Stepen Goes To The Future: Kasir Gaul

Setelah membuat seri postingan Chef Stepen’s Crazy Recipe, gw memutuskan untuk membuang waktu gw lebih banyak lagi di blog ini dengan membuat seri postingan lainnya yang akan gw beri nama: Stepen Goes To The Future. Gaul! Lantas apa sih isinya dari seri postingan Stepen Goes To The Future ini? Tenang, tenang, akan gw jelaskan dengan singkat, padat, dan jelas.

Seperti yang kalian semua tahu, gw berasal dari Indonesia dan kini tinggal di Jepang. Gw ga bermaksud untuk menjelek-jelekkan negara sendiri, tapi perlu diakui, dari sisi teknologi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia kalah jauh dari Jepang. Di sini, semuanya serba otomatis, praktis, dan fantastis. Pertama kali gw dateng, gw langsung mendapat kesan bahwa this is the land of future (Maklumlah, baru dateng dari kampung), dan sampe sekarang, selalu ada hal2 baru yang mengejutkan dan bikin gw norak dan berasa kaya manusia purba waktu pertama kali ngeliat hal tersebut. Jamban adalah salah satunya (Jamban? Baca postingan gw tentang Maen Jamban untuk keterangan lebih jelasnya). So, purely for educational purpose, gw bertekad untuk menulis semua hal-hal yang bikin gw norak dengan harapan agar generasi berikutnya yang pergi ke Jepang ga senorak gw dan ud prepare menghadapi kehidupan di Jepang yang serba otomatis, praktis, dan fantastis. So, here it is, the first post of Stepen Goes To The Future. Gaul!

Di postingan pertama ini, gw akan berbicara tentang kasir gaul yang gw temui saat gw minggu lalu training di markas besar kantor gw di Kawasaki. Yup, kasir gaul  yang ada di kantin Kawasaki. Biar gw penasaran, langsung aj gw berikan, foto gaul dari kasir di kantin Kawasaki yang gw ambil diem-diem supaya ga keliatan noraknya gw.

6df285a5679cf5868aa797a4d97a4df1

Maap, salah upload, yang gw maksud, itu ini:

Kasir Otomatis Kawasaki 1

Bingung? Oke, sebelum melangkah lebih jauh, mari gw jelaskan cara kerjanya. Begitu masuk ke kantin, jalan terbagi menjadi beberapa jalur tergantung pilihan menu makanan yang dijual hari itu. Jadi, misalnya yang mau makan ramen, tinggal masuk jalur ramen en ngantri, yang mau makan kare, tinggal masuk jalur kare terus ngantri, yang ga mau ngantri, ke laut aj. Setelah milih jalur makanan yang kita mau, kita tinggal ngantri, terus ngambil tray, terus ngambil makanan yang kita pengen plus add-onnya klo kita pengen. Beres ngantri en ngambil add-onnya, kita tinggal taro tray kita di depan sensornya, si sensor bakal ngebaca en ngitung total harga makanannya, terus kita tinggal nge-pip kartu Suica kita di tempat pip-in kartunya  buat bayar. Otomatis, praktis, dan fantastis.

Kasir Otomatis Kawasaki 2

Pertama kali ngeliat, gw langsung amaze dan excited, walaupun ga se-excited saat gw ngeliat sosok bugil wanita untuk pertama kalinya, tapi lumayan excited lah. Sebagai seorang engineer tulen, gw pun bertanya-tanya, How the hell does this thing works? Pasti ada semacem sensor yang nandain harga tiap makanan, secara setiap makanan pokok harganya beda2 en add-on2 kaya daging en salad ga semuanya harganya sama. Dan bener aj loh. Penasaran, gw pun muter2 nyari temen gw lagi makan buat mempelajari lebih detail tentang sistem pembayaran otomatis ini (Gw ga beli makanan di kantin karena kebetulan hari itu gw sedang puasa demi menikmatkan gairah pasutri). Dan, ternyata bener! Ternyata di setiap mangkok, ada semacem kepingan magnet (kayanya sih magnet yah, soalnya item-item metalik dan menarik gitu) yang nandain ni mangkok isinya apa dan harganya berapa. So, entah gimana detailnya, sensornya ngebaca semua kepingan magnet yang ada dalem tray, ngitung harga total, and, BAM, beres… Otomatis, praktis, dan fantastis!!!

Kasir Otomatis Kawasaki 3

Well, kira-kira demikianlah postingan singkat edisi perdana (Klo bahasa kerennya: pilot episode) Stepen Goes To The Future, satu-satunya seri postingan informatif, edukatif, dan tidak fiktif. Semoga pengetauan tentang kasir gaul ini bisa berguna bagi teman-teman yang akan pergi ke Jepang, biar ga keliatan norak-norak amat kaya gw minggu lalu. Terima kasih banyak kepada teman gw Basheer Singanunegedetenan yang sudah rela gw ganggu makan siangnya en gw obok2 mangkok sup misonya demi foto ketiga dari postingan ini. Semoga bulu dadamu makin cihui.

Stepen – Sang Pengamat

Pos ini dipublikasikan di Info Menarik, Stepen Goes To The Future dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s