Stepen Goes To China Bonus Edition – China’s Grape Softdrink: Grape Soda

Sebenernya, postingan ini harusnya gw tulis 4 bulan yang lalu, kira-kira pas gw baru saja pulang dari dinas di negeri negara Tiongkok. Akan tetapi, karena satu dan dua dan tiga hal yang lainnya, postingan ini baru ditulis sekarang. Tapi jangan kuatir, walaupun terlambat, bukan berarti, kualitas postingan ini berkurang. Bahkan, ibarat anggur yang didiemin di dalem tanah biar harganya makin mahal, postingan ini juga bakal terasa berkali-kali lipat serunya karena ud dipendam begitu lama di dalam hati kecil gw. Oke, sekian intermeso ga pentingnya, mari kita langsung to the point.

Gw rasa, semua orang sudah tau bahwa gw adalah penggemar berat Chelsea Islan dan juga softdrink. Ya, gw sangat suka dengan softdrink, bahkan saking sukanya, di KTP gw, golongan darah gw adalah tertulis: Coca-Cola Zero. Dan, tentu saja, saat gw dapet kesempatan berlibur tugas dinas ke China adalah wajib hukumnya bagi gw untuk berburu soft drink khas negeri panda tiongkok, mencobanya, dan menyebarkan hasil evaluasi dan analisis gw ke khalayak banyak. So, di hari minggu yang mana harusnya gw disuruh masuk kantor tapi ga jadi gara2 seragam pabrik gw ud kumel kaya gembel jadi gw disuruh stay di hotel buat nyuci seragam sampe bersih sambil senam lantai (Wiuh, panjang yah, ambil napas dulu), gw pun badung dan memutuskan buat pergi ke supermarket yang disebut RT Mart yang berjalan kurang lebih 15menitan dari hotel tempat gw tinggal.

Di RT Mart, gw pun masuk, makan KFC, maen dingdong (played Razing Storm in chinese), dan akhirnya pergi ke lantai super market yang mana adalah 3 lantai paling atas untuk berburu softdrink sekaligus nyari Oreo. Kenapa Oreo? Entahlah, saat itu, gw tiba-tiba ngidam Oreo. Eniwei, setelah muter2 cukup lama (baca: sedikit nyasar) di lantai supermarket, gw pun akhirnya menemukan 2 soft drink gaul yang cukup menarik perhatian gw yang akhirnya gw beli bersama dengan Oreo dan M&M ukuran jumbo. Apa saja kedua softdrink tersebut? (Drumroll) and here it is: Smart dan Miranda (PS: Mereka bukan pasangan kekasih).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tau darimanakah gw kalo tulisan kanji yang seliweran itu dibaca Mirinda dan Smart? Gampang, tau dari sisi sebaliknya. Berikut gw tampilkan tampak belakang kedua soft drink tersebut khusus bagi mereka yang ga bisa baca tulisan kanji.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 Oke, tanpa basa-basi, here it is my review:

1. Mirinda Anggur

Sebenernya, merek Mirinda ini ada baik di Jepang maupun di Indonesia. Ya, gw inget ada Mirinda di Indonesia setiap kali gw makan KFC dan pesen paket super besar, adalah ritual gw untuk mengucapkan doa singkat di depan kasir KFC untuk meluapkan rasa syukur gw. Adapun isi doa singkat gw adalah sebagai berikut:

“Mbak, Pepsinya diganti Mirinda merah yah, please (sambil kedip2 dengan frekuensi 100Hz)”

Walaupun demikian, gw sangat yakin dan kalau ga salah inget gw yakin kalo ga ada Mirinda rasa anggur di Jepang ataupun Indonesia. So, in the name of science, gw pun tanpa pikir ranjang panjang langsung memasukkan Mirinda Anggur ke dalam keranjang belanjaan gw.

Dari segi harga, gw ud lupa berapa harganya Mirinda anggur ini. Maklumlah, ud 4 bulan yang lalu. Dari segi rasa, juga gw ud lupa secara ud 4 bulan yang lalu dan daya inget gw hanyalah sepanjang daya ingat ikan mas koki. Alhasil, gw pun lupa sama sekali perasaan dan sensasi yang gw rasakan saat meneguk Mirinda anggur ini. Walaupun demikian, gw tidak mengingat adanya rasa kecewa atau bete gara-gara rasa minuman ini ga sefantastis yang gw bayangkan, walaupun demikian, gw juga ga inget ada kesan yang begitu impresif sampe gw niat buat nulis review tentang Mirinda Anggur ini pada hari h saat itu juga. So, berdasarkan analisis barusan, gw bisa simpulkan kalo soft drink ini: Biasa Aj! (Ala Danang en Darto).

2. Smart

Sebenernya, merek smart ini gw sempet meragukan. Kenapa? Karena sebelon gw berangkat ke China, gw sempet ditakut-takutin temen gw tentang maraknya makanan palsu di China, mulai dari nasi palsu, daging palsu, sampe ke janji palsu. Gw pun sempet parno dan alhasil jadi skeptik terhadap semua brand di China yang gw belon pernah denger sebelonnya. Jadi, gw pun sempet muter2 selama kurang lebih 10 menit buat mikir2, beli enggak ya, beli enggak ya, sampe akhirnya gw kejang-kejang. Namun ternyata rasa cinta gw terhadap dunia persodaan mengalahkan ketakutan gw akan barang-barang palsu dan akhirnya (Klo bahasa inggrisnya: Ultimately), gw pun beli soft drink Smart ini.

Sama seperti Mirinda Anggur, gw juga lupa harga, rasa, dan kesan dan sensasi yang gw dapatkan saat minum soft drink ini. So, in a way, bisa disimpulkan kalo soft drink ini biasa aj. Tapi, ada satu hal yang gw inget banget dari soft drink ini. Gw inget banget pas gw pertama kali ngebuka botol Smart ini. Waktu ini, gw ud di kamar hotel en lagi nyetel pelem Edge of Tomorrow-nya Tom Cruise en Emily Blunt (love the movie btw). Waktu itu, adegannya lagi si Emily Blunt lagi ngebelakangin ledakan sambil bilang ke Tom Cruise: “Come find me when you are awake” dan Tom cruise pun mati ter sapu ledakan bersama Emily Blunt, namun Tom Cruise terbangun kembali di hari saat ia baru saja dipindahkan k bagian infanteri. Ia mengungat semuanya seolah ia telah mengalaminya sendiri, namun satu hal yang ia tahu dengan pasti, apa yang ia lihat baru akan terjadi 24 jam lagi.

What, okey, gw kehilangan fokus. Back to topic, jadi intinya, film the Edge of Tomorrow ini bisa dibilang mirip dengan Groundhog day dimana sang tokoh utama terus menerus terperangkap dalam hari yang sama, namun di kemas dalam dunia science fiction militer. Film ini diadaptasi dari komik Jepang yang berjudul “All You Need is Kill” walaupun dari sisi jalan cerita, Edge of Tomorrow benar-benar berbeda dari komik “All You Need is Kill”. Di dalam komik, karakter Rita yang diperankan oleh Emily Blunt pada akhirnya harus bertarung dengan karakter utama untuk dapat lolos dari “looping”, sementara di film, karakter Tom Cruise kehilangan kemampuannya untuk ‘melihat ke masa depan’ akibat transfusi darah. Personally, I really like both the movie and the book, but I feel like the final ending of the movie version was kinda softened to grab more audience. In a way, I dont even know what I the hell am I writing about, so I am gonna stop here.

Stepen – Hilang Fokus

Pos ini dipublikasikan di Cerita Petualangan Liar Saya dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Stepen Goes To China Bonus Edition – China’s Grape Softdrink: Grape Soda

  1. Ping balik: Stepen Goes To China – The Epic Intro | stepenstependotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s