Stepen Goes To China 01 – The Rotten English

Yang menyedihkan dari kepergian gw ke China ini adalah gw ga sempet pergi kemana2 untuk jalan2. Yang ada di sana gw cuman bolak-balik kantor, hotel, kantor, hotel. Menyedihkan, but thanks to my acute autism, gw selalu bisa menemukan kebahagiaan dari hal2 yang ga penting yang idealnya tidak dipedulikan orang lain, tapi gw pedulikan. Dan untuk trip gw ke China kali ini, hal tersebut adalah papan2 pencari perhatian.

Well, gw ga tau apa istilah tepatnya, tapi yang gw maksud dengan papan2 pencari perhatian adalah papan2 yang ada di jalan atau di ruangan atau entah dimana yang dipasang buat memperingati orang agar melakukan sesuatu. Misalnya, papan dilarang merokok di sini, atau papan hati2, atau papan awas mertua galak, atau yang paling ekstrim: papan dilarang memasang papan di sini. Well, ga harus papan sih, bisa aj cuman sesimple kertas yang ditempel di dinding, but you get the point. Lantas apa menariknya papan2 tersebut? Silahkan baca ulang judul postingan ini.

Yup, gw bakal menunjukkan ke kalian semua, papan2 pencari perhatian yang diterjemahkan ke bahasa Inggris yang cukup lucu. Dont get me wrong, I is not try say English me good, gw masih cupu. Sayangnya, selain autis, gw juga OCD. Alhasil, hal2 kaya gini bnr2 menggemaskan buat gw dan gw merasa adalah kewajiban gw untuk menshare hal ini agar tidak terjadi di negara gw, negara yang sama dengan China, yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris. So, here it is, some rotten English that I found in China, along with my exclusive and pointless commentary.

1. Rainy days is slippery walk

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Papan ini gw temukan di depan pintu masuk hotel tempat gw tinggal pas ujan. Terus terang, gw ga tau apa yang dimaksud oleh papan ini dari tulisan Cina karena kanjinya terlalu banyak (gw hanya bisa baca maksimum 8 kanji dalam satu hari), alhasil, gw ga bisa memastikan 100% apa yang sebenernya dimaksud oleh papan ini. Tapi, feeling gw mengatakan klo papan ini maksudnya baik. Mungkin maksudnya adalah: “Jalanan licin waktu hujan turun, berjalanlah dengan hati2”, cuman yang bener2 mengusik insting OCD gw adalah rainy days IS slippery walk. Gw yakin sih yang baca pasti ngerti maksudnya klo jalannya licin pas ujan, cuman gw sebagai OCD sejati, gatel aj ngeliat kalimat tersebut. Alhasil, mau ga mau, kudu gw abadikan.

Correction: The road is slippery during rainy days, please walk carefully

2. Carefully Slip

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Papan ini gw temukan di kamar mandi hotel gw, tepatnya di sebelah kanan 30 derajatnya bath tub (Yeah, akhirnya gw ada juga sesi foto narsis di kamar mandi). Terus terang, pas pertama kali gw ngebaca kalimat ini, gw spontan ketawa. Entah kenapa, gw langsung membayangkan gw tergelincir dengan elegan terus muter2 dan diakhiri dengan salto 3putaran di udara. Gw juga entah kenapa membayangkan adegan Toy Story 1, dimana Buzz memperlihatkan kebolehannya terbang di kamar pemiliknya dan si Woody dengan sinisnya bilang: “Itu bukan terbang, tapi jatuh dengan gaya.”. Yup, if you have to fall, at least do it with style. Mungkin itulah yang menginspirasi sang penulis papan ini. Dan di hari pertama gw nginep, gw pun langsung memutuskan bahwa gw harus mengabadikan kenangan ini.

Correction: Be careful not to slip, be careful to not slip (entah yang mana yang bener, tapi pasti salah satu dari kedua kalimat itu (Maklum, bahasa Inggris gw masih pelo pelo gagu gagu huha huha))

3. Goes Forward A Half Step A Civilized Stride

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Last but not least, inilah dia, the most awesome papan pencari perhatian yang gw temui di China. Papan ini dipasang di depan hampir semua urinoir yang gw kunjungi di China. Walaupun gw ga kenal sama pencipta papan ini, gw yakin banget klo doi bikin papan ini terinspirasi dari quote legendarisnya Neil Armstrong: “One small step for a man, A giant leap for mankind” dan akhirnya memutuskan untuk memodifikasinya untuk keperluan toilet. Again, gw ga terlalu yakin 100% arti dari tulisan Cinanya karena keterbatasan sel otak gw, tapi kayanya baris pertama artinya satu langkah kecil ke depan/atas dan baris kedua artinya satu langkah besar ke peradaban/beradab. Yup, kurang lebih yang dimaksud dari papan ini adalah supaya yang kencing agak sedikit merapat ke urinoir biar ga berceceran dimana-mana.

Walaupun memang terjemahan inggrisnya cukup aneh, sebenernya bukan itu yang mengusik gw. Adapun yang mengusik gw adalah kenapa orang perlu dikasih tau klo pipis kudu deket2 ke urinoir? I mean, isn’t it dead obvious? Emang orang di sana klo pipis suka jauh2 dari urinoir? Ngapain juga pipis jauh2 dari urinoirnya? Klo alesannya cuman karena takut kena splashback (kecipratan pipis sendiri yang mantul dari dinding urinoir) mah solusinya gampang, tinggal pipis pelan2 sambil bersiul, selesai masalah. Kenapa harus sampe mundur kejauhan sampe kudu dikasih papan peringatan biar ga mundur kejauhan? Terus terang, gw penasaran kenapa, dan bila ada yang tau, harap segera menghubungi gw sebelum gw berimajinasi yang aneh2.

Correction: One small step forward, one giant leap for civilization.

Eniwei, kira2 demikianlah postingan pertama gw tentang hal-hal autis dan ga penting yang gw lakukan di China untuk menikmati hidup gw yang madesu di sana. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa dan tanah air dan tumpah darah kita, Indonesia. Kini saatnya gw kembali ke pelukan selimut hangat gw karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam dan anak baik harus tidur sebelum jam 12 malam. Yuk, yak, yuk, mari.

Stepen – Anggota P3 (Pengamat Papan Peringatan)

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Stepen Goes To China 01 – The Rotten English

  1. Ping balik: Stepen Goes To China – The Epic Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s