Togean Family Trip: Klomang Battle Royale

Secara tujuan trip ini adalah Togean, haram hukumnya kalau gw ke sini tapi ga diving. Ke Togean ga diving itu sama aj kaya makan nasi goreng ga pake nasi: ga ada artinya. Tentu saja secara gw pergi bersama bonyok, adalah penting bagi gw untuk mengumumkan bahwa gw mau diving karena saat gw diving, bonyok gw mau ga mau cuman bisa menunggu di kapal ataupun di penginapan dan mereka mungkin bosen. So, I said that and they said they are okay with it. Nyokap bilang nyokap bisa maen-maen sendiri di pantai dan bokap bilang bokap tinggal tidur di penginapan atau cari makan. So, they are okay with it and the trip is settled.

Tanggal 29 April, gw pun tiba di Togean, tepatnya di suatu penginapan yang bernama Black Marlin (Yang mau ke Togean, I really recommend this place, seriously, try googling it, it has a good reputation and does live to your expectation, at least for me) yang kebetulan punya diving center (Ga kebetulan juga sih, emang ud gw google2 dari sebelon berangkat). Ga mau menyianyiakan waktu gw di Togean, gw pun langsung request untuk melakukan 2x diving di hari pertama ini. Yep, first day on Togean and I am leaving my parents behind already. Off I go, mom!

Gw melakukan diving pertama gw sekitar jam 10an dan balik sekitar jam 12an dengan makan siang gw yang ud siap disikat sama bokap. Selama gw diving, mereka cuman nongkrong di cafe penginapan dan bersosialisasi. Well, pretty normal I guess. Tadinya gw pikir pas gw tinggal diving, bokap langsung kalap dan ngabisin semua makanan yang ada di penginapan sementara nyokap langsung kalap dan ngerapihin semua barang-barang yang berantakan di penginapan (Yup, I got my OCD from my mom). Apparently they are doing well without me. Gw pun lega dan dengan hati tenang meninggalkan kembali kedua orang tua gw untuk diving lagi. Yeah, diving, baby!!!

Beres makan siang, gw pun leha-lehe sebentar dan langsung capcus lagi untuk diving. Sebelum berangkat, tak lupa gw salim sama bonyok, cause they are also paying for my diving expense, mwuahahahaha (insert evil emoticon here, please).

Sekitar jam 3an, gw pun kembali dari diving gw dan mendapati bonyok gw lagi duduk-duduk di depan kamar penginapan. Again, gw pun menarik napas lega karena bonyok gw tidak melakukan hal yang aneh selama gw pergi diving. Apparently, I was wrong for this time. Selama gw pergi diving, nyokap ternyata pergi maen-maen sendiri di pantai sambil lompat-lompat dan melupakan kenyataan bahwa kalo umurnya ud 50 taon ke atas. Selama maen-maen di pantai, her autism kicked in (Yeah, I got my autism from her too) and suddenly she decided she is going to collect some shells to take home with. So she did, without even finding out first if that was even allowed. Selama doi ngumpulin kerang, sebagai bonus, doi juga mungutin klomang. Then she went back to the lodge.

So, nyokap pun balik ke penginapan dengan banyak klomang, bokap ngeliat hal tersebut and suddenly his scientist instinct kicked in (Yup, I got this one from my dad). Bokap pun memutuskan untuk menaruh semua klomang yang ‘ditangkep’ bokap ke dalem botol Aqua (bukan promosi) menaruhnya di atas meja dan mengamati klomang seperti apa yang bisa keluar paling cepet dari botol Aqua tersebut dan klomang seperti apa yang berani lompat dari atas meja begitu beres keluar dari botol Aqua.

Gw yang lemes dan cape but extremely happy from my dive pun pulang dan mendapati bokap gw yang sedang mencermati dengan seksama pertarungan antara para Klomang yang masih struggle untuk keluar dari botol Aqua dan Klomang-Klomang yang gemeteran di ujung meja karena ga berani lompat. Gw yang adalah aktivitis satwa langka pun langsung geram dan naik pitam. Dengan suara lantang, gw pun ngomelin bokap gw:

“Pa! Kok ga direkam sih? Lumayan buat ditaroh di blog!”

Dan gw pun memulai ulang ronde 2 dari Klomang Battle Royale. Berikut adalah siaran ulang dari Klomang Battle Royal, eksklusif, hanya di www.stepenautis.wordpress.com.

Sebelum gw dituntut oleh WWF, perlu gw tegaskan bahwa adegan-adegan battle royale di atas adalah adegan berbahaya yang dilakukan oleh klomang professional dan terlatih dan dalam environment yang aman dan terjaga. Sangat tidak disarankan untuk tidak menirukan adegan tersebut di rumah ataupun di tempat umum. Gw juga perlu tekankan bahwa no Klomangs is harmed during the making of this video and all Klomangs were safely returned to their habitat after the shooting is over. Note that, kaya pelem-pelem Marvel, there is one post credit scene di video di atas. So, make sure you watch it closely and don’t skip ahead.

Okay, kidding aside, this is a real scientific experiment dan ini adalah konklusi yang didapet oleh bokap gw dari hasil mengamati tingkah laku Klomang selama Klomang Battle Royale.

  1. Klomang yang paling cepat keluar dari botol Aqua adalah klomang yang keluar pertama dari botol Aqua.
  2. Klomang yang jatuh dari pinggir meja adalah klomang yang ada di pinggir meja sebelum mereka jatuh.

Fantastic conclusion. I am proud of you, Dad.

Well, kira-kira demikianlah kisah kasih keluarga gw di Togean di hari pertama. Sekarang, saatnya gw hijrah dulu ke WC karena terlalu banyak mengeksploitasi drink bar di saizeriya. Salam Klomang!

Stepen – Promotor Klomang Battle Royale

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Togean Family Trip: Klomang Battle Royale

  1. Ping balik: Togean Family Trip: The Epic Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s