Facebook 101: Profile Picture

Okey, setelah beberapa postingan yang isinya ga penting tentang kebodohan gw, gw merasa perlu untuk ngeposting sesuatu yang serius yang berguna bagi nusa dan bangsa biar menarik para pembaca. Oleh karena itu, untuk meningkatkan rata-rata nilai guna dari blog ini, maka gw akan menulis serangkaian postingan kontroversial yang gw beri judul seperti yang kalian baca di atas: Facebook 101. Yes, postingan Facebook 101 ini bakal gw isi dengan petunjuk-petunjuk penggunaan, etika2, dan beberapa saran dalam menggunakan sosial media tergaul saat ini, Facebook. Mungkin kesannya trivial en useless, but believe me, some people just don’t know the ethics of using facebook. So, here I am, menjelaskan sedikit tentang etika ber-facebook yang baik dan benar, at least menurut gw. Rencananya, postingan Facebook 101 akan gw bagi jadi 2atau3 bagian, tergantung mood gw menjelang bulan purnama. Di postingan ini, gw akan membahas secara spesifik tentang Profile Picture. Yuk, mari kita mulai.

Profile picture alias PP adalah foto gaul yang dipasang oleh sang pengguna sebagai, well, gw rasa tepat kalau gw bilang, identitas pertama sang pengguna. Kenapa? Karena apapun yang lo lakukan di facebook, mulai dari ngepost status/notes/foto/link, ngekomen status/notes/foto/link, sampe ke discussion board di group ataupun hal lainnya, yang pertama kali orang liat selain nama lo, ya si profile picture ini. Secara nama orang-orang suka banyak yang sama (kecuali nama gw; gaul, unik, dan kece, walau kadang misleading), gw rasa it is safe to assume kalau orang lain mengidentifikasi siapa sih elo pertama kali adalah dari PP lo. Tentu saja, PP ini adalah murni hak azasi seluruh pengguna facebook dan lo lo pada sebenernya bebas aj mau make apapun sebagai foto PP lo. Ga ada aturan resmi dari facebook ataupun institusi laennya yang mewajibkan PP lo harus kaya A, kaya B, atau kaya C. (Kalo gw ga salah inget, satu-satunya peraturan yang ada buat PP adalah asal ga melanggar hak cipta aj..). Walaupun begitu, secara PP ini fungsinya adalah supaya orang bisa mengidentifikasikan siapa elo, ada common sense yang berlaku dalam memilih foto/gambar buat jadi PP lo. Dan postingan gw yang kali ini adalah common sense gw pribadi tentang how a profile pics should be (Anyway, ada yang tau ga apa sih artinya common sense).

Okey, here goes my somewhat twisted common sense.

1. Your face, please…

Secara fungsi utamanya PP adalah buat ngeidentifikasi diri lo sendiri, maka adalah paling tepat menurut gw kalo lo masang foto lo sendiri buat PP lo. Sebenernya ga harus foto sih, boleh aj gambar karikatur muka lo, atau pun mungkin hasil renderan 3D dari model muka lo. Pokoknya apa aj yang mengandung muka lo. Kenapa harus muka? Ya klo yg keliatan cuman telapak tangan, mana mungkin orang tau klo itu tangan lo. Laen cerita kalo telapak tangan lo punya suatu borok yang distinctive yang klo orang liat, lgsg tau klo itu lo.

Terus, gimana dengan photo artis idola, gambar kartun tokoh kesayangan atau foto pemandangan atau foto autis lainnya, misalnya foto pesawat (nyindir temen2 penerbangan gw yang rada maniak, hehehe)? Yah, sebenernya sih boleh2 aj, ga ada larangannya, tapi gw pribadi sih prefer buat ga make foto2 tersebut buat PP gw. Kenapa? Karena selaen bikin lo susah dikenalin, banyak kesan negatif yang timbul di pikiran orang yg ngeliat, well at least, that’s what I felt. Saat gw ngesearch orang untuk gw add orang atau sekedar untuk nge-stalker belaka juga dan gw liat PP orang tersebut tokoh kartun/pesawat/pemandangan, berikut adalah beberapa pikiran jelek yang terlintas:

a. Terhadap mereka yang masang foto selebriti yang sama jenis kelaminnya sebagai PP: Nih orang mukanya terlalu jelek dan jauh lebih jelek dari muka gw yang adalah standar internasional dalam mengukur kejelekan muka, makanya doi masang foto artis yang yahud2 buat ‘menipu’ orang2 atau untuk sedikit memperbaiki kepercayaan diri mereka.

b. Terhadap mereka yang masang foto selebriti yang berbeda jenis kelaminnya sebagai PP: I’m sorry, but I’m gonna assume that you are somewhat a fool, korban dari industrialisasi dunia entertainment or whatever that is. Lo cinta mati sama idola lo sampe lo berpikir bahwa doi adalah segala2nya bagi lo. It is normal that you idolizes someone, but you don’t need to make him/her your PP. Join a fan club or fan group or anything like that. That is more acceptable.

c. Terhadap mereka yang masang foto mobil, pesawat, atau apapunlah benda mati yang jadi passion mereka sebagai PP: You just look like a complete freak to me or you are just trying to show off your property. Klo lo ngeposting foto lo dengan mobil lo atau pesawat lo atau boneka lo, okelah, I did that too, sometimes with a property that does not belong to me (Yeah, blame me)… Tapi klo PP lo cuman plain mobil atau pesawat, what are you trying to say? If it is your passion that you want everyone to know, you can always put them in your photo album, just don’t make it your PP.

d. Terhadap mereka yang masang foto karakter kartun/anime: You are an otaku. Don’t get me wrong, I myself have read and watched a lot of anime. Nothing wrong with it. But when you are putting it as your PP, I assume that you despise your real life so much that you wanna be that character instead. Kecuali lo masih SD atau TK atau balita, ga ada alesan buat make foto kartun sebagai PP lo. Laen cerita klo PP kalian adalah foto kalian yg lg cosplay jadi suatu karakter anime. I’m still gonna think that you are an otaku, tapi paling engga di pikiran gw, lo bukan orang yg benci diri lo sendiri atau bentuk bentuk muka lo sendiri (kaya gw). You are an otaku and you are proud to be one. Paling enggak itu yg ada dipikiran gw😀.

Selain empat hal di atas, gw pribadi juga menganjurkan buat ga make foto anak, dan peliharaan buat jadi PP lo unless you are also in the frame. Gw ngerti kalian sangat sayang dengan anak ataupun peliharaan kalian, tapi ini adalah akun facebook lo. Share those pics in your album, just don’t make it your PP unless you are also in the frame. Kenapa? Bayangkan, klo lo lg ngesearch facebook seorang temen, ketemu, tapi PPnya kucing atau bayi. You’ll be forced to take extra effort (kaya ngeliat profile lo secara detail) buat memastikan klo itu akun yang dicari.

2. Don’t get too close to the camera or to far

This part is kinda tricky. Secara ini adalah PP, tentu saja harus dibuat segaul mungkin. Ga ada orang yang mau make foto 3×4 yang biasa dipake buat KTP buat PP. PP kudu gaul, unik, dll. So, you are free to make it as unique/fun/creative as possible. Jujur aj, gw sendiri selalu memasang foto yg notabenenya ‘aneh’ buat jadi PP gw. It’s fine and normal, tapi whatever you do, please, mind the distance. Kalo lo mau nunjukin klo lo lagi ada di tempat wisata yang unik dan mau nunjukin pemandangannya, ambillah foto sedemikian rupa sehingga lo di dalem foto itu masih bisa dikenalin. Jangan terlalu kecil sampe gw kudu ngeluarin mikroskop buat nyari lo. This is facebook, not where is Waldo. Klo lo maw ambil foto up-close and personal (a.k.a headshot), jangan terlalu deket ampe cuman bibir doank yang keliatan… Gampangnya, lo kudu langsung dikenali klo orang ngeliat PP lo yg dalam ukuran thumbnail (karena most of the time, people see your pic on thumbnail size).

Oh iya, mumpung nyambung, mungkin ada baeknya gw nyebutin hal ini. Setelah lo ngeupload PP, lo bisa milih untuk ngecrop sebagian dari PP lo buat jadi thumbnail lo. Manfaatkanlah fitur ini. Klo misalnya PP lo adalah foto lo di tengah sawah atau pemandangan, atau bareng pacar atau apa, I think it  is a good idea to crop the picture for your thumbnail so that your face shows in the thumbnail size. Pokoknya diaturlah, jangan sampe PP ud keren kinyis2, tapi pas di-view thumbnail, yang nongol malah gambar bunga yang ga sengaja ada di tengah frame photo lo.

3. Get your costume right

Ini yang sebenernya bikin gw dilema. Sebenernya gw seneng2 aj klo ada yang foto bikini/lingerie buat PPnya. More for me to see. Tapi secara gw lagi bikin postingan serius sekarang, maka gw akan berbicara yang lurus2 aj. And yeah, as the subtitle suggest, pilihlah foto dengan kostum yang layak sebagai PP anda. So here goes the details.

For boys, gw tau kalian bebas memamerkan payudara kalian tanpa perlu khawatir bakal terjerat UU Pornografi, tapi janganlah memamerkan payudara kalian di PP. Gw tau kalian mungkin punya perut six pack yang selalu gw idam2kan, tapi yang kaya gitu ga perlu dipamerin, soalnya cuman bikin gw iri doank. Lagian, no girl is going to like you for your abs. If she likes you for your abs, then she is not worth it (Ceritanya bijak).

For girls, kalian lebih berat pantangannya. Kalian bisa dijerat UU pornografi bila memamerkan ‘itu’, jadi please kalau bisa, jangan tunjukkan bagian dari ‘itu’ kalian di PP walaupun hanya sedikit saja. Itu hanya akan mengundang lelaki mesum seperti gw. untuk ngebuka profile kalian setiap hari cuman buat ngeliat PP kalian yang aduhai. Mengutip ayat dari Alkitab, tubuh kalian adalah kuil kalian (klo ga salah), janganlah dipamerkan ke seluruh dunia. Make it a special priviledge just for your husband(s).

Gw tau kadang kita pergi ke pantai atau kolam renang atau fitness dan somewhat foto ‘seksi’ kita entah gimana ceritanya terupload ke facebook, baik oleh diri sendiri atau oleh temen. It is normal. Gw sendiri juga punya 1 atau 2 foto topless saat gw di pantai yang diupload temen gw (Yang homo, please, tahan nafsu kalian untuk ngebrowse foto2 gw). Tapi saat lo masang foto itu jadi PP lo, ceritanya ud lain. Gw pribadi menganggap lo gatel/nakal en pengen orang laen ngeliat tubuh lo, entah untuk cari perhatian atau apapun alesan lo.

4. Avoid group pictures

Gw yakin semua orang pasti tergabung dalam suatu komunitas dan pasti punya group photo. Kalaupun ada orang yang super ansos yang ga tergabung dalam komunitas apapun, at least doi punya temen deket atau lebih at least lagi, punya keluarga dan pasti punya foto bareng. Walaupun begitu, gw pribadi sangat ga menyarankan menggunakan foto rame2 ini sebagai PP. Kenapa? Simple, karena klo orang ga kenal lo ga akan tau lo yang mana. Apalagi klo foto yang dipasang adalah foto grup gede2an yang isinya ada 100 orang lebih en muka tiap orang gedenya seupil semua (Once again, this is facebook, not where is Waldo). In my personal opinion, gw rasa foto keluarga mungkin masih bisa diterima sebagai PP karena biasanya orang yang tau lo atau nge-search lo buat nge-add lo sebagai friend tau kisaran umur lo en bisa ngebedain mana lo mana bonyok lo. Foto dengan pacar juga menurut gw masih bisa diterima sebagai PP karena orang harusnya masih bisa ngebedain yang mana lo yang mana pasangan lo (Kalimat terakhir ini gw tulis tidak atas paksaan pacar gw).

If you are really passionate about your community and really wanna use that group photos so bad, you can always use it for your cover photos..

5. No selfies

Bagian ini yang paling pengen gw tulis (because this one irritates me the most). Bagi yang hidup di gua dan ga tau apa itu selfie, quick explanation, selfie adalah istilah ngetrend yang dipake buat foto yang diambil oleh diri sendiri. Kenapa gw bilang istilah ngetrend? Karena istilah ini ud masuk di wikipedia. Yup, sok dibuka selfie di wikipedia klo ga percaya. Di situ ada penjelasan yang lebih detail tentang selfie.

Kembali ke laptop. Selfie ini sebenernya kaya pelangi, rupa2 warnanya. Ada yang diambil di toilet (most popular), ada yang diambil di atas kasur atau tempat rebahan, atau di tempat2 umum kaya mall atau restoran. Muka/pose dari orangnya pun juga rupa2 warnanya, kaya balonku. Ada yang bibirnya dimonyong2in kaya mau nyium gw, ada yang mukanya disok imut-imutin, dan ada yang mukanya disok serius2in. Secara manusia adalah terlahir narsis, gw yakin pasti semua orang pernah melakukan selfie. Satu2nya orang yang gw tau ga pernah melakukan selfie adalah mak gw dan itu pun karena doi ga tau gmn caranya ngidupin kamera.

Anyway, perihal selfie sebagai PP ini agak2 gampang2 susah. Personally, I think once in a while, bolehlah lo make foto selfie lo sebagai PP. Klo lo suka pergi2 sendirian dan selfie cuman satu-satunya cara untuk memamerkan ke dunia klo lo ada di tempat A atau tempat B, it is also fine. What you shouldn’t do is taking selfie in every toilet that you’ve entered and then upload them regularly as your PP. By regular, I don’t mean weeks or months, but daily. Yup, percaya atau ga, ada seorang temen, sebut saja Joko (bukan nama sebenarnya dan belum tentu laki2) yang setiap hari selalu muncul di newsfeed gw. Kenapa doi muncul terus di newsfeed gw? Karena doi ngeganti PPnya kayak makan obat, sehari 3x. What annoys me most is that PP barunya ga pernah beda jauh dari PP2 yang sebelum2nya. Selalu di toilet, dengan Blackberry, lidah melet2 atau kadang bibir didoer2in, camera angle 45derajat. Setelah seminggu, doi pun akhirnya gw remove atau unsubscribe dari newsfeed gw. Geregetan gw.

Well, kira2 begitulah versi pribadi gw tentang PP facebook yang baik dan benar yang saat ini kepikiran. Klo nanti pas sembayang tiba2 gw inget sesuatu dan gw rasa penting buat ditambahin, gw bakal update postingan ini. Perlu diingat bahwa ini adalah pendapat pribadi gw dan pendapat ini mungkin ga 100% benar. Postingan ini juga bukan suatu aturan yang harus lo ikutin dengan seksama. Semua adalah pilihan pribadi anda. Gw juga perlu tekankan bahwa gw tidak memiliki hubungan apapun dengan facebook. Gw setia dengan pacar gw yang sekarang. So, that’s all for this post. Stay tuned for the next post of Facebook 101 (Spoiler alert: it will be about facebook status).

Stepen – Bukan Pakar Facebook

Pos ini dipublikasikan di Wejangan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s