman kecil yang keren2. Pokoke, suansa di sini cocok banget buat orang yang lagi pacaran. Beberapa pasangan juga terlihat sedang mesra2an di bangku sambil menikmati keindahan taman. Satu yang disesalkan, gw ke sini bareng Alvi.

Gw en alvi di sini cukup lama karena luasnya Sankeien Garden. Bahkan ampe jam 5, kami belom kelar menjelajahi semuanya, tapi tetep cuek dan terus muter2 en foto2. Karena ud lewat jam 5, pengunjung laen pun ud pada pulang dan kami bebas moto seenak jidatnya dengan pose selangka mungkin:D. Setelah kurang lebih jam 5.45, barulah kami pulang, haha.

Dari Sankeien Garden, kami pun langsung naek bus ke stasiun dan pulang ke guesthouse naek kereta. Walaupun sempet hampir salah pilih bus karena ga bisa baca jurusannya, kami pun berhasil pulang dengan selamat berkat bantuan seorang ibu2 di halte. Makasih ibu, upahmu besar di surga:D. Dari stasiun Yokohama, lagi-lagi Alvi maw memisahkan diri. Doi maw muter2 lagi buat nyari cocobi (gw rasa cocobi ini ada ganjanya kali ya) dan akhirnya kita pun berpisah di stasiun Yokohama. Gw pun langsung pulang ke guesthouse buat mengistirahatkan kaki gw yang ud kriet-kriet gara2 kebanyakan jalan. Sesampainya di kost, gw pun langsung berendam, mandi, dan tidur dan hari keempat gw di Jepang pun berakhir.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Day 4

  1. Ping balik: Catatan Liburan(?) Jepang – Februari 2012 – Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s