Tentang Coklat

Gw adalah tipe orang yang suka yang manis2. Mulai dari makanan, sampe cewe, sampe kehidupan, gw sukanya manis2. Tapi untuk postingan kali ini, gw akan fokus pada bukan cewe atau kehidupan gw yang manis, melainkan makanan yang manis2, lebih spesifik lagi: tentang coklat. Asoy!

Selaku penikmat makanan manis, tentu saja coklat menjadi salah satu makanan yang sering gw makan. Kenapa? Karena selain rasanya yang enak, coklat juga berpotensi mengobati penyakit busung lapar gw. Alhasil, coklat pun menjadi semacam makanan cemilan pokok gw. Bahkan, tak jarang gw satu hari penuh cuman makan coklat doank karena ga punya duid buat beli nasi saking sukanya. Tentu saja, selaku pecinta coklat sejati, gw pun jadi punya standar dan selera yang sangat tinggi dalam memilih coklat yang gw makan. Klo misalnya milih coklat itu American Idol, maka gw adalah Simon Cowell. Cuman bedanya, gw lebih ganteng.

Dari antara semua coklat yang gw makan, berikut adalah top three coklat yang menurut gw paling yahud, lengkap dengan sedikit penjelasannya. Perlu diingat bahwa di sini, coklat yang dimaksud adalah coklat yang beneran coklat doank, bukan makanan yang mengandung coklat kaya Beng-Beng atau biskuit2 lainnya. Berikut adalah foto tiga besar coklat hasil voting internasional yang diikutin oleh kurang lebih 200 negara dengan total voter kurang lebih 1 orang (gw sendiri, karena gw adalah Simon Cowell dalam bidang percoklatan).

???????????????????????????????

Juara 3: Hershey

Seperti kata orang, harga ga pernah boong, untuk kali ini, pernyataan tersebut bener. Hershey, coklat yang asalnya gw ga tau darimana tapi gw tau harganya mahal, berhasil menduduki posisi coklat terenak ketiga sejagad raya. Dengan bentuk seperti sirup, Hershey ini enak banget buat ditambahin ke susu atau minuman lainnya atau dijadiin topping buat eskrim atau kue2. Klo lagi males ambil aer putih, sirup Hershey ini juga bisa diminum langsung, walaupun terbukti tidak menghilangkan dahaga (Suer, gw ud pernah nyoba). Selain dijadiin topping, Hershey ini juga bisa dijadiin kaya selai buat roti tawar. Tapi karena bentuknya yang caer, Hershey ga bisa digunakan dalam jumlah yang ekstrim karena roti tawarnya bakal jadi lunak dan beleber kemana2.

Juara 2: Choki-Choki

Tampil sebagai underdog dari kepulauan Indonesia, Choki-Choki berhasil menduduki posisi kedua coklat terenak sejagad raya dan juga secara tidak langsung mengatakan bahwa makanan enak ga selalu mahal. Tampil dengan bentuk seperti selai dalam plastik satuan, Choki-Choki ini biasa dimakan langsung tanpa apa-apa. Tinggal gigit sedikit plastiknya, Choki-Choki bisa langsung dimakan dengan cara mencet2 dasar plastik kaya klo maw make odol pas sikat gigi. Choki-Choki, yang harganya hanya 400 rupiah per batang, adalah cemilan favorit gw waktu gw kuliah, karena waktu itu gw kere (sekarang juga masih sih). Sebelum masuk kelas, setelah selesai kelas, sehabis makan dan sebelum tidur, gw selalu makan Choki2. Bahkan saking seringnya, temen2 gw klo maw nyari gw, ga perlu sms atau telpon gw buat ngajak ketemu, tinggal ikutin jejak sampah Choki2 yang gw buang sembarangan, pasti ketemu. Sayangnya, di Jepang ini, sampai saat ini gw belum menemukan tempat dimana gw bisa beli Choki-Choki. Mungkin ga ada, tapi gw berharap, semoga ada dan gw ketemu.

Juara 1: Nutella

Dengan tampilan paling elit dan glamor, posisi coklat terenak sejagad raya jatoh ke tangan Nutella. Ibarat cowok yang cuman ada 2 tipe, yakni mesum atau gay, manusia pun bisa dikelompokkan ke dua kelas berdasarkan Nutella: manusia yang suka Nutella dan manusia yang ga ngerti definisi kata enak. Nutella, yang harganya bikin gw mikir2 sampe 30menit (sampe diliatin satpam) tiap kali gw maw beli, ga diragukan lagi keenakannya. Tampil dengan bentuk selai untuk roti tawar, tak jarang Nutella ini gw gadoin langsung pake sendok. Bahkan gw yang biasanya selalu nyisain makanan di piring pun selalu ngegorok2in toples Nutella sampe bener2 bersih karena gw ga maw ada Nutella yang terbuang.

Demikianlah kira-kira pendapat gw tentang coklat2 di dunia yang gw tulis karena gw pengen produktif setelah pulang kantor, tapi males buat ngecoding MATLAB. Kini, saatnya gw berbaring sejenak di kasur gw, ngumpulin niat buat produktif, walaupun gw tau ujung2nya malah bakal ketiduran dan ga produktif, tapi gw melakukan pembeneran dengan bilang ke diri gw sendiri klo gw ud bikin postingan di blog, jadi ud produktif. Bagi mereka yang juga suka Choki2 dan tau dimana gw bisa beli Choki2 di Jepang, mohon informasinya via komen, message, atau spam.

Stepen – Simon Cowell dunia percoklatan

Pos ini dipublikasikan di Info Menarik. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tentang Coklat

  1. Ping balik: Tentang Coklat – Potongan yang Ketinggalan | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s