Balada Moving On: The Introduction

Kalau ga salah inget, gw pernah beberapa kali menyebut di postingan2 gw kalau gw punya pacar dan yg gw maksud dengan pacar adalah cewe tulen yang bener2 cewe dan kakinya menjejak tanah. Yup, mungkin sulit dipercaya mengingat gw adalah orang yang klo tidau ngiler dan riset membuktikan bahwa orang yang tidurnya ngiler susah dapet jodoh, but it is true, gw punya pacar, sebut saja si NdudBanget (biar konsisten sama postingan gw tentan perlu atau tidaknya ngegym). Sayangnya, 8 Agustus 2014 yang lalu, doi memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmaranya dengan gw. Gw rasa ini gara2 doi baru bikin kacamata baru dan akhirnya bisa melihat wajah gw yang sesungguhnya dengan jelas.

So, long story short, gw diputusin. Gw ga akan bercerita tentang masalah putus-memutuskan ini secara it is personal  (Cie, berasa selebriti gw ngomong kaya gini) dan ceritanya lebih sedih dari One Litre of Tears, which is ga cocok untuk diceritain di blog ini yang isinya adalah hal-hal yang gaul dan fantastis . Satu hal yang pasti, gw harus move on (Asek, bijak ga gw). Sayangnya, move on ini bukanlah hal yg mudah mengingat gw ud jadian sama doi selama 4.5taon, tidak termasuk waktu gw pdkt dan waktu gw ngestalkerin doi sebelum gw pasang pelet ke doi. Hingga saat ini, status gw masih galau stadium 3 dan saking galaunya, gw kadang ga sadar klo gw pake cangcut di luar dan kadang lupa gosok gigi.

Karena move on ini susah, gw pun mencoba untuk melakukan hal-hal yang, well, ga baru sih, tapi mungkin unik dan aneh dan ajaib, demi supaya bisa move on. Dan, ternyata, hal-hal tersebut cukup sesuai dengan content blog ini, yaitu: mengumbar keautisan gw. So, gw memutuskan untuk menuliskan hal-hal fantastis yang gw lakukan di blog ini lewat seri postingan baru: Balada Moving On. Hopefully, tulisan-tulisan gw di seri postingan ini bisa membantu kalian-kalian semua kaula muda galau yang ga punya kerjaan ngebacain blog ini untuk move on lebih cepat. So, be prepared for a whole new level of my stupidity in terms of moving on.

Selain Balada Moving On, gw juga memutuskan untuk membuat postingan novel serius (beneran, serius) fiksi fantasi yang fantastis. Adapun usulan ini muncul dari para penasehat gw yang gw curhatin masalah putus-memutuskan ini. Gw ud punya beberapa ide cerita untuk novel ini dan karakter utamanya adalah gw sendiri dengan 2 orang penasehat gw. Gw belun kepikiran judul yang keren buat novel ini tapi yang pasti, novel fiksi ini bakal jadi best-seller yang ngalahin novel Fifty Shades of Grey.

So, that’s it. Basically this post is pointless. Mari kita sudahi supaya gw bisa langsung menulis episode satu dari Balada Moving On. Asek.

Stepen – Galau Stadium 3

Pos ini dipublikasikan di Balada Moving On. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Balada Moving On: The Introduction

  1. Hicha Aquino berkata:

    *puk-puk pencho*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s