Snack Jepang – Bagian Empat – Haagen Dazs Chocolate Mint

Hari ini adalah hari yang bener2 ga bisa gw percaya. Setelah memeras keringat maen badminton (dan seperti biasa di bantai oleh pasangan kakek-nenek yg umurnya 2 umur gw), gw pun mampir ke Seiyu buat ngeliatin tante2 seksi lagi belanja beli makan siang. Setiap kali ke Seiyu, adalah salah satu ritual gw buat pergi ke lantai basement dan mampir ke bagian es krim buat ngecek sambil harap2 cemas in case es krim mint nomer 3 yg gw ceritain di postingan gw tentang es krim coklat mint yang entah kenapa ud ga dijual lagi tiba2 dijual lagi (Wew, panjangnya kalimat ini). So, seperti biasa, gw pun melaksanakan ritual gw buat ngecek apakah es krim Lotte Chocomint itu muncul kembali. Seperti yang gw duga, es krimnya masih ga dijual, namun gw menemukan sesuatu yang lebih epic: es krim Haagen Dazs Chocolate Mint.

Dari dulu sampe sekarang, gw suka banget sama Haagen Dazs. Es krim Haagen Dazs ini emang dari segi harga, kurang bersahabat sama kantong gw, tapi menurut gw it is really worth the price. Es krimnya enak dan somehow it is really ice cream karena walaupun dibekuin sampe beku, es krimnya jadi keras, tapi ga mengkristal alias jadi batu es (Actually that’s the idea of ice cream). Di Indonesia, tentu saja gw sering banget ngerengek2 mak gw buat ngebeliin gw es krim ini. Sayangnya, ga ada rasa coklat mint. Adapun rasa yang gw biasa makan adalah Belgian Chocolate (Trust me, the best chocolate flavour) sama Cookies and Cream (klo pas gw lagi ngidam gigit2 Oreo yang ud lembek). So, when two of my favorite things met, here is my reaction:

HeavyBreathingMeme

So, ga pake lama, gw pun langsung ambil 2, buru2 pulang, dan lupa beli makan siang.

Gw ini tipe orang yang simple dan bisa bener2 bahagia cuman gara2 hal sederhana kaya es krim coklat mint ini. Alhasil, perjalanan pulang dari Seiyu ke dorm ini pun gw tempuh sambil karaokean dan dikira orang gila yang teriak2 sambil bawa sepeda. Gw ngerasa, bener makan Haagen Dazs ini, besok matipun gapapa. Perasaan gw saat itu mungkin kurang lebih mirip sama apa yang dirasakan oleh Chris Jon waktu abis berhasil mempertahankan gelarnya 10x. There is no better feeling in the worlds.

So, sampe rumah, gw pun langsung masukin es krimnya ke kulkas dan menyiapkan diri gw untuk memakan es krim yang gw rasa bakalan legendaris ini. Gw mandi, cuci muka, cuci tangan, dan cuci cangcut. Setelah segar dan bersih, gw pun membersihkan meja2 gw dari segala macem sampah yang ada dan bersiap2 menikmati Haagen Dazs ini. Gw ambil es krimnya dari kulkas, gw taroh di meja, gw pandangi selama 5 menit, dan setelah siap, gw pun memulai ritual makan es krim gw yang ,tentu saja, diselingi photoshoot session untuk kepentingan postingan ini. Yeah.

So, here is it, the unexpected Haagen Dazs rasa coklat mint.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ibarat menelanjangi istri gw (yang gw ga tau bakalan ada atau enggak), gw pun membuka tutup segel plastik sang es krim dengan lembut dan perlahan dan ibarat laki-laki yang ga pernah liat wanita telanjang, gw pun langsung terbelalak melihat es krim ini. Kenapa? Karena di luar dugaan, Haagen Dazs chocolate mint ini berwarna putih. Yeah, sebagai pencinta coklat mint sejati yang telah disahkan oleh serikat coklat mint terpadu, gw selalu berpikir kalau warna dari mint adalah hijau muda belia atau terkadang biru pudar merona walaupun jarang. Tapi Haagen Dazs chocolate mint ini berwarna putih, PUTIH!!! (lebay). It is really unbelievable (lebay).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

So, again, ibarat malam pertama, istri gw sudah terbaring di ranjang, telanjang (Wow, that rhymes), gw sebagai laki-laki gentlemen harus ngebikin suasananya romantis dan ga maen langsung sosor aj. Gw pun memulai foreplay gw dengan mengendus Haagen Dazs ini dan menimati aroma mint dan sedikit hawa dingin yang terpancar. Lalu gw pun mengambil sendok makan (ga punya sendok kecil) dan mengambil sesuap kecil Haagen Dazs chocolate mint ini dan memasukkannya ke mulut gw. Rasa manis dan dinginnya mintpun berbaur dan mewarnai mulut gw. Gw menikmati suapan kecil tersebut selama kurang lbih 30 detik sebelum akhirnya mengambil suapan kecil kedua gw. Man, I think this is what orgasm is!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah 30 menit, akhirnya es krim ini abis juga dan inilah review gw tentang Haagen Dazs Chocolate Mint.

As usual, gw ga bisa memberikan penialian yang objektif dari sisi rasa mint, secara gw ud cinta mati sama rasa mint. But then, dari sisi rasa manisnya, Haagen Dazs ini rasa manisnya pas dan kekuatan mintnya walaupun agak faint, tapi somehow kombinasinya pas. Tapi yang paling gw suka adalah coklatnya. Beda dari coklat mint sebelumnya yang biasanya coklatnya adalah coklat chip, coklatnya ini coklat lembaran yang dipotong kecil2 amburadul. Klo bahasa Jepangnya: chiri-chiri. So, ga perlu ngegigit2, cukup diemut aj, coklatnya langsung leleh dan rasanya langsung melebur. Dan seperti pada coklat2 Haagen Dazs, coklatnya lebih ke arah manis pait daripada manis manis (Klo gw, manis sekali). So, manis en mint dari krimnya dan manis pait dari kepingan coklat berbaur jadi satu. It is really awesome.

Sayangnya, you dont always get what you want. Bagi yang bisa bahasa Jepang, mungkin bisa liat klo di kemasannya ada tertulis 期間限定 (kikan gentei). Ini berarti (Klo bahasa Jepang gw ga salah), es krim ini dijual untuk periode yang terbatas. Mungkin besok, mungkin minggu depan, mungkin bulan depan, gw ga tau kapan, es krim ini bakalan ga dijual lagi. So, yeah, untuk mengatasi hal ini, gw pun besok berencana buat ke Seiyu lagi pulang kantor dan ngeborong semua Haagen Dazs Chocolate Mint yang tersedia untuk ditimbun di kulkas kecil gw yang penuh dengan tumpahan fanta anggur… Mari berdoa supaya gw ga lupa beli makan malem pas lagi ngeborong Haagen Dazsnya.

Well sekian postingan gw kali ini. Sekarang saatnya untuk galau dan meratapi weekend gw yang akan berakhir.

Stepen – Pemborong

Pos ini dipublikasikan di Info Menarik dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s